BIRU = BOBOTOH INDEPENDENT RAJAPOLAH UNITED

12/27/2010

Riedl, "Agenda PSSI Ganggu Konsentrasi"

KUALA LUMPUR,(GM)-
Hasil impresif yang ditorehkan timnas Indonesia di ajang Piala AFF Suzuki 2010 harus terhenti di tangan Malaysia dengan skor telak 0-3 di final leg pertama. Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl akhirnya angkat bicara mengenai masalah nonteknis yang dialami timnya sebelum menghadapi Malaysia.
Menurut pelatih asal Austria ini, ia menyesali banyaknya permintaan wawancara pada pemain dan agenda tak penting dari PSSI. Hal itu diungkapkan Riedl menjawab pertanyaan wartawan Indonesia di Malaysia setelah Cristian Gonzales dkk. menelan kekalahan pertamanya di Piala AFF 2010.

Diakui Riedl, ia terusik dengan eksploitasi tim baik dari media maupun PSSI.

"Ya media terlalu banyak minta wawancara tim. Belakangan ini aktivitas dari federasi (PSSI, red) juga agak mengganggu kami. Kegiatan-kegiatan yang berlebihan dan tidak perlu," sindir Riedl. "Mungkin habis (kekalahan) ini, kalian (media) baru akan down to earth," sambungnya.

Euforia terhadap timnas menggila terutama sejak memenangi dua pertandingan pertamanya di fase grup dengan skor mencolok. Para pemain seperti kurang terlindungi dari kejaran wartawan, mulai dari pinggir lapangan latihan sampai di dalam pesawat.

PSSI juga dinilai melakukan blunder ketika membawa seluruh anggota tim ke rumah seorang politisi (Aburizal Bakrie) dan mengikuti doa bersama yang diadakan di sebuah pesantren di Jakarta, kurang 16 jam sebelum bertolak ke Malaysia.

Revolusi PSSI

Kelelahan mental dan stamina disinyalir menjadi penyebab utama hasil memalukan yang dialami timnas Indonesia dari Malaysia (3-0) pada leg pertama final AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Bukit Jalil.

Demikian disampaikan salah seorang pendukung Indonesia, Wisnu, usai terjadinya gol ketiga Malaysia. Dia lantas mengganti kostumnya dengan kaus bertuliskan "Revolusi PSSI".

"Pemain mengalami kelelahan mental akibat banyaknya acara yang dilakukan menjelang final. Ini salah Nurdin Halid selaku Ketua Umum PSSI," ujar Wisnu kepada okezone.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Nurdin harus meletakkan jabatannya. "Nurdin turun," tegas Wisnu lagi.

Sebelum laga final, Nurdin memboyong para pemain ke rumah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Setelah itu, ia pun menggiring para pemain mengikuti istigasah di salah satu pesantren di Jakarta.

Acara tidak wajar yang dilakukan timnas ini, diklaim Wisnu sebagai penyebab letihnya mental pemain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar