BIRU = BOBOTOH INDEPENDENT RAJAPOLAH UNITED

12/28/2010

Tak Serius, Langsung "Push-up"

Selasa (28/12) pagi, tim Persib memasuki program mematangkan strategi dan taktik. Pelatih Daniel Roekito kembali membawa anak asuhnya berlatih di lapangan Brigif Cimahi, berlatih memblok serangan dan formasi. Latihan penguasaan bola menjadi menu pertama Hariono dkk. Selain menggiring bola, "jugling", mengumpan dan menahan bola datar, pemain juga diintruksikan untuk berlatih menahan umpan bola-bola lambung dengan menahan bola menggunakan dada.
Menurut Daniel, dengan berlatih kontrol dan penguasaan bola, pemain diharapkan tidak mudah kehilangan bola ketika menerima umpan datar maupun lambung. "Melatih penguasaan bola dengan situasi bola datang seperti apapun akan menciptakan rasa dan sentuhan yang berbeda. Karena itu, pemain perlu mengasah kemampuan menguasai teknik penerimaan bola dengan baik," ujarnya. Latihan dilanjutkan dengan "game" setengah lapangan. Daniel membagi pemain menjadi dua tim untuk berlatih bertahan dan menyerang.

Tim dengan rompi Kuning dihuni: Cecep Supriayatna (kiper), Airlangga, Pablo Frances, Atep, Munadi, Dias Angga Putra, M Agung Pribadi, Jejen, Gilang Angga, Munadi, Yudi Khoerudin, dan Wildansyah. Sementara itu tim tanpa rompi biru dihuni: Dadang Sudrajat (kiper), Hilton Moreira, Johan Yoga, Rachmat Afandi, Shahril Bin Ishak, Hariono, Rendi Saputra, Siswanto, Nova Arianto, dan Isnan Ali. Pada awal "game" dimulai, tim Kuning bertahan dan tim biru sebagai penyerang. Dengan sigap, cepat dan kompak para pemain tim biru bekerja sama membangun serangan. Selama "game" berjalan, Daniel bersama tim pelatih lainnya memerhatikan skema permainan yang dibangun oleh kedua tim.

Sesekali Daniel menghentikan permainan untuk memberikan pengarahan dan berdiskusi dengan para pemain untuk mengembangkan strategi. Daniel secara tegas menindak pemain yang kurang berkonsentrasi dan bermain main dalam latihan. Bahkan, Johan mendapatkan hukuman "push-up" 10 kali ketika gagal memasukkan bola dengan kondisi gawang tidak terjaga. Begitupula Nova, Hilton, dan Afandi mendapatkan hukuman serupa karena terlalu lama memainkan bola di depan gawang akan tetapi tidak menghasilkan gol. Daniel mengutarakan, latihan ini lebih menekankan kepada zona pertahanan dan taktik penjagaan perseorangan yang disertai melakukan penekanan seluruh lini. "Pressing sangat dibutuhkan dalam mengacaukan mental bertanding lawan, saya rasa dengan kecepatan, ketahanan serta kondisi mental bertanding anak-anak yang sudah mulai naik, anak-anak sudah siap tempur di lapangan," ujarnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini