BIRU = BOBOTOH INDEPENDENT RAJAPOLAH UNITED

12/08/2010

Bobotoh Indramayu Sambut Persib

Persib memang bukan hanya dicintai masyarakat Kota Bandung. Buktinya, masyarakat di Indramayu yang notabenenya adalah bobotoh dengan antusias menyambut kedatangan rombongan Persib yang akan melakukan pemusatan latihan atau "training centre" di sana, Rabu (8/12).

aat bus Persib masuk daerah Indramayu bobotoh sudah menyambutnya. Sepanjang jalan menuju Hotel Wiwi Perkasa, tempat Atep dkk. menginap, bobotoh bersorak-sorai dan melambaikan tangan kepada pemain. Mereka memberikan dukungan Persib latihan di Indramayu. Rombongan tiba pukul 19.15 WIB.

Tim bertolak dari Stadion Persib pukul 13.00. Dengan menggunakan Bus dan mobil kecil, rombongan menempuh perjalanan melalui jalur pantai utara melewati Subang. Tim sempat beristirahat untuk makan siang di RM Sunda Sangkuriang di daerah Subang. Selama perjalanan dari Bandung menuju Indramayu, cuaca dalam kondisi hujan lebat disertai angin kencang. Hal ini membuat kendaraan yang mereka tumpangi lebih hati-hati dan berjalan santai.
Setiba di hotel, para pemain dan ofisial langsung menyantap makam malam. Setelah itu, Daniel mengumpulkan semua pemain dan ofisial untuk melakukan pertemuan di aula hotel membahas program pemusatan latihan di Indramayu. "Para pemain harus tahu program yang akan diterima, sehingga target latihan bisa tercapai," ujar pelatih Daniel Roekito
Read More »»

DR Siapkan Program Latihan Persib

BANDUNG - Pelatih baru Persib Bandung Daniel ‘DR’ Roekito rupanya belum mulai melatih para punggawa Persib pada sesi latihan, Senin (6/12/2010). Selain membiarkan Robby Darwis menghabiskan program Jovo Cuckovic, persoalan administrasi pun menjadi alasan.

Daniel mengaku baru akan mulai melatih pada saat pemusatan latihan (TC) di Kabupaten Subang yang akan berlangsung sejak Rabu (8/12/2010) besok. Pada saat TC tersebut, imbuhnya, dirinya akan langsung menerapkan program tanpa ampun bagi semua pemainnya.

"Gak ada ampun sudah. Tuntutan tim ini adalah setiap laga harus menang. Jadi, kalau mau menang ya harus serius. Apalagi banyak hal yang harus kita benahi, mulai dari fisik, teknik, taktik dan mental. Pada uji coba, terlihat tim ini masih kacau," ungkap Daniel yang memantau latihan di pinggir lapangan.

Eks pelatih Persiba Balikpapan ini menyatakan, sebelum tim berangkat ke Kabupaten Subang, dirinya akan melakukan tes cepat selama 40 menit. Tes yang dimaksudkan adalah untuk mengukur kondisi terakhir para pemain sebelum berangkat. Utamanya, kata Daniel, adalah untuk melihat sejauh mana fisik para punggawanya tersebut.

TC di Kabupaten Subang sendiri, jelas Daniel, akan dibagi dua tahap. Yang pertama, kata Daniel, adalah mengukur kemampuan fisik pemain untuk tampil selama 2x45 menit. Yang kedua, imbuhnya, untuk memaksimalkan kerjasama tim setelah sekitar dua pekan bersama di TC.

Di Kabupaten Subang juga, eks arsitek PSS Sleman ini akan mengadakan satu kali uji coba. Uji coba ini, imbuhnya, untuk mengukur hasil latihan yang diterapkannya. Setelah itu, timnya akan melawan Persema Malang pada 18 Desember nanti sebagai laga ujicoba sekaligus laga amal bagi korban bencana di Indonesia.

"Kalau ditanya apa target saya lawan Persema nanti, saya tidak punya target apa-apa. Tapi sebagai tuan rumah, tentu kita harus menang di hadapan bobotoh. Jadi, saya kembalikan kepada pemain mereka ingin apa di laga uji coba tersebut," jelasnya.

Namun, dirinya memastikan kondisi anak asuhnya pada saat laga uji coba hanya sekitar 70%. Sebab, pada saat uji coba berlangsung, program latihan baru pada tahap pertengahan. "Tapi tidak masalah karena ini kan sudah diprogramkan sejak jauh hari sebelum saya datang. Kita tetap maksimal saja," ujarnya.

Asisten pelatih Robby Darwis mengatakan, TC di Kabupaten Subang akan fokus membenahi kecepatan para pemain. Termasuk, dalam hal kerjasama tim dan strategi bermain. Fisik pun menjadi fokus pembenahan sesuai dengan program yang diakuinya sudah ada.

"Program sudah ada dan langsung kita terapkan saat TC nanti. Semua materi ada di sana. Kita akan genjot fisik habis-habisan dan juga akan mengasah kemampuan kerjasama di lapangan. Dan kebersamaan juga menjadi salah satu program penting," pungkas Robby.
Read More »»

Rancang Laga Uji Coba

Selain berlatih secara intensif, tim pelatih Persib Bandung pun merencanakan pertandingan uji coba selama menjalani masa pemusatan latihan di Indramayu. Namun, sejauh ini belum diketahui calon lawan dan jadwal pertandingan uji coba tersebut digelar.

Adanya program pertandingan uji coba selama masa pemusatan latihan di Indramayu itu dibenarkan oleh Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. "Pertandingan uji coba pasti sudah diprogramkan tim pelatih. Soal lawannya, saya serahkan kepada tim pelatih," kata Umuh ketika dihubungi "GM", Selasa (7/12).

Selain untuk mengetahui perkembangan hasi latihan, pertandingan uji coba selama di Indramayu ini pun diharapkan bisa lebih meningkatkan kerjasama pemain di lapangan. Dikatakan Umuh, kemungkinan besar lawan yang akan dijadikan sparring oleh Persib adalah tim-tim lokal yang bermarkas di sekitar Indramayu.

"Sebelumnya kita pernah beruji tanding di Cirebon dan Kuningan. Kali ini, tidak ada salahnya untuk melawan tim-tim dari Indramayu dan kota-kota lain di sekitarnya," kata Umuh.

Berlatih dulu

Sebelumnya, asisten pelatih Persib, Robby Darwis sempat mengatakan, selama menjalani masa pemusatan latihan, tim pelatih setidaknya memprogramkan satu pertandingan uji coba. Laga uji coba ini, katanya, merupakan pertandingan pendahuluan sebelum laga uji coba dengan tim sepadan yaitu, Persema Malang dalam partai amal di Stadion Siliwangi, 18 Desember mendatang.

Berdasarkan rencana, seluruh anggota skuad Persib akan bertolak menuju Indramayu pada Rabu (8/12) pagi. Sebelum berangkat, Nova Arianto dan kawan-kawan masih akan menjalani sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung.

"Sebelum berangkat, kita masih akan lakukan sesi latihan pagi. Setelah latihan, para pemain baru berkemas untuk berangkat ke Indramayu," kata Robby.
Read More »»

12/06/2010

Daniel Akan Pasang Tiga Striker

Pelatih Persib, Daniel Roekito, dan asisten pelatih, Robby Darwis, sedikit membocorkan skema formasi yang akan menjadi karakteristik permainan Persib setelah pergantian kursi kepelatihan dari Jovo Cuckovic.

Jika Jovo cenderung menggunakan pola 4-4-2 dengan menempatkan empat bek, Nova Arianto, Maman Abdurahman, Baihakki Kaizan, dan Wildansyah, empat pemain tengah, Hariono, Atep, Eka Ramdani, dan Shahril, dan menduetkan Cristian Gonzalez dan Pablo Frances di depan, maka di era Daniel Roekito, pola permainan Persib cenderung menggunakan formasi 3-4-3.

Daniel memang hanya menyebutkan bahwa ia akan menggunakan tiga striker sekaligus mengingat Persib memiliki stok striker yang cukup banyak, lima orang penyerang, yakni Gonzalez, Hilton Moreira, Pablo, Rahmat Affandi, dan Airlangga Sucipto.

"Semua striker Persib bagus-bagus dan naluri gol mereka tak usah diragukan lagi. Jadi, buat apa kita tidak memaksimalkannya di lapangan? Jadi nanti saya akan langsung menempatkan tiga striker sekaligus di lapangan," kata Daniel kepada Tribun, Minggu (5/12).

Skema serangan tiga striker tersebut, kata Daniel, akan membuat serangan Persib jauh lebih tajam. "Kita tidak akan menerapkan strategi ini di kandang saja, tapi main di luar kandang juga akan tetap menggunakan tiga striker," kata Daniel.

Sementara itu, untuk formasi di barisan pertahanan, Robby menyebutkan bahwa tim pelatih menyiapkan formasi tiga pemain belakang mengingat kualitas pemain belakang memang lebih cocok menggunakan posisi tiga bek sejajar.

"Kita mengarah ke formasi tiga pemain belakang soalnya pemain belakang yang kita punya lebih cocok ditempatkan sebagai tiga pemain belakang ketimbang memasang empat pemain belakang. Tapi semuanya akan melihat kondisi lawan yang akan dihadapi nantinya," kata Robby.
Read More »»

Mental Persib Jadi Prioritas

Pembenahan mental para pemain akan menjadi fokus pelatih anyar Persib Bandung, Daniel Roekito pada training center (TC) yang akan dilaksanakan di Subang mulai Rabu (8/12) mendatang.

Menurut Daniel, mental para pemain Persib bukan buruk atau lemah. Namun diakuinya, akibat hasil yang diperoleh Persib di awal musim Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011 ini, mental para pemain perlu dipoles kembali.

"Rasa percaya diri, loyalitas, dan motivasi para pemain perlu dibangkitkan kembali. Fighting spirit mereka harus muncul agar Persib bisa bangkit dari posisinya sekarang ini," kata Daniel kepada wartawan, Minggu (5/12).

Selain itu, lanjut Daniel, Persib harus memiliki karakter saat bermain. Tanpa karakter yang jelas, Persib akan terus terpuruk seperti. Oleh karenanya pada TC mendatang, Daniel juga akan menanamkan taktik bermain.

"Memang akan ada perubahan strategi. Tetapi itu tidak akan membuat perubahan posisi secara besar-besaran. Para pemain akan tetap menempatkan diri di posisi sebelumnya," jelas Daniel.

Diakuinya, berdasarkan pengamatannya pada uji coba melawan Saint Prima beberapa waktu lalu, sejumlah pemain masih terlihat menggantungkan diri para pemain lainnya. Padahal dalam sepak bola, kerja sama merupakan hal yang sangat prinsip. Pemain harus menjalankan perannya masing-masing. "Ketergantungan pada satu dua pemain harus diminimalisasi. Semua harus bekerja sama," tuturnya.

Pada TC mendatang, Daniel pun berharap kejadian di Cirebon beberapa waktu lalu tidak terulang. Meski akan menerapkan disiplin tinggi, Daniel berjanji akan tetap memberikan sentuhan khusus kepada para anak asuhnya.

"Harus ada pendekatan manusiawi kepada para pemain. Tetapi disiplin tentu menjadi keharusan. Mereka tidak boleh terbebani dengan kemenangan. Tetapi mereka harus sadar bahwa kemenangan merupakan kewajiban bagi seorang pesepak bola profesional," tegasnya.

Rencananya, selama TC di Subang, Persib juga akan melakukan serangkaian uji coba. Namun hingga kemarin, belum diketahui lawan yang akan dihadapi Persib pada laga uji coba tersebut.
Read More »»

Contohlah Riedl, Daniel!

Persib Bandung harus mencontoh timnas Indonesia di ajang AFF Cup 2010 yang berani menurunkan pemain muda. Pemain muda terbukti mampu mendongkrak prestasi Indonesia di ajang bergengsi tingkat ASEAN ini.

"Alfred Riedl berani memainkan pemain muda seperti Oktavianus Maniani, Ahmad Bustomi atau Beny Wahyudi. Terbukti militansi mereka bisa membuat Indonesia bermain lebih baik," ujar mantan pemain Persib Bandung, Bambang Sukowiyono (BS), Minggu (5/12).

Menurutnya, pelatih Indonesia, Alred Riedl tidak terlalu mengedepankan kebintangan pemain. Pemain yang dianggap memiliki kemampuan dan kesiapan untuk bermain akan menjadi pilihan utamanya.

"Pemain muda Persib pun memiliki kemampuan yang cukup baik. Jika diberi kesempatan maka mereka pun akan menunjukkan kualitasnya. Apalagi sebagai pemain muda tentu akan memiliki fighting spirit yang tinggi. Ini sangat bagus untu Persib," katanya.

Dikatakan, dengan munculnya pemain muda, militansi timnas Indonesia pun semakin tinggi. Hal itu sebenarnya bukan hal yang sulit untuk dimunculkan di tubuh Persib.

"Kuncinya disiplin. Disiplin harus menjadi keharusan di dalam sebuah tim. Disiplin akan muncul jika ada kemauan di dalam tim. Semua elemen di dalam tim harus mendukungnya. Mulai dari pelatih, pemain, dan manajemen. Semua harus disiplin. Jika itu dilakukan maka militansi pun akan muncul. Itu yang selama ini dilakukan Riedl," jelas mantan asisten pelatih timnas Indonesia U-16 ini.

Hal senada diungkapkan pegiat komunitas Persib Watch, Yaman. "Yang perlu dicontoh bagaimana timnas Indonesia menciptakan bintang-bintang sepak bola baru. Alfed Riedl mampu menciptakan bintang baru seperti Irfan Bachdim atau Octavianus Maniani. Sedangkan Persib hanya baru bisa mengumpulkan bintang dan bukan menciptakannya," kata Yaman.
Read More »»

Daniel, "Pemain Muda Pasti Dimainkan"

Pelatih anyar Persib Bandung, Daniel Roekito berjanji akan memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk berlaga. Daniel menilai, pemain muda Persib memiliki skill yang cukup baik.

"Pemain muda Persib cukup potensial. Hanya jam terbangnya saja yang masih kurang. Karenanya mereka pasti akan memperoleh kesempatan untuk bermain," kata Daniel melalui telepon kepada wartawan, Minggu (5/12).

Menurut Daniel, para pemain muda tersebut sangat dibutuhkan. Apalagi jadwal pertandingan Persib di sisa putaran I cukup padat. "Tentu akan dimainkan sesuai kebutuhan. Jika dimainkan secara sekaligus sangat berisiko. Tetap perlu bimbingan dari pemain senior," katanya.

Mulai Januari mendatang, Persib memang akan melewati padatnya jadwal pertandingan. Pada 2 Januari, Persib akan tandang menghadapi Sriwijaya FC. Tiga hari berikutnya, Persib akan menjamu Persibo Bojonegoro di Stadion Siliwangi. Lalu Persijap Jepara pada 8 Januari.

Setelah istirahat sekitar sepekan, Persib kembali harus berangkat ke Kalimantan menghadapi Bontang FC (Minggu, 16/1) dan Persisam Samarinda (Kamis, 20/1). Pulang dari Kalimantan, Persib langsung akan dijajal Arema (Minggu, 23/1) dan Persema Malang (Rabu, 26/1). Kemudian Persib harus ke Papua menghadapi Persiwa Wamena (Minggu, 30/1) dan Persipura Jayapura (Rabu, 2/2). Hanya beristirahat empat hari, Persib akan menjamu Pelita Jaya (Kamis, 6/2).

"Melihat jadwal seperti itu, pemain muda tentu sangat dibutuhkan. Ini sekaligus untuk memunculkan motivasi mereka untuk bisa bersaing dengan pemain lainnya," tukas Daniel.
Read More »»