Wakil presiden federasi sepakbola ASEAN [AFF] yang juga mantan presiden federasi sepakbola Filipina [PFF] Johnny Romualdez mengingatkan The Azkals terhadap kemungkinan adanya sabotase dari tuan rumah Indonesia dalam dua laga semi-final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.
Dilansir Philstar, Romualdez mengatakan, ada rumor di luar lapangan yang menyebutkan sejumlah petaruh berusaha mengatur skor pertandingan, dan bahkan ingin meracuni makanan tim Filipina.
Romualdez bertindak sebagai pengawas pertandingan ketika Indonesia mengalahkan Malaysia, Laos dan Thailand, sehingga lolos ke semi-final dengan nilai sempurna. Romualdez memperkirakan sindikasi judi akan berperan dalam laga empat besar ini.
“Keuntungan sebagai tuan rumah menjadi faktor utama. Ketika tim kami masuk ke dalam lapangan untuk melakukan pemanasan 20 hingga 30 menit sebelum laga, akan ada 20 sampai 30 ribu fans yang mencemooh,” ujar Romualdez
“Cemoohan itu akan semakin menjadi ketika stadion dipenuhi hampir 90 ribu penonton. Mereka tidak akan berhenti mencemooh sekeras mungkin ketika lagu kebangsaan dinyanyikan. Itu sangat mengerikan. Jika Anda tidak bisa mengatasinya, Anda akan gemetaran.”
“Sangat penting bagi pemain kami untuk mengendalikan emosi mereka. Anda tidak boleh hilang kesabaran ketika mendapat cemoohan. Anda harus bisa mengabaikan penonton.”
Selain pernyataan di atas, Romualdez juga menuding ada berbagai upaya yang dilakukan tuan rumah untuk melemahkan lawannya. Ditengarai sejumlah bandar judi juga ikut berperan.
“Dalam penyisihan grup, saya melihat sejumlah pemain dari salah satu tim berpesta dengan gadis-gadis pada tengah malah. Anda tentu bisa menduga dari mana asal gadis-gadis tersebut. Selain itu, ada kemungkinan upaya meracuni makanan,” kata Romualdez.
“Sejumlah tim selalu membawa juru masak sendiri untuk menyiapkan makanan bagi pemain, sehingga mereka tidak bergantung kepada makanan yang disediakan tuan rumah. Mereka bisa menyabotase makanan Anda. Tapi sekarang sudah tidak menakutkan lagi seperti dulu. Sebab, AFF sudah melakukan pengawasan ketat.”
Read More »»
Blog untuk bobotoh Persib Saalam Dunya Semua berita tentang Persib dan sepakbola Indonesia Download Software dan Mp3 gratis Tip dan trik blog Menghasilkan Uang di Internet Persib Shopee liga 1 transfer Windows berita seputar Rajapolah,Tasikmalaya,Jawa barat Berita CPNS Kab Tasikmalaya Kerajinan Rajapolah
12/16/2010
JAKARTA-
Menjalani dua laga semifinal di kandang sendiri membuat kubu Indonesia optimistis bisa masuk final. Satu syarat yang harus dipenuhi untuk mewujudkan itu adalah fokus sepanjang 90 menit laga melawan Filipina di Stadion Gelora Bung Karno (SGBK) Senayan Jakarta, Kamis (16/12) malam.
Demikian diungkapkan asisten pelatih timnas Indonesia, Wolfgang Pikal dalam konferensi pers jelang semifinal pertama Piala AFF 2010 di ASEAN Room, Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/12) siang WIB.
Tuntutan agar pemain tetap fokus selama 90 menit dianggap sangat penting karena tingginya ekspektasi publik sepak bola Indonesia akan performa Firman Utina cs.
"Kalau soal taktik itu bukan kebiasaan kami membicarakan di sini, tapi ekspektasinya sangat tinggi. Kita harap para pemain bisa fokus selama 90 menit karena itu kunci buat kita," ujar Pikal yang datang mewakili Alfred Riedl.
Dilanjutkan pria asal Austria itu, kubu Indonesia menaruh respek yang tinggi terhadap Filipina terkait sukses tim tersebut menundukkan Vietnam dan menahan imbang Singapura untuk kemudian merebut tiket semifinal. Namun karena sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, tiket ke final diyakini bakal bisa dikantongi pasukan "Merah Putih".
"Kami juga menaruh respek pada Filipina, mereka punya sembilan pemain blasteran. Tidak pernah kalah di fase grup dan hanya kebobolan satu gol. Karena itulah kami menaruh respek pada mereka."
"Namun kami sudah mempelajari kekuatan dan kelemahan mereka, jadi kami optimistis di dua leg semifinal ini dan bisa melaju ke final. Kita sendiri punya keuntungan main dua kali di Jakarta, jadi kita harap kita bisa melaju ke final," tuntas Pikal.
Younghusband bersaudara
Di antara banyak pemain blasteran yang dimiliki Filipina, Younghusband bersaudara jadi yang paling menarik perhatian. Terhadap mereka, Indonesia mengaku tak khawatir dan siap meredupkan sinar keduanya.
Sukses Filipina mengejutkan ASEAN dengan lolos ke semifinal Piala AFF tak bisa dilepaskan dari banyaknya pemain blasteran yang kini memperkuat tim tersebut. Negara yang sebelumnya sering jadi bulan-bulanan itu mampu menundukkan Vietnam dan mengimbangi Singapura.
Kelolosan Filipina ke babak semifinal tak bisa dilepaskan dari Younghusband bersaudara, James dan Phil. James berposisi sebagai sayap kanan. Dalam tiga partai, pergerakannya di sayap dan umpan-umpan silangnya kerap membahayakan pertahanan.
Sementara adiknya, Phil, berposisi sebagai striker dengan bertinggi 180 cm dan punya keunggulan lewat duel udara. Dengan ditangani McMenemy yang asal Inggris, taktik umpan-umpan panjang bakal jadi andalan Filipina.
Kedua pemain tersebut bisa menjadi ancaman nyata buat pertahanan Indonesia dalam dua laga semifinal yang akan dilangsungkan pada 16 dan 19 Desember. Meski begitu, tim Indonesia sudah menyiapkan antisipasi untuk meredam duo tersebut. "Pemain bersaudara ini bagus tapi kami akan mencoba sebisa mungkin untuk tidak membuat mereka bersinar besok," tegasnya.
Kewaspadaan terhadap Younghusband bersaudara sebelumnya sempat disuarakan Direktur Teknik PSSI, Sutan Harhara. Penilaian tersebut datang setelah dirinya menyaksikan langsung laga Filipina kontra Myanmar di fase grup.
Read More »»
Menjalani dua laga semifinal di kandang sendiri membuat kubu Indonesia optimistis bisa masuk final. Satu syarat yang harus dipenuhi untuk mewujudkan itu adalah fokus sepanjang 90 menit laga melawan Filipina di Stadion Gelora Bung Karno (SGBK) Senayan Jakarta, Kamis (16/12) malam.
Demikian diungkapkan asisten pelatih timnas Indonesia, Wolfgang Pikal dalam konferensi pers jelang semifinal pertama Piala AFF 2010 di ASEAN Room, Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/12) siang WIB.
Tuntutan agar pemain tetap fokus selama 90 menit dianggap sangat penting karena tingginya ekspektasi publik sepak bola Indonesia akan performa Firman Utina cs.
"Kalau soal taktik itu bukan kebiasaan kami membicarakan di sini, tapi ekspektasinya sangat tinggi. Kita harap para pemain bisa fokus selama 90 menit karena itu kunci buat kita," ujar Pikal yang datang mewakili Alfred Riedl.
Dilanjutkan pria asal Austria itu, kubu Indonesia menaruh respek yang tinggi terhadap Filipina terkait sukses tim tersebut menundukkan Vietnam dan menahan imbang Singapura untuk kemudian merebut tiket semifinal. Namun karena sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, tiket ke final diyakini bakal bisa dikantongi pasukan "Merah Putih".
"Kami juga menaruh respek pada Filipina, mereka punya sembilan pemain blasteran. Tidak pernah kalah di fase grup dan hanya kebobolan satu gol. Karena itulah kami menaruh respek pada mereka."
"Namun kami sudah mempelajari kekuatan dan kelemahan mereka, jadi kami optimistis di dua leg semifinal ini dan bisa melaju ke final. Kita sendiri punya keuntungan main dua kali di Jakarta, jadi kita harap kita bisa melaju ke final," tuntas Pikal.
Younghusband bersaudara
Di antara banyak pemain blasteran yang dimiliki Filipina, Younghusband bersaudara jadi yang paling menarik perhatian. Terhadap mereka, Indonesia mengaku tak khawatir dan siap meredupkan sinar keduanya.
Sukses Filipina mengejutkan ASEAN dengan lolos ke semifinal Piala AFF tak bisa dilepaskan dari banyaknya pemain blasteran yang kini memperkuat tim tersebut. Negara yang sebelumnya sering jadi bulan-bulanan itu mampu menundukkan Vietnam dan mengimbangi Singapura.
Kelolosan Filipina ke babak semifinal tak bisa dilepaskan dari Younghusband bersaudara, James dan Phil. James berposisi sebagai sayap kanan. Dalam tiga partai, pergerakannya di sayap dan umpan-umpan silangnya kerap membahayakan pertahanan.
Sementara adiknya, Phil, berposisi sebagai striker dengan bertinggi 180 cm dan punya keunggulan lewat duel udara. Dengan ditangani McMenemy yang asal Inggris, taktik umpan-umpan panjang bakal jadi andalan Filipina.
Kedua pemain tersebut bisa menjadi ancaman nyata buat pertahanan Indonesia dalam dua laga semifinal yang akan dilangsungkan pada 16 dan 19 Desember. Meski begitu, tim Indonesia sudah menyiapkan antisipasi untuk meredam duo tersebut. "Pemain bersaudara ini bagus tapi kami akan mencoba sebisa mungkin untuk tidak membuat mereka bersinar besok," tegasnya.
Kewaspadaan terhadap Younghusband bersaudara sebelumnya sempat disuarakan Direktur Teknik PSSI, Sutan Harhara. Penilaian tersebut datang setelah dirinya menyaksikan langsung laga Filipina kontra Myanmar di fase grup.
Read More »»
Selain menyoroti kinerja pemain muda yang menurutnya cukup bagus, pelatih Persib, Daniel Roekito pun sempat mengkritik performa gelandang asal Singapura, Shahril Ishak. Menurut mantan pelatih Persiba Balikpapan ini, sebagai seorang gelandang, mobilitas pemain yang baru membela negaranya di Piala AFF 2010 ini masih sangat kurang.
"Secara teknis dan skill, saya kira tidak ada masalah. Dia pemain bagus. Begitu juga kondisi fisik, tidak terlalu masalah. Hanya saja, sebagai seorang gelandang pergerakannya masih sangat kurang," kata Daniel usai pertandingan uji coba antara Persib dan Persindra Indramayu di Stadion Tridaya Indramayu, Rabu (15/12).
Dalam pertandingan ini, Shahril dimasukkan Daniel pada menit ke-40 menggantikan Munadi. Daniel mencontohkan, akibat minimnya pergerakan, Shahril sempat membuang dua peluang yang didapatkannya dalam pertandingan tersebut. "Saya melihat, setidaknya ada dua momen yang membutuhkan pergerakan cepat Shahril. Tapi, momen itu terbuang karena dia tidak menjemput bola," kata Daniel.
Ketika julukan sebagai "gelandang berjalan" diungkapkan, Daniel dengan sigap mengungkapkan kesepakatannya. "Ya, gelandang berjalan. Itu tidak boleh terjadi lagi untuk seorang gelandang," kata Daniel.
Meskipun demikian, Daniel bisa memahami kondisi stamina Shahril yang belum prima karena baru bergabung dua hari di Indramayu. "Sebenarnya, program pemusatan latihan di sini pun belum selesai. Mestinya hingga 23 Desember 2010. Tapi karena ada pertandingan uji coba, kita akhiri masa pemusatan latihan yang sebenarnya memasuki tahap berat ini," kata Daniel.
Untuk kondisi seluruh pemainnya, Daniel menargetkan pada 27 Desember 2010, sudah mencapai level 80%. "Pokoknya, kondisi Persib sudah 80 persen dan siap main," katanya.
Read More »»
"Secara teknis dan skill, saya kira tidak ada masalah. Dia pemain bagus. Begitu juga kondisi fisik, tidak terlalu masalah. Hanya saja, sebagai seorang gelandang pergerakannya masih sangat kurang," kata Daniel usai pertandingan uji coba antara Persib dan Persindra Indramayu di Stadion Tridaya Indramayu, Rabu (15/12).
Dalam pertandingan ini, Shahril dimasukkan Daniel pada menit ke-40 menggantikan Munadi. Daniel mencontohkan, akibat minimnya pergerakan, Shahril sempat membuang dua peluang yang didapatkannya dalam pertandingan tersebut. "Saya melihat, setidaknya ada dua momen yang membutuhkan pergerakan cepat Shahril. Tapi, momen itu terbuang karena dia tidak menjemput bola," kata Daniel.
Ketika julukan sebagai "gelandang berjalan" diungkapkan, Daniel dengan sigap mengungkapkan kesepakatannya. "Ya, gelandang berjalan. Itu tidak boleh terjadi lagi untuk seorang gelandang," kata Daniel.
Meskipun demikian, Daniel bisa memahami kondisi stamina Shahril yang belum prima karena baru bergabung dua hari di Indramayu. "Sebenarnya, program pemusatan latihan di sini pun belum selesai. Mestinya hingga 23 Desember 2010. Tapi karena ada pertandingan uji coba, kita akhiri masa pemusatan latihan yang sebenarnya memasuki tahap berat ini," kata Daniel.
Untuk kondisi seluruh pemainnya, Daniel menargetkan pada 27 Desember 2010, sudah mencapai level 80%. "Pokoknya, kondisi Persib sudah 80 persen dan siap main," katanya.
Read More »»
INDRAMAYU,-
Kendati dari sisi permainan dinilainya masih jauh dari sempurna, pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito memuji penampilan sejumlah pemain muda pada pertandingan uji coba melawan Persindra Indramayu di Stadion Tridaya Indramayu, Rabu (15/12). Dalam pertandingan uji coba itu, Persib mencatat kemenangan 5-0 atas Persindra. Kelima gol Persib disumbangkan Wildansyah pada menit 4, Atep menit ke-5 dan 36, Airlangga menit ke-63, dan Rahmat Afandi pada menit 72.
Dalam pertandingan yang disaksikan ribuan penonton yang memadati Stadion Tridaya hingga ke pinggir lapangan, pelatih Daniel Roekito menurunkan semua pemain muda, kecuali Rendi Saputra, sebagai starter. Dengan formasi 3-4-3, Muhammad Agung Pribadi dan Yudi Khoerudin diplot sebagai stoper mendampingi Nova Arianto. Di sektor gelandang, Daniel juga menempatkan Munadi dan Wildansyah di antara Hariono dan Siswanto. Sedangkan trio lini depan diisi Pablo Frances, Airlangga, dan Atep.
"Kalau dari sisi permainan, saya lihat masih jauh dari sempurna. Tapi, beberapa pemain muda yang selama ini jarang diberi kesempatan main bermain cukup bagus. Agung misalnya, dia main cukup bagus. Tapi, karena selama ini jarang mendapatkan kesempatan main, mental bertandingnya jadi kurang bagus. Begitu juga dengan Munadi dan pemain muda lainnya," kata Daniel, usai pertandingan.
Karena potensi besar para pemain mudanya, Daniel berjanji untuk terus mematangkan mereka pada pertandingan uji coba berikutnya melawan Persema Malang di Stadion Siliwangi, Sabtu (18/12) mendatang.
"Saya akan kembali turunkan pemain muda lawan Persema. Jika selama ini di Persib ada istilah pemain kedua, saya tidak mengenalnya," tandas mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.
Penilaian serupa tentang penampilan Atep dan kawan-kawan dalam pertandingan uji coba melawan Persindra dilontarkan Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. "Saya sangat senang dengan permainan anak-anak. Yang paling terlihat adalah adanya perubahan mental bertanding para pemain dibandingkan sebelumnya. Jika biasanya pada pertandingan uji coba mereka berleha-leha, kali ini mereka tidak. Meski pertandingan berlangsung keras, pemain tetap fight," kata Umuh.
Diserbu penonton
Seperti biasanya jika Persib bertanding di daerah, usai pertandingan melawan Persindra yang dipimpin wasit Liga Super Indonesia, Iis Isya Permana, para pemain langsung diserbu ribuan bobotoh yang memadati stadion. Bahkan, ketika pertandingan masih berlangsung pun, mereka sudah berjubel di pinggir lapangan, khususnya di bench Persib.
Meski harus sedikit "berjibaku", pihak keamanan dan panitia pelaksana yang dikomandoi bobotoh bisa mengamankan para pemain dan seluruh anggota ofisial tim hingga kembali ke hotel yang jaraknya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Atas kesigapan pihak keamanan dan bobotoh tersebut, Umuh tak segan melontarkan pujiannya. "Meski penonton berjubel dan menyerbu, semuanya bisa berjalan dengan tertib. Terima kasih untuk bobotoh dan pihak keamanan," kata Umuh
Read More »»
Kendati dari sisi permainan dinilainya masih jauh dari sempurna, pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito memuji penampilan sejumlah pemain muda pada pertandingan uji coba melawan Persindra Indramayu di Stadion Tridaya Indramayu, Rabu (15/12). Dalam pertandingan uji coba itu, Persib mencatat kemenangan 5-0 atas Persindra. Kelima gol Persib disumbangkan Wildansyah pada menit 4, Atep menit ke-5 dan 36, Airlangga menit ke-63, dan Rahmat Afandi pada menit 72.
Dalam pertandingan yang disaksikan ribuan penonton yang memadati Stadion Tridaya hingga ke pinggir lapangan, pelatih Daniel Roekito menurunkan semua pemain muda, kecuali Rendi Saputra, sebagai starter. Dengan formasi 3-4-3, Muhammad Agung Pribadi dan Yudi Khoerudin diplot sebagai stoper mendampingi Nova Arianto. Di sektor gelandang, Daniel juga menempatkan Munadi dan Wildansyah di antara Hariono dan Siswanto. Sedangkan trio lini depan diisi Pablo Frances, Airlangga, dan Atep.
"Kalau dari sisi permainan, saya lihat masih jauh dari sempurna. Tapi, beberapa pemain muda yang selama ini jarang diberi kesempatan main bermain cukup bagus. Agung misalnya, dia main cukup bagus. Tapi, karena selama ini jarang mendapatkan kesempatan main, mental bertandingnya jadi kurang bagus. Begitu juga dengan Munadi dan pemain muda lainnya," kata Daniel, usai pertandingan.
Karena potensi besar para pemain mudanya, Daniel berjanji untuk terus mematangkan mereka pada pertandingan uji coba berikutnya melawan Persema Malang di Stadion Siliwangi, Sabtu (18/12) mendatang.
"Saya akan kembali turunkan pemain muda lawan Persema. Jika selama ini di Persib ada istilah pemain kedua, saya tidak mengenalnya," tandas mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.
Penilaian serupa tentang penampilan Atep dan kawan-kawan dalam pertandingan uji coba melawan Persindra dilontarkan Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. "Saya sangat senang dengan permainan anak-anak. Yang paling terlihat adalah adanya perubahan mental bertanding para pemain dibandingkan sebelumnya. Jika biasanya pada pertandingan uji coba mereka berleha-leha, kali ini mereka tidak. Meski pertandingan berlangsung keras, pemain tetap fight," kata Umuh.
Diserbu penonton
Seperti biasanya jika Persib bertanding di daerah, usai pertandingan melawan Persindra yang dipimpin wasit Liga Super Indonesia, Iis Isya Permana, para pemain langsung diserbu ribuan bobotoh yang memadati stadion. Bahkan, ketika pertandingan masih berlangsung pun, mereka sudah berjubel di pinggir lapangan, khususnya di bench Persib.
Meski harus sedikit "berjibaku", pihak keamanan dan panitia pelaksana yang dikomandoi bobotoh bisa mengamankan para pemain dan seluruh anggota ofisial tim hingga kembali ke hotel yang jaraknya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Atas kesigapan pihak keamanan dan bobotoh tersebut, Umuh tak segan melontarkan pujiannya. "Meski penonton berjubel dan menyerbu, semuanya bisa berjalan dengan tertib. Terima kasih untuk bobotoh dan pihak keamanan," kata Umuh
Read More »»
12/15/2010
Menjalani latihan berat sejak Rabu (8/12) di Indramayu, membuat Atep dkk. dalam kondisi kelelahan. Namun, mental, disiplin, kolektifitas permainan, daya juang tim serta kemampuan individu pemain meningkat pesat. Pada uji coba melawan Persindra Rabu (15/12), para pemain sudah memperlihatkan kemajuan yang signifikan diberbagai aspek, khususnya mental dan semangat bermain. Pelatih Daniel Roekito memaklumi kondisi pemain saat ini karena masih dalam program latihan fisik. "Namun, mereka tetap bersemangat dalam uji coba. Ini sesuatu yang bagus. Berarti pemain memiliki kemauan kuat," ujarnya.
Dalam uji coba, Daniel menerapkan formasi 3-4-3. Dengan formasi baru dari semula 4-4-2, menurut "stopper" Nova Arianto menjadi lebih solid. Meski formasi bukanlah hal yang paling utama, pemain yang sedang dalam masa pembentukkan ini telah diberi suntikan semangat, warna baru, serta motivasi yang mengugah oleh pelatih baru. Menurutnya, Daniel lebih terbuka kepada pemain mengenai permasalahan di lapangan. Hal tersebut membuat pemain tidak canggung dan termotivasi untuk bertanya dan berdiskusi, khususnya para pemain muda. "Apapun formasinya, jika kita tidak bersungguh-sungguh dan bermain sepenuh hati, ya sama saja. Saat ini kami sedang dalam proses perubahan menuju lebih baik. Semoga efek dari latihan ini akan memberikan nilai positif bagi Persib," ujar Nova.
Senada dengan Nova, striker asal Argentina Pablo Alejandro Frances mengatakan, Persib saat ini sudah berbeda dengan beberapa minggu ke belakang. Pasalnya, kedatangan Daniel dinilai Pablo memberikan nilai positif. Menurutnya, latihan di bawah pimpinan Daniel lebih bervariasi dan demokratis. Pemain bisa berdiskusi di lapangan saat latihan. Tidak hanya itu, Daniel tidak membeda-bedakan pemain, baik itu pemain senior atau junior. Semua mendapatkan perhatian serta kesempatan yang sama. "Pelatih membuat para junior lebih bersemangat latihan, dan kita semakin bermain cantik," ujar Pablo
Read More »»
Dalam uji coba, Daniel menerapkan formasi 3-4-3. Dengan formasi baru dari semula 4-4-2, menurut "stopper" Nova Arianto menjadi lebih solid. Meski formasi bukanlah hal yang paling utama, pemain yang sedang dalam masa pembentukkan ini telah diberi suntikan semangat, warna baru, serta motivasi yang mengugah oleh pelatih baru. Menurutnya, Daniel lebih terbuka kepada pemain mengenai permasalahan di lapangan. Hal tersebut membuat pemain tidak canggung dan termotivasi untuk bertanya dan berdiskusi, khususnya para pemain muda. "Apapun formasinya, jika kita tidak bersungguh-sungguh dan bermain sepenuh hati, ya sama saja. Saat ini kami sedang dalam proses perubahan menuju lebih baik. Semoga efek dari latihan ini akan memberikan nilai positif bagi Persib," ujar Nova.
Senada dengan Nova, striker asal Argentina Pablo Alejandro Frances mengatakan, Persib saat ini sudah berbeda dengan beberapa minggu ke belakang. Pasalnya, kedatangan Daniel dinilai Pablo memberikan nilai positif. Menurutnya, latihan di bawah pimpinan Daniel lebih bervariasi dan demokratis. Pemain bisa berdiskusi di lapangan saat latihan. Tidak hanya itu, Daniel tidak membeda-bedakan pemain, baik itu pemain senior atau junior. Semua mendapatkan perhatian serta kesempatan yang sama. "Pelatih membuat para junior lebih bersemangat latihan, dan kita semakin bermain cantik," ujar Pablo
Read More »»
Persib akhirnya berhasil menang 5 gol tanpa balas atas tuan rumah Persindra Indramayu dalam laga uji coba di Stadion Tridaya Indramayu, Rabu (15/12) sore.
Dalam kemenangan telak tersebut, Atep memborong dua gol masing-masing menit 5 dan menit 37 melalui eksekusi tendangan penalti. Tiga gol lainnya dijaringkan Wildansyah menit 4, Airlangga Sucipto menit 63 dan Rahmat Afandi menit 71.
Dalam susunan pemain yang diturunkan dalam formasi 3-4-3, pelatih Persib, Daniel Roekito, menurunkan starting line up: Dadang Sudrajat (kiper); Nova Arianto, Wildansyah dan Yudi Khoerudin (bek).
Di posisi tengah menurunkan Atep, Agung Pribadi, Munadi dan Hariono. Sedangkan trisula lini depan menurunkan Airlangga Sucipto, Siswanto dan Pablo Frances.
Di bangku cadangan terdiri dari Johan Yoga, Rahmat Afandi, Shahril Ishak, Rendi Saputra dan Diaz Angga. Sementara Cecep Supriatna, Isnan Ali dan Jejen Zaenal masih mengalami cedera dan hanya menonton di pinggir lapangan
Read More »»
Dalam kemenangan telak tersebut, Atep memborong dua gol masing-masing menit 5 dan menit 37 melalui eksekusi tendangan penalti. Tiga gol lainnya dijaringkan Wildansyah menit 4, Airlangga Sucipto menit 63 dan Rahmat Afandi menit 71.
Dalam susunan pemain yang diturunkan dalam formasi 3-4-3, pelatih Persib, Daniel Roekito, menurunkan starting line up: Dadang Sudrajat (kiper); Nova Arianto, Wildansyah dan Yudi Khoerudin (bek).
Di posisi tengah menurunkan Atep, Agung Pribadi, Munadi dan Hariono. Sedangkan trisula lini depan menurunkan Airlangga Sucipto, Siswanto dan Pablo Frances.
Di bangku cadangan terdiri dari Johan Yoga, Rahmat Afandi, Shahril Ishak, Rendi Saputra dan Diaz Angga. Sementara Cecep Supriatna, Isnan Ali dan Jejen Zaenal masih mengalami cedera dan hanya menonton di pinggir lapangan
Read More »»
NDRAMAYU - Meski melihat perkembangan anak asuhnya yang cukup signifikan, namun pelatih Persib Bandung Daniel "DR" Roekito tetap memberikan porsi latihan berat. Sehingga, fisik para punggawanya bisa tetap berada pada posisi siap tempur.
Meski begitu, Daniel mengaku bahwa sejak awal dirinya selalu menerapkan latihan yang realistis. Maksudnya, kata Daniel, adalah menerapkan program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan tim saat ini. "Jadi, semua bisa lihat saat uji coba kemarin, kita main taktis dan efektif. Ini karena kita dari awal menerapkan latihan yang realistis," ungkap Daniel, Senin (13/12/2010).
Eks pelatih Persiba Balikpapan ini menjelaskan, program latihan yang realistis juga berdasarkan masukan dari para pemain. Dia menyatakan, kehadirannya di Persib sejak awal adalah menggantikan posisi Jovo Cuckovic yang sudah melakoni enam laga sebelumnya.
Artinya, jelas Daniel, para pemain masih mengadopsi pola yang diberikan pelatih sebelumnya. Selama ini, dia menilai pola yang diterapkan pelatih sebelumnya terlalu kaku dan membuat para pemain tidak berkembang. Apalagi, dirinya juga mendapat banyak masukan dari anak asuhnya.
"Saya ajak anak-anak bicara, apa mau mereka. Setelah mereka bicara dan memberikan masukan, baru saya terapkan dengan program yang saya punya. Hasilnya, saya realistis saja bahwa latihan yang kita lakukan agar tim ini terus menang. Jadi, praktis saja latihan strateginya," jelasnya.
Read More »»
Meski begitu, Daniel mengaku bahwa sejak awal dirinya selalu menerapkan latihan yang realistis. Maksudnya, kata Daniel, adalah menerapkan program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan tim saat ini. "Jadi, semua bisa lihat saat uji coba kemarin, kita main taktis dan efektif. Ini karena kita dari awal menerapkan latihan yang realistis," ungkap Daniel, Senin (13/12/2010).
Eks pelatih Persiba Balikpapan ini menjelaskan, program latihan yang realistis juga berdasarkan masukan dari para pemain. Dia menyatakan, kehadirannya di Persib sejak awal adalah menggantikan posisi Jovo Cuckovic yang sudah melakoni enam laga sebelumnya.
Artinya, jelas Daniel, para pemain masih mengadopsi pola yang diberikan pelatih sebelumnya. Selama ini, dia menilai pola yang diterapkan pelatih sebelumnya terlalu kaku dan membuat para pemain tidak berkembang. Apalagi, dirinya juga mendapat banyak masukan dari anak asuhnya.
"Saya ajak anak-anak bicara, apa mau mereka. Setelah mereka bicara dan memberikan masukan, baru saya terapkan dengan program yang saya punya. Hasilnya, saya realistis saja bahwa latihan yang kita lakukan agar tim ini terus menang. Jadi, praktis saja latihan strateginya," jelasnya.
Read More »»
Langganan:
Postingan (Atom)