KUALA LUMPUR,(GM)-
Hasil impresif yang ditorehkan timnas Indonesia di ajang Piala AFF Suzuki 2010 harus terhenti di tangan Malaysia dengan skor telak 0-3 di final leg pertama. Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl akhirnya angkat bicara mengenai masalah nonteknis yang dialami timnya sebelum menghadapi Malaysia.
Menurut pelatih asal Austria ini, ia menyesali banyaknya permintaan wawancara pada pemain dan agenda tak penting dari PSSI. Hal itu diungkapkan Riedl menjawab pertanyaan wartawan Indonesia di Malaysia setelah Cristian Gonzales dkk. menelan kekalahan pertamanya di Piala AFF 2010.
Diakui Riedl, ia terusik dengan eksploitasi tim baik dari media maupun PSSI.
"Ya media terlalu banyak minta wawancara tim. Belakangan ini aktivitas dari federasi (PSSI, red) juga agak mengganggu kami. Kegiatan-kegiatan yang berlebihan dan tidak perlu," sindir Riedl. "Mungkin habis (kekalahan) ini, kalian (media) baru akan down to earth," sambungnya.
Euforia terhadap timnas menggila terutama sejak memenangi dua pertandingan pertamanya di fase grup dengan skor mencolok. Para pemain seperti kurang terlindungi dari kejaran wartawan, mulai dari pinggir lapangan latihan sampai di dalam pesawat.
PSSI juga dinilai melakukan blunder ketika membawa seluruh anggota tim ke rumah seorang politisi (Aburizal Bakrie) dan mengikuti doa bersama yang diadakan di sebuah pesantren di Jakarta, kurang 16 jam sebelum bertolak ke Malaysia.
Revolusi PSSI
Kelelahan mental dan stamina disinyalir menjadi penyebab utama hasil memalukan yang dialami timnas Indonesia dari Malaysia (3-0) pada leg pertama final AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Bukit Jalil.
Demikian disampaikan salah seorang pendukung Indonesia, Wisnu, usai terjadinya gol ketiga Malaysia. Dia lantas mengganti kostumnya dengan kaus bertuliskan "Revolusi PSSI".
"Pemain mengalami kelelahan mental akibat banyaknya acara yang dilakukan menjelang final. Ini salah Nurdin Halid selaku Ketua Umum PSSI," ujar Wisnu kepada okezone.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Nurdin harus meletakkan jabatannya. "Nurdin turun," tegas Wisnu lagi.
Sebelum laga final, Nurdin memboyong para pemain ke rumah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Setelah itu, ia pun menggiring para pemain mengikuti istigasah di salah satu pesantren di Jakarta.
Acara tidak wajar yang dilakukan timnas ini, diklaim Wisnu sebagai penyebab letihnya mental pemain.
Read More »»
Blog untuk bobotoh Persib Saalam Dunya Semua berita tentang Persib dan sepakbola Indonesia Download Software dan Mp3 gratis Tip dan trik blog Menghasilkan Uang di Internet Persib Shopee liga 1 transfer Windows berita seputar Rajapolah,Tasikmalaya,Jawa barat Berita CPNS Kab Tasikmalaya Kerajinan Rajapolah
12/27/2010
KUALA LUMPUR,(GM)-
Diwarnai tindakan curang dari sejumlah pendukung tuan rumah, Indonesia terpaksa harus mengakui keunggulan Malaysia 0-3 pada leg I partai final ASEAN Football Federation (AFF) Cup 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/12). Untuk menjadi juara, Indonesia minimal harus menang dengan selisih 4 gol pada leg II di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu (29/12) mendatang.
Partai final leg I kemarin memang sempat dihentikan wasit di menit 53 akibat para penonton terus-menerus menyorotkan laser pada pemain Indonesia.
Saat akan dilakukannya tendangan bebas di dekat kotak penalti Indonesia, sorotan laser mengarah ke wajah kiper Markus Horison.
Penjaga gawang Persib Bandung ini memprotes wasit dan kemudian mengajak rekan-rekannya meninggalkan pertandingan. Wasit menyetujui protes Markus dan meminta pemain berhenti bermain.
Peristiwa itu terjadi sejak menit-menit pertama pertandingan, sorotan laser sudah sangat sering menerpa para pemain Indonesia. Bila tidak diarahkan ke wajah Markus, maka laser diarahkan ke wajah Firman Utina saat sedang mengambil tendangan sudut.
Namun lima menit setelah wasit kembali melanjutkan pertandingan, Malaysia berhasil menjebol gawang Markus. Gol Safee terjadi pada menit 58. Gol ini terjadi lewat kerja sama apik dengan Norshahrul Idlan Talaha.
Malaysia kembali menggandakan keunggulan berkat gol Mohd. Ashari Samsudin pada menit 68 yang masuk menggantikan M. Zainal.
Indonesia akhirnya harus menelan pil pahit untuk ketiga kalinya setelah gawang Markus lagi-lagi jebol pada menit 73. Lagi-lagi Safee yang menjebol gawang Markus.
Sebelum adanya insiden laser, Indonesia bermain penuh disiplin. Tim "Merah Putih" bahkan mampu mencetak gol lebih dulu lewat sontekan Cristian Gonzales saat babak kedua baru berjalan dua menit. Sayang, gol tersebut dianulir wasit karena Gonzales berada dalam posisi offside.
Di partai final leg II nanti, Indonesia harus menang besar atas Malaysia. Selain itu, Indonesia juga harus kehilangan Oktovianus Maniani yang terkena hukuman akumalasi kartu kuning. Pada laga leg I kemarin, Okto diganjar kartu kuning karena pelanggaran yang dilakukannya terhadap pemain Malaysia.
Peluang menipis
Arsitek Indonesia Alfred Riedl menerima dengan lapang dada kekalahan 0-3 dari Malaysia pada leg I babak final AFF ini.
Dalam konferensi pers setelah laga, pelatih asal Austria ini secara jantan memberikan selamat kepada para pemain Malaysia yang menurutnya bermain apik dan banyak memberikan ancaman pada anak asuhnya. "Selamat untuk Malaysia," tuturnya.
Menyikapi tiga gol yang bersarang di gawang Markus Haris Maulana, Riedl enggan menyalahkan barisan belakangnya yang terlihat kurang memberikan pressing ketat kepada para Safee Sali dkk. Riedl menilai, gol pertama Malaysialah yang membuat fokus para pemain goyah.
"Kami bermain cukup baik di babak pertama, begitu juga dengan babak kedua. Namun, setelah Malaysia mencetak gol pertama dan gol kedua yang terjadi dalam waktu singkat, para pemain kebingungan. Hasilnya, pemainan mereka menjadi tak berkembang," lanjutnya.
"Sebenarnya saya berharap mereka bisa membalas setidaknya satu gol untuk bisa membangkitkan moral. Tapi, kami sudah down," tandasnya.
Kekalahan telak 3-0 jelas menipiskan peluang Indonesia untuk bisa meraih gelar juara pertama kalinya di turnamen se-Asia Tenggara ini. Indonesia diwajibkan menang dengan selisih empat gol saat menjamu Malaysia pada leg II di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12).
Read More »»
Diwarnai tindakan curang dari sejumlah pendukung tuan rumah, Indonesia terpaksa harus mengakui keunggulan Malaysia 0-3 pada leg I partai final ASEAN Football Federation (AFF) Cup 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/12). Untuk menjadi juara, Indonesia minimal harus menang dengan selisih 4 gol pada leg II di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu (29/12) mendatang.
Partai final leg I kemarin memang sempat dihentikan wasit di menit 53 akibat para penonton terus-menerus menyorotkan laser pada pemain Indonesia.
Saat akan dilakukannya tendangan bebas di dekat kotak penalti Indonesia, sorotan laser mengarah ke wajah kiper Markus Horison.
Penjaga gawang Persib Bandung ini memprotes wasit dan kemudian mengajak rekan-rekannya meninggalkan pertandingan. Wasit menyetujui protes Markus dan meminta pemain berhenti bermain.
Peristiwa itu terjadi sejak menit-menit pertama pertandingan, sorotan laser sudah sangat sering menerpa para pemain Indonesia. Bila tidak diarahkan ke wajah Markus, maka laser diarahkan ke wajah Firman Utina saat sedang mengambil tendangan sudut.
Namun lima menit setelah wasit kembali melanjutkan pertandingan, Malaysia berhasil menjebol gawang Markus. Gol Safee terjadi pada menit 58. Gol ini terjadi lewat kerja sama apik dengan Norshahrul Idlan Talaha.
Malaysia kembali menggandakan keunggulan berkat gol Mohd. Ashari Samsudin pada menit 68 yang masuk menggantikan M. Zainal.
Indonesia akhirnya harus menelan pil pahit untuk ketiga kalinya setelah gawang Markus lagi-lagi jebol pada menit 73. Lagi-lagi Safee yang menjebol gawang Markus.
Sebelum adanya insiden laser, Indonesia bermain penuh disiplin. Tim "Merah Putih" bahkan mampu mencetak gol lebih dulu lewat sontekan Cristian Gonzales saat babak kedua baru berjalan dua menit. Sayang, gol tersebut dianulir wasit karena Gonzales berada dalam posisi offside.
Di partai final leg II nanti, Indonesia harus menang besar atas Malaysia. Selain itu, Indonesia juga harus kehilangan Oktovianus Maniani yang terkena hukuman akumalasi kartu kuning. Pada laga leg I kemarin, Okto diganjar kartu kuning karena pelanggaran yang dilakukannya terhadap pemain Malaysia.
Peluang menipis
Arsitek Indonesia Alfred Riedl menerima dengan lapang dada kekalahan 0-3 dari Malaysia pada leg I babak final AFF ini.
Dalam konferensi pers setelah laga, pelatih asal Austria ini secara jantan memberikan selamat kepada para pemain Malaysia yang menurutnya bermain apik dan banyak memberikan ancaman pada anak asuhnya. "Selamat untuk Malaysia," tuturnya.
Menyikapi tiga gol yang bersarang di gawang Markus Haris Maulana, Riedl enggan menyalahkan barisan belakangnya yang terlihat kurang memberikan pressing ketat kepada para Safee Sali dkk. Riedl menilai, gol pertama Malaysialah yang membuat fokus para pemain goyah.
"Kami bermain cukup baik di babak pertama, begitu juga dengan babak kedua. Namun, setelah Malaysia mencetak gol pertama dan gol kedua yang terjadi dalam waktu singkat, para pemain kebingungan. Hasilnya, pemainan mereka menjadi tak berkembang," lanjutnya.
"Sebenarnya saya berharap mereka bisa membalas setidaknya satu gol untuk bisa membangkitkan moral. Tapi, kami sudah down," tandasnya.
Kekalahan telak 3-0 jelas menipiskan peluang Indonesia untuk bisa meraih gelar juara pertama kalinya di turnamen se-Asia Tenggara ini. Indonesia diwajibkan menang dengan selisih empat gol saat menjamu Malaysia pada leg II di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12).
Read More »»
12/26/2010
imnas Indonesia makin percaya diri setelah striker Cristian Gonzalez sudah pulih dari cedera dan siap tampil membela timnya melawan Malaysia pada laga pertama babak final AFF Suzuki Cup 2010, di Stadion Utama Bukit Jalil Malaysia, Minggu (26/12). Pada uji coba lapangan terakhir, Sabtu (25/12) Gonzalez sudah ikut bergabung dan berlatih secara normal. "Gonzalez sudah sembuh dan bisa main," ujar Asisten Pelatih Widodo C. Putro, Sabtu (25/12). Setelah Gonzalez pulih, kini pelatih Alferd Riedl tengah mencari tandem di lini depan. Pelatih asal Austria itu masih merahasiakan pemain pendamping Gonzalez.
Saat ini, semua pemain dalam kondisi siap tempur, termasuk para penyerang seperti Bambang Pamungkas, Yongki Aribowo, dan Irfan Bachdim. Menurut Widodo, tim pelatih masih akan melihat kondisi terakhir para pemain Minggu (26/12) pagi ini sebelum daftar nama pemain diserahkan kepada panitia lokal (LOC). Dalam latihan terakhir, Riedl meminta dilakukan secara tertutup. Para wartawan foto hanya diberikan kesempatan melihat latihan pada 15 menit pertama. Tim pelatih menerapkan taktik dan strategi yang akan dimainkan Minggu malam.
Pelatih Malaysia, Rajagonal Krishnasamy mengatakan, timnya sudah siap merebut kemenangan. Ia sudah tahu kelemahan lini belakang Indonesia, sehingga celah itu diharapkan bisa menjadi peluang bagi pemainnya mencetak gol. "Indonesia jago kandang. Mental pemain kami sudah teruji. Indonesia bisa menang karena main di kandang sendiri," ujarnya. ***
Read More »»
Saat ini, semua pemain dalam kondisi siap tempur, termasuk para penyerang seperti Bambang Pamungkas, Yongki Aribowo, dan Irfan Bachdim. Menurut Widodo, tim pelatih masih akan melihat kondisi terakhir para pemain Minggu (26/12) pagi ini sebelum daftar nama pemain diserahkan kepada panitia lokal (LOC). Dalam latihan terakhir, Riedl meminta dilakukan secara tertutup. Para wartawan foto hanya diberikan kesempatan melihat latihan pada 15 menit pertama. Tim pelatih menerapkan taktik dan strategi yang akan dimainkan Minggu malam.
Pelatih Malaysia, Rajagonal Krishnasamy mengatakan, timnya sudah siap merebut kemenangan. Ia sudah tahu kelemahan lini belakang Indonesia, sehingga celah itu diharapkan bisa menjadi peluang bagi pemainnya mencetak gol. "Indonesia jago kandang. Mental pemain kami sudah teruji. Indonesia bisa menang karena main di kandang sendiri," ujarnya. ***
Read More »»
12/25/2010
Mental pemain tim nasional Indonesia akan diuji pelatih timnas Malaysia, Rajagobal Krishnasamy, pada final pertama Piala AFF 2010, Minggu 26 Desember 2010.
Indonesia tampil sempurna di babak Grup A dengan melumat Malaysia 5-1, menghajar Laos 6-0 dan mengkandaskan Laos 2-1. Keperkasaan tim Merah Putih berlanjut di kedua semifinal dengan dua kali menundukkan Filipina 1-0.
Namun, semua kemenangan itu diraih anak asuh Alfred Riedl di markas sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno, dan untuk kali pertama timnas Indonesia akan melakoni laga tandang di Piala AFF 2010.
Rajagobal mengaku tertarik melihat bagaimana mental pemain timnas Indonesia melakoni laga tandang untuk kali pertama.
"Ini keadaan menarik untuk saya saksikan, karena sepanjang kejuaraan ini Indonesia hanya beraksi di tempat sendiri dan didukung ribuan suporter fanatik mereka," ujar Rajagobal seperti dilansir Harian Metro, Sabtu 25 Desember 2010.
"Saya ingin melihat reaksi pemain Indonesia di 15 menit awal pertandingan besok," pungkas Rajagobal.
Read More »»
Indonesia tampil sempurna di babak Grup A dengan melumat Malaysia 5-1, menghajar Laos 6-0 dan mengkandaskan Laos 2-1. Keperkasaan tim Merah Putih berlanjut di kedua semifinal dengan dua kali menundukkan Filipina 1-0.
Namun, semua kemenangan itu diraih anak asuh Alfred Riedl di markas sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno, dan untuk kali pertama timnas Indonesia akan melakoni laga tandang di Piala AFF 2010.
Rajagobal mengaku tertarik melihat bagaimana mental pemain timnas Indonesia melakoni laga tandang untuk kali pertama.
"Ini keadaan menarik untuk saya saksikan, karena sepanjang kejuaraan ini Indonesia hanya beraksi di tempat sendiri dan didukung ribuan suporter fanatik mereka," ujar Rajagobal seperti dilansir Harian Metro, Sabtu 25 Desember 2010.
"Saya ingin melihat reaksi pemain Indonesia di 15 menit awal pertandingan besok," pungkas Rajagobal.
Read More »»
Dukungan bagi tim kesebelasan nasional Indonesia rupanya tidak hanya datang dari warga Indonesia, namun juga datang dari Malaysia.
Adalah Azrin (25) warga negara Malaysia. Dia bukan sekedar mendukung tim 'Merah Putih', tapi malah justru menjajakan souvenir khas Indonesia.
Azrin adalah pemilik tenda kios yang berukuran sekitar 3x4 meter di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Saat ditemui VIVAnews.com Sabtu 25 Desember 2010, Azrin sedang asyik menjajakan dagangannya kepada seorang warga Indonesia asal Jambi.
Azrin tidak hanya menjual kaus yang serupa timnas Indonesia, tapi juga syal, topi, rambut palsu berwarna merah putih, bendera Indonesia dari berbagai ukuran, dan lain-lain.
Untuk kaus timnas Indonesia dilego seharga RM50 atau sekitar Rp150 ribu. Untuk harga syal sekitar RM15 atau Rp45 ribu. Bila melongok ke dalam kiosnya, Azrin sangat Indonesia. Tidak ada pernik timnas Malaysia yang dijual di kiosnya.
Tidak hanya souvenir, Azrin juga menyediakan jasa rias wajah alias make up. "Untuk make up setengah wajah harganya RM5, untuk satu wajah penuh RM10," ujar Azrin kepada VIVAnews.com.
Untuk penjualan hari ini, Azrin tidak meraup untung banyak. "Hanya sekitar RM200 saja. Saya berharap penjualan besok bisa meningkat karena ada pertandingan," kata pria lajang ini.
Sepinya dagangan juga dikarenakan penjualan tiket untuk suporter Indonesia tidak dilakukan di stadion. Tapi di Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur. "Jadi, hari ini saya akan bermalam di sini (stadion)," ungkapnya.
Azrin tidak hanya menjual souvenir Indonesia. Tapi dia malah mendukung penuh Firman Utina dan kawan-kawan bisa menang dalam laga pertama final Piala AFF besok.
"Saya menjagokan Indonesia. Saya pikir besok Indonesia bisa menang melawan Malaysia, karena mereka (Indonesia) juga punya dua pemain asing. Kami (Malaysia) juga kalah 5-1 di pertandingan pertama. Jadi saya pikir Indonesia bisa menang," kata Azrin mendukung
Read More »»
Adalah Azrin (25) warga negara Malaysia. Dia bukan sekedar mendukung tim 'Merah Putih', tapi malah justru menjajakan souvenir khas Indonesia.
Azrin adalah pemilik tenda kios yang berukuran sekitar 3x4 meter di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Saat ditemui VIVAnews.com Sabtu 25 Desember 2010, Azrin sedang asyik menjajakan dagangannya kepada seorang warga Indonesia asal Jambi.
Azrin tidak hanya menjual kaus yang serupa timnas Indonesia, tapi juga syal, topi, rambut palsu berwarna merah putih, bendera Indonesia dari berbagai ukuran, dan lain-lain.
Untuk kaus timnas Indonesia dilego seharga RM50 atau sekitar Rp150 ribu. Untuk harga syal sekitar RM15 atau Rp45 ribu. Bila melongok ke dalam kiosnya, Azrin sangat Indonesia. Tidak ada pernik timnas Malaysia yang dijual di kiosnya.
Tidak hanya souvenir, Azrin juga menyediakan jasa rias wajah alias make up. "Untuk make up setengah wajah harganya RM5, untuk satu wajah penuh RM10," ujar Azrin kepada VIVAnews.com.
Untuk penjualan hari ini, Azrin tidak meraup untung banyak. "Hanya sekitar RM200 saja. Saya berharap penjualan besok bisa meningkat karena ada pertandingan," kata pria lajang ini.
Sepinya dagangan juga dikarenakan penjualan tiket untuk suporter Indonesia tidak dilakukan di stadion. Tapi di Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur. "Jadi, hari ini saya akan bermalam di sini (stadion)," ungkapnya.
Azrin tidak hanya menjual souvenir Indonesia. Tapi dia malah mendukung penuh Firman Utina dan kawan-kawan bisa menang dalam laga pertama final Piala AFF besok.
"Saya menjagokan Indonesia. Saya pikir besok Indonesia bisa menang melawan Malaysia, karena mereka (Indonesia) juga punya dua pemain asing. Kami (Malaysia) juga kalah 5-1 di pertandingan pertama. Jadi saya pikir Indonesia bisa menang," kata Azrin mendukung
Read More »»
Striker timnas Indonesia dari Persib, Cristian Gonzales mengalami cedera. Pada sesi latihan terakhir di Lapangan Timnas Gelora Senayan Jakarta, Kamis (23/12), dia berlatih terpisan. Gonzalez hanya berlatih ringan didampingi fisioteraphis, Mathias Ibo. Gonzalez mengalami cedera otot pangkal paha pada latihan Selasa (21/12). Namun, menurut Ibo, masih ada waktu dua hari untuk masa pemulihan cedera Gonzalez, sehingga masih memiliki peluang main saat timnas dijamu Malaysia pada "leg" pertama final AFF Suzuki 2010, di Stadion Utama Bukit Jalil Malaysia, Minggu (26/12).
"Cedera Gonzalez tidak terlalu parah," ujar Ibo. Selain Gonzalez, ada dua pemain inti lain yang mengalami cedera, yakni Firman Utina dan Oktovianus Maniani. Namun, Firman dan Okto kondisinya terus membaik. Ibo mengatakan, Gonzalez, Firman, dan Okto masih berpeluang main pada "leg" pertama nanti.
Pelatih Malaysia, Rajagopal K. sangat mewaspadai Gonzalez karena pemain yang baru menjadi Warga Negara Indonesia itu memiliki naluri gol tajam dan sangat berbahaya ketika sudah berada di kotak penalti. Oleh karena itu, Rajagopal akan menginstruksikan pemainnya mengawal khusus Gonzalez.
Read More »»
"Cedera Gonzalez tidak terlalu parah," ujar Ibo. Selain Gonzalez, ada dua pemain inti lain yang mengalami cedera, yakni Firman Utina dan Oktovianus Maniani. Namun, Firman dan Okto kondisinya terus membaik. Ibo mengatakan, Gonzalez, Firman, dan Okto masih berpeluang main pada "leg" pertama nanti.
Pelatih Malaysia, Rajagopal K. sangat mewaspadai Gonzalez karena pemain yang baru menjadi Warga Negara Indonesia itu memiliki naluri gol tajam dan sangat berbahaya ketika sudah berada di kotak penalti. Oleh karena itu, Rajagopal akan menginstruksikan pemainnya mengawal khusus Gonzalez.
Read More »»
Pelatih Malaysia K Rajagopal tidak mau terpengaruh dengan kabar yang menyebutkan striker Indonesia Cristian Gonzales mengalami cedera meenjelang pertandingan leg pertama final AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Minggu [26/12] malam WIB.
Gonzales saat ini sedang dibekap cedera pada pangkal pahanya. Akibat kondisi tersebut, Gonzales bahkan hanya berlatih ringan kemarin. Dia terlihat hanya joging bersama fisioterapis timnas Mathias Ibo.
Namun Rajagopal menegaskan, ia sama sekali tidak mau terpengaruh dengan pemberitaan media massa di Indonesia mengenai Gonzales. Rajagopal lebih memilih memfokuskan persiapan menghadapi pertandingan.
“Ini bukan masalah keuntungan atau tidak bagi kami. Saya yakin mereka mempunyai pilihan lain. 22 pemain mereka memiliki kualitas sama untuk menghadapi kami,” tegas Rajagopal dilansir New Strait Times.
“Saya hanya fokus tentang bagaimana permainan kami, dan apa yang harus dilakukan pada hari Minggu.”
Rajagopal merasa yakin pasukannya berada dalam mental juara menghadapi Indonesia. Ia sudah meminta pemain agar tidak terlalu tertekan dengan harapan masyarakat Malaysia yang menginginkan tim kesayangannya menjadi juara.
“Saya tidak akan membiarkan pemain berada dalam tekanan. Jika mereka seperti itu, maka mereka tidak berada pada pikiran menghadapi pertandingan final. Tekanan selalu ada dimana saja. Sebagai pelatih, saya harus membantu mereka,” kata Rajagopal.
Read More »»
Gonzales saat ini sedang dibekap cedera pada pangkal pahanya. Akibat kondisi tersebut, Gonzales bahkan hanya berlatih ringan kemarin. Dia terlihat hanya joging bersama fisioterapis timnas Mathias Ibo.
Namun Rajagopal menegaskan, ia sama sekali tidak mau terpengaruh dengan pemberitaan media massa di Indonesia mengenai Gonzales. Rajagopal lebih memilih memfokuskan persiapan menghadapi pertandingan.
“Ini bukan masalah keuntungan atau tidak bagi kami. Saya yakin mereka mempunyai pilihan lain. 22 pemain mereka memiliki kualitas sama untuk menghadapi kami,” tegas Rajagopal dilansir New Strait Times.
“Saya hanya fokus tentang bagaimana permainan kami, dan apa yang harus dilakukan pada hari Minggu.”
Rajagopal merasa yakin pasukannya berada dalam mental juara menghadapi Indonesia. Ia sudah meminta pemain agar tidak terlalu tertekan dengan harapan masyarakat Malaysia yang menginginkan tim kesayangannya menjadi juara.
“Saya tidak akan membiarkan pemain berada dalam tekanan. Jika mereka seperti itu, maka mereka tidak berada pada pikiran menghadapi pertandingan final. Tekanan selalu ada dimana saja. Sebagai pelatih, saya harus membantu mereka,” kata Rajagopal.
Read More »»
Langganan:
Postingan (Atom)