Bandung - Tak puas menerima kekalahan Persib Bandung dari Persisam Samarinda 1-0, Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan akan melaporkan kecurangan wasit Suharto kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malaranggeng.
Erwan yang menyaksikan langsung laga tersebut dengan penuh emosi menganggap, Suharto sudah berlaku tidak adil kepada tim kesayangannya karena memberikan kartu merah kepada Cristian Gonzales. Padahal penyerang timnas Indonesia ini tidak melakukan pelanggaran atau kontak badan terhadap pemain lawan.
"Kita dikerjai habis-habisan di sini, lebih baik Persib mundur saja dari LSI (Liga Super Indonesia). Tidak akan ada kemanjuan kalau terus seperti ini, setiap main tandang kita dikerjai wasit terus," kata Erwan saat diwawancarai RRI, usai pertandingan, Kamis (20/1/2011).
Bahkan saking kecewanya, Erwan akan melaporkan kejadian tersebut kepada Menpora. Ia mengatakan, wasit Suharto harus segera ditindak tegas.
"LSI ini sudah benar-benar hancur, ini harus segera ditindak. Saya akan ajukan ini kepada Menpora, karena ini sudah benar-benar keterlaluan," tegasnya.
Sial bagi Persib yang berambisi meraih poin untuk menutup tur Kaliamntan. Akibat keputusan wasit yang mengusir Gonzales, pertandingan sempat terhenti beberapa menit, setelah pemain Persib mengajukan protes. Padahal sepanjang pertandingan Persib mampu memberikan perlawanan kepada tuan rumah
Read More »»
Blog untuk bobotoh Persib Saalam Dunya Semua berita tentang Persib dan sepakbola Indonesia Download Software dan Mp3 gratis Tip dan trik blog Menghasilkan Uang di Internet Persib Shopee liga 1 transfer Windows berita seputar Rajapolah,Tasikmalaya,Jawa barat Berita CPNS Kab Tasikmalaya Kerajinan Rajapolah
1/20/2011
Bandung - Kepemimpinan wasit di Liga Super Indonesia (LSI) kembali jadi sorotan. Kali ini tim Persib Bandung merasa kekalahan yang baru ditelannya dari Persisam Putra Samarinda 1-0, disinyalir karena keberpihakan wasit kepada tuan rumah.
"Mau dibawa kemana sepak bola kita ini, kalau wasitnya masih seperti ini. Kenapa tiba-tiba Cristian Gonzales dikartu merah, ada apa ini?" tanya Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Zaenuri Hasyim saat diwawancarai RRI, usai pertandingan Persib melawan Persisam di Stadion Segiri Samarinda, Kamis (20/1/2011).
Mantan Pangdam III/Siliwangi ini juga mengaku heran karena diusirnya Gonzales oleh wasit Suharto tanpa alasan jelas. Apalagi penyerang timnas Indonesia itu tidak melakukan pelanggaran atau bodi kontak terhadap tim lawan.
"Saya sangat menyesal, kenapa Gonazales dikartu merah. Padahal anak-anak bermain sangat baik. Kalau seperti ini mau dibawa ke mana sepakbola kita," tegas Zaenuri.
Zaenuri yang menyaksikan langsung Pertandingan di Stadion Segiri, menganggap wajar jika kubu Persib meluapkan emosinya, karena mereka jelas-jelas dikerjai wasit.
"Wajar saja pemain marah, karena wasit sudah berlaku tidak adil. Padahal pertandingan enak ditonton tapi sayang wasit merusaknya. PSSI harus memperhatikan wasit, mereka harus malu karena pertandingan ini disiarkan langsung, saya yakin masyarakat bisa menilainya," pungkasnya.
Read More »»
"Mau dibawa kemana sepak bola kita ini, kalau wasitnya masih seperti ini. Kenapa tiba-tiba Cristian Gonzales dikartu merah, ada apa ini?" tanya Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Zaenuri Hasyim saat diwawancarai RRI, usai pertandingan Persib melawan Persisam di Stadion Segiri Samarinda, Kamis (20/1/2011).
Mantan Pangdam III/Siliwangi ini juga mengaku heran karena diusirnya Gonzales oleh wasit Suharto tanpa alasan jelas. Apalagi penyerang timnas Indonesia itu tidak melakukan pelanggaran atau bodi kontak terhadap tim lawan.
"Saya sangat menyesal, kenapa Gonazales dikartu merah. Padahal anak-anak bermain sangat baik. Kalau seperti ini mau dibawa ke mana sepakbola kita," tegas Zaenuri.
Zaenuri yang menyaksikan langsung Pertandingan di Stadion Segiri, menganggap wajar jika kubu Persib meluapkan emosinya, karena mereka jelas-jelas dikerjai wasit.
"Wajar saja pemain marah, karena wasit sudah berlaku tidak adil. Padahal pertandingan enak ditonton tapi sayang wasit merusaknya. PSSI harus memperhatikan wasit, mereka harus malu karena pertandingan ini disiarkan langsung, saya yakin masyarakat bisa menilainya," pungkasnya.
Read More »»
Bandung - Bomber andalan Persib Bandung Cristian Gonzales mengaku tak mengeluarkan kata-kata kasar kepada wasit Suharto maupun hakim garis yang memimpin laga Persib Bandung melawan Persisam Putra Samarinda, Kamis (20/1/2011) sore.
Ternyata, wasit tetap mengeluarkan kartu merah langsung, padahal sebelumnya Gonzales belum menerima kartu kuning.
"Terus terang, saya tidak tahu kenapa wasit seperti itu. Kenapa mereka selalu berbuat tidak benar kepada Persib? Padahal saya tidak bilang apa-apa kepada wasit atau hakim garis. Ini benar-benar aneh," ungkap Gonzales usai pertandingan.
Selama sembilan tahun kariernya di Indonesia yang kini menjadi negaranya, penyerang timnas ini mengaku baru kali ini langsung mendapat kartu merah tanpa alasan yang jelas.
Ia menilai kompetisi sepak bola di Indonesia selalu dirusak oleh wasit. "Dan kenapa Persib yang selalu dirugikan wasit saat melakoni pertandingan tandang. Saya tidak mengerti sebenarnya ada apa," tandasnya.
Dikartu merahnya Gonzales membuat kubu tim Maung Bandung melakukan protes keras. Pasalnya, Gonzales yang mendapat kartu merah pada menit 75, awalnya tidak mendapat kartu kuning pertama. Tiba-tiba, pemain berjuluk 'El-Loco' ini langsung diberi kartu merah. Akibatnya, Maung Bandung pun harus kalah dari Persisam 1-0 pada laga yang digelar di Stadion Segiri Samarinda tersebut.
Gonzales Bingung Diganjar Kartu Merah
Bandung - Penyerang Persib Bandung Cristian Gonzales mengaku bingung dengan keputusan wasit Suharto yang memberikan kartu merah kepadanya saat Persib dijamu Persisam Putra Samarinda di Stadion Segeri Samarinda, Kamis (20/1/2011) sore.
Usai laga, di ruang ganti pemain, Gonzales mengaku tidak tahu menahu mengapa dirinya harus diusir dari lapangan, 15 menit jelang laga usai. Akibatnya, timnya pun harus menelan kekalahan 1-0.
"Terus terang, saya tidak tahu kenapa wasit seperti itu. Kenapa mereka (wasit) selalu berbuat tidak benar kepada Persib?, padahal saya tidak melakukan apa-apa baik pada pemain lawan maupun wasit," ungkap Gonzales.
Gonzales pun tidak bisa menerima keputusan wasit yang menurutnya sangat janggal tersebut."Baru kali ini saya mendapat perlakuan seperti ini dari wasit. Padahal kita sudah bermain bagus, tapi sayang wasit merusaknya," keluh pemain bernomor punggung 99 ini.
Gonzales menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen Persib untuk menyikapi keputusan sang pengadil di lapangan tersebut.
Read More »»
Ternyata, wasit tetap mengeluarkan kartu merah langsung, padahal sebelumnya Gonzales belum menerima kartu kuning.
"Terus terang, saya tidak tahu kenapa wasit seperti itu. Kenapa mereka selalu berbuat tidak benar kepada Persib? Padahal saya tidak bilang apa-apa kepada wasit atau hakim garis. Ini benar-benar aneh," ungkap Gonzales usai pertandingan.
Selama sembilan tahun kariernya di Indonesia yang kini menjadi negaranya, penyerang timnas ini mengaku baru kali ini langsung mendapat kartu merah tanpa alasan yang jelas.
Ia menilai kompetisi sepak bola di Indonesia selalu dirusak oleh wasit. "Dan kenapa Persib yang selalu dirugikan wasit saat melakoni pertandingan tandang. Saya tidak mengerti sebenarnya ada apa," tandasnya.
Dikartu merahnya Gonzales membuat kubu tim Maung Bandung melakukan protes keras. Pasalnya, Gonzales yang mendapat kartu merah pada menit 75, awalnya tidak mendapat kartu kuning pertama. Tiba-tiba, pemain berjuluk 'El-Loco' ini langsung diberi kartu merah. Akibatnya, Maung Bandung pun harus kalah dari Persisam 1-0 pada laga yang digelar di Stadion Segiri Samarinda tersebut.
Gonzales Bingung Diganjar Kartu Merah
Bandung - Penyerang Persib Bandung Cristian Gonzales mengaku bingung dengan keputusan wasit Suharto yang memberikan kartu merah kepadanya saat Persib dijamu Persisam Putra Samarinda di Stadion Segeri Samarinda, Kamis (20/1/2011) sore.
Usai laga, di ruang ganti pemain, Gonzales mengaku tidak tahu menahu mengapa dirinya harus diusir dari lapangan, 15 menit jelang laga usai. Akibatnya, timnya pun harus menelan kekalahan 1-0.
"Terus terang, saya tidak tahu kenapa wasit seperti itu. Kenapa mereka (wasit) selalu berbuat tidak benar kepada Persib?, padahal saya tidak melakukan apa-apa baik pada pemain lawan maupun wasit," ungkap Gonzales.
Gonzales pun tidak bisa menerima keputusan wasit yang menurutnya sangat janggal tersebut."Baru kali ini saya mendapat perlakuan seperti ini dari wasit. Padahal kita sudah bermain bagus, tapi sayang wasit merusaknya," keluh pemain bernomor punggung 99 ini.
Gonzales menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen Persib untuk menyikapi keputusan sang pengadil di lapangan tersebut.
Read More »»
1/18/2011
Pelatih Tim Nasional Indonesia Alfred Riedl kemarin sudah menyelesaikan seleksi anggota Timnas U-23 yang akan segera digembleng di Senayan. Siapa sajakah mereka?
Berikit adalah squad Timnas U-23 hasil seleksi yang sudah selesai Senin kemarin:
1. Kurnia Meiga (Arema Indonesia)
2. Arditani Ardiyasa (Persija)
3. Muhamad Ridwan (Persita)
4. Abdul Hamid Mony (Persiba)
5. Safri Umi (Persiraja)
6. Diaz Angga Putra (Persib)
7. Ahmad Farizi (Arema Indonesia)
8. Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC )
9. Rahmat Latif (Sriwijaya FC)
10. Fachrudin (PS Sleman)
11. Septia Hadi (PSPS Pekanbaru)
12. Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC)
13. Dendi Santoso (Arema Indonesia)
14. Egi Melgiansyah (Pelita Jaya)
15. Hendro Siswanto (Lamongan)
16. Ramdani Lestaluhu (Persija)
17. Nasuton Karubaba (Perseman)
18. Engelberth Sani (Pelita Jaya)
19. Johan Yoga (Persib)
20. Rishadi Fauzi (Persita)
21. Aris Alfiansyah (Persela)
22. Titus Bonai (Persipura)
23. Risky Novriansyah (Persijap)
24. David Lali (Persipura)
25. Yongki Ariwibowo (Arema)
26. Ruben Warbanaran (masih dalam proses WNI dan Paspor Indonesia)
Read More »»
Berikit adalah squad Timnas U-23 hasil seleksi yang sudah selesai Senin kemarin:
1. Kurnia Meiga (Arema Indonesia)
2. Arditani Ardiyasa (Persija)
3. Muhamad Ridwan (Persita)
4. Abdul Hamid Mony (Persiba)
5. Safri Umi (Persiraja)
6. Diaz Angga Putra (Persib)
7. Ahmad Farizi (Arema Indonesia)
8. Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC )
9. Rahmat Latif (Sriwijaya FC)
10. Fachrudin (PS Sleman)
11. Septia Hadi (PSPS Pekanbaru)
12. Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC)
13. Dendi Santoso (Arema Indonesia)
14. Egi Melgiansyah (Pelita Jaya)
15. Hendro Siswanto (Lamongan)
16. Ramdani Lestaluhu (Persija)
17. Nasuton Karubaba (Perseman)
18. Engelberth Sani (Pelita Jaya)
19. Johan Yoga (Persib)
20. Rishadi Fauzi (Persita)
21. Aris Alfiansyah (Persela)
22. Titus Bonai (Persipura)
23. Risky Novriansyah (Persijap)
24. David Lali (Persipura)
25. Yongki Ariwibowo (Arema)
26. Ruben Warbanaran (masih dalam proses WNI dan Paspor Indonesia)
Read More »»
Dua Pemain muda Persib Bandung Johan Yoga Utama dan Dias Angga Saputra dinyatakan lolos seleksi timnas U-23. Keduanya masuk dalam daftar 25 pemain yang diumumkan Pelatih timnas U-23 Alfred Riedl, Senin (17/1/2011).
Lolosnya dua pemain muda ini membawa harapan baru bagi kebangkitan Persib Bandung untuk bisa kembali berprestasi di kancah persepakbolaan Indonesia.
Masuknya nama Dias dalam daftar 25 pemain yang lolos seleksi yang dipimpin pelatih timnas Alferd Riedl, memang mengejutkan. Pasalnya, sebelumnya Dias tidak mengikuti seleksi yang digelar sejak 7 Januari tersebut. Sebelumnya, Riedl hanya memanggil tiga pemain muda Persib, yakni Munadi, Rendi Saputra, dan Johan yang juga dinyatakan lolos seleki.
Namun dipanggilnya Dias tidak mengagetkan Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito. Ia mengaku sudah dihubungi pihak PSSI bahwa mereka memutuskan memasukkan nama Dias dalam 25 daftar pemain pilihan Riedl. Sedangkan dua pemain yang mengikuti seleksi, Rendi Saputra dan Munadi dinyatakan gagal seleksi akibat cedera.
Apalagi Daniel mengaku sebelumnya memang merekomendasi lima pemain muda terbaik miliknya.
"Sejak awal saya sudah merekomendasikan lima pemain, tapi yang dipanggil hanya tiga, Rendi, Munadi dan Johan. Dan sekarang setelah mereka melihat permainan Dias semalam melawan Bontang PSSI memutuskan menarik Dias," kata Daniel, saat dihubungi INILAH.COM, Senin (17/1/2011).
Dua dari lima pemain yang direkomendasikan lainnya, yakni Yudi Khoerudin dan Agung Pribadi. Daniel sendiri mengaku sangat senang meski hanya dua pemain Persib yang masuk skuad timnas U-23 untuk untuk menjalani laga home melawan Turkmenistan pada 23 Februari 2010.
"Dengan masuknya dua pemain itu, tentu saja saya sangat bangga meski hanya dua pemain yang masuk. Saya juga menyayangkan soal cedera yang dialami Munadi, seharusnya kalau tidak cedera dia juga lolos," ucap Daniel.
Masuknya nama dua pemain yang sebelumnya memperkuat tim Persib U-21 ini pun disambut gembira oleh keduanya. Kendati belum percaya sepenuhnya, Dias mengaku senang bisa dipanggil oleh Riedl untuk tampil memperkuat tim Merah Putih pada pertandingan Pra Olimpiade 2012. Menurutnya, hal itu merupakan berkah tersendiri baginya.
Sedangkan penyerang muda yang masih terdaftar di tim Persib Bandung U-21 Johan Yoga Utama langsung berteriak histeris saat mengetahui namanya masuk dalam daftar 25 pemain yang masuk skuad Riedl.
"Alhamdulillah, kalau bener nama saya masuk saya sangat senang, gak tahu saya harus berkata apa lagi untuk mengungkapkan kebahagiaan saya ini," kata pemain berusia 20 tahun ini saat dihubungi INILAH.COM, Senin (17/1/2011).
Johan juga tak lupa mengucap banyak terima kasih kepada pelatih Persib Daniel Roekito, manajemen tim khususnya Umuh Muchtar dan para pemain Persib lainnya yang sudah mendukung dirinya mengikuti seleksi timnas U-23.
"Berkat dukungan mereka saya bisa masuk seleksi ini. Dengan masuknya saya ke timnas secara tidak langsung akan mengangkat Persib juga, dan keluarga saya. Mudah-mudahan ini akan menjadi awal karier saya," pungkas Johan.
Kebanggaan yang ditunjukkan Daniel serta Dias dan Johan, tentu dirasakan pula oleh bobotoh dan warga Jabar pendukung Persib lainnya. Masuknya dua pemain muda di skuad Merah Putih menambahkan kebanggaan dan prestise Persib Bandung di kancah persepakbolaan nasional.
Pasalnya, di level timnas senior Persib pun menyumbangkan banyak pemain, yakni pemain naturalisari Cristian Gonzales, playmaker Eka Ramdani, dua pemain belakang Nova Arianto dan Maman Abdurahman, serta palang pintu Markus Horison.
Kendati hanya Eka Ramdani yang merupakan produk asli Persib, keberadaan kelima pemain Maung Bandung di timnas tersebut membuat bangga warga Kota Bandung, dan Jawa Barat umumnya .
Kehadiran pemain Persib di timnas U-23 pun menjadi bukti bahwa pembinaan bibit muda berbakat hasil kompitisi intern Persib yang selama ini dilakukan menuai hasil positif. Tentunya hal ini pun membawa harapan baru, bahwa pemain lokal yang asli binaan klub bisa berbicara banyak di level nasional.
Hal ini diharapkan bisa lebih mengangkat prestasi Persib yang selama lebih dari 15 tahun paceklik gelar setelah terakhir mengenggam gelar juara pada Liga Indonesi (Ligina) I pada 1994/1995. Keberhasilan skuad Persib era Ligina I yang murni dihuni pemain lokal binaan sendiri, patut menjadi contoh bahwa ke depan, pemian muda Persib pun bisa membawa kejayaan Maung Bandung.
Read More »»
Lolosnya dua pemain muda ini membawa harapan baru bagi kebangkitan Persib Bandung untuk bisa kembali berprestasi di kancah persepakbolaan Indonesia.
Masuknya nama Dias dalam daftar 25 pemain yang lolos seleksi yang dipimpin pelatih timnas Alferd Riedl, memang mengejutkan. Pasalnya, sebelumnya Dias tidak mengikuti seleksi yang digelar sejak 7 Januari tersebut. Sebelumnya, Riedl hanya memanggil tiga pemain muda Persib, yakni Munadi, Rendi Saputra, dan Johan yang juga dinyatakan lolos seleki.
Namun dipanggilnya Dias tidak mengagetkan Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito. Ia mengaku sudah dihubungi pihak PSSI bahwa mereka memutuskan memasukkan nama Dias dalam 25 daftar pemain pilihan Riedl. Sedangkan dua pemain yang mengikuti seleksi, Rendi Saputra dan Munadi dinyatakan gagal seleksi akibat cedera.
Apalagi Daniel mengaku sebelumnya memang merekomendasi lima pemain muda terbaik miliknya.
"Sejak awal saya sudah merekomendasikan lima pemain, tapi yang dipanggil hanya tiga, Rendi, Munadi dan Johan. Dan sekarang setelah mereka melihat permainan Dias semalam melawan Bontang PSSI memutuskan menarik Dias," kata Daniel, saat dihubungi INILAH.COM, Senin (17/1/2011).
Dua dari lima pemain yang direkomendasikan lainnya, yakni Yudi Khoerudin dan Agung Pribadi. Daniel sendiri mengaku sangat senang meski hanya dua pemain Persib yang masuk skuad timnas U-23 untuk untuk menjalani laga home melawan Turkmenistan pada 23 Februari 2010.
"Dengan masuknya dua pemain itu, tentu saja saya sangat bangga meski hanya dua pemain yang masuk. Saya juga menyayangkan soal cedera yang dialami Munadi, seharusnya kalau tidak cedera dia juga lolos," ucap Daniel.
Masuknya nama dua pemain yang sebelumnya memperkuat tim Persib U-21 ini pun disambut gembira oleh keduanya. Kendati belum percaya sepenuhnya, Dias mengaku senang bisa dipanggil oleh Riedl untuk tampil memperkuat tim Merah Putih pada pertandingan Pra Olimpiade 2012. Menurutnya, hal itu merupakan berkah tersendiri baginya.
Sedangkan penyerang muda yang masih terdaftar di tim Persib Bandung U-21 Johan Yoga Utama langsung berteriak histeris saat mengetahui namanya masuk dalam daftar 25 pemain yang masuk skuad Riedl.
"Alhamdulillah, kalau bener nama saya masuk saya sangat senang, gak tahu saya harus berkata apa lagi untuk mengungkapkan kebahagiaan saya ini," kata pemain berusia 20 tahun ini saat dihubungi INILAH.COM, Senin (17/1/2011).
Johan juga tak lupa mengucap banyak terima kasih kepada pelatih Persib Daniel Roekito, manajemen tim khususnya Umuh Muchtar dan para pemain Persib lainnya yang sudah mendukung dirinya mengikuti seleksi timnas U-23.
"Berkat dukungan mereka saya bisa masuk seleksi ini. Dengan masuknya saya ke timnas secara tidak langsung akan mengangkat Persib juga, dan keluarga saya. Mudah-mudahan ini akan menjadi awal karier saya," pungkas Johan.
Kebanggaan yang ditunjukkan Daniel serta Dias dan Johan, tentu dirasakan pula oleh bobotoh dan warga Jabar pendukung Persib lainnya. Masuknya dua pemain muda di skuad Merah Putih menambahkan kebanggaan dan prestise Persib Bandung di kancah persepakbolaan nasional.
Pasalnya, di level timnas senior Persib pun menyumbangkan banyak pemain, yakni pemain naturalisari Cristian Gonzales, playmaker Eka Ramdani, dua pemain belakang Nova Arianto dan Maman Abdurahman, serta palang pintu Markus Horison.
Kendati hanya Eka Ramdani yang merupakan produk asli Persib, keberadaan kelima pemain Maung Bandung di timnas tersebut membuat bangga warga Kota Bandung, dan Jawa Barat umumnya .
Kehadiran pemain Persib di timnas U-23 pun menjadi bukti bahwa pembinaan bibit muda berbakat hasil kompitisi intern Persib yang selama ini dilakukan menuai hasil positif. Tentunya hal ini pun membawa harapan baru, bahwa pemain lokal yang asli binaan klub bisa berbicara banyak di level nasional.
Hal ini diharapkan bisa lebih mengangkat prestasi Persib yang selama lebih dari 15 tahun paceklik gelar setelah terakhir mengenggam gelar juara pada Liga Indonesi (Ligina) I pada 1994/1995. Keberhasilan skuad Persib era Ligina I yang murni dihuni pemain lokal binaan sendiri, patut menjadi contoh bahwa ke depan, pemian muda Persib pun bisa membawa kejayaan Maung Bandung.
Read More »»
Persib siap menuntaskan balas dendam saat bertandang ke Stadion Segiri Samarinda melawan Persisam Samarinda, Kamis (20/1/2011).
Pada kunjungan pertama di Stadion Segiri Samarinda 19 Januari 2010 lalu, Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2.
Saat itu, Maung Bandung sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Cristian Gonzales. Namun, empat menit kemudian Ronald Fagundez bisa menyamakan kedudukan dan tandukan Zaenal Arif di menit 38 membuat tim asuhan Jaya Hartono harus pulang dengan kepala tertunduk.
Catatan buruk tersebut rupanya tak mau dialami pelatih Persib musim ini, Daniel Raoekito. Ia bertekad mengakhiri tur Kalimantannya dengan membawa pulang enam poin ke Bandung.
Makanya setibanya di kota Samarinda, kemarin sekitar pukul 14. 00 WIB. Pelatih berkaca mata ini langsung memberikan waktu istirahat lebih lama kepada para pemainnya. Pasalnya pemain masih mengalami kelelahan, stamina mereka juga menurun karena telah menjalani pertandingan dan perjalanan darat cukup jauh.
"Pertandingan Kamis nanti akan berat, karena perjalanan jauh ini menyita cukup banyak tenaga. Tapi saya akan coba kembalikan lagi kebugaran mereka, mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan waktu tersisa ini dengan maksimal," kata Daniel.
Daniel juga telah mengingatkan kepada semua pemain agar memanfaatkan waktu sempit untuk pemulihan kondisi fisik. Pemain diharuskan istirahat dan disiplin dalam pola makan.
"Selasa dan Rabu ada latihan. Pagi ini akan kita kembalikan lagi kebugaran pemain. Besok kita matangkan latihan taktik dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang masih terjadi di pertandingan sebelumnya," ujar Daniel.
Read More »»
Pada kunjungan pertama di Stadion Segiri Samarinda 19 Januari 2010 lalu, Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2.
Saat itu, Maung Bandung sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Cristian Gonzales. Namun, empat menit kemudian Ronald Fagundez bisa menyamakan kedudukan dan tandukan Zaenal Arif di menit 38 membuat tim asuhan Jaya Hartono harus pulang dengan kepala tertunduk.
Catatan buruk tersebut rupanya tak mau dialami pelatih Persib musim ini, Daniel Raoekito. Ia bertekad mengakhiri tur Kalimantannya dengan membawa pulang enam poin ke Bandung.
Makanya setibanya di kota Samarinda, kemarin sekitar pukul 14. 00 WIB. Pelatih berkaca mata ini langsung memberikan waktu istirahat lebih lama kepada para pemainnya. Pasalnya pemain masih mengalami kelelahan, stamina mereka juga menurun karena telah menjalani pertandingan dan perjalanan darat cukup jauh.
"Pertandingan Kamis nanti akan berat, karena perjalanan jauh ini menyita cukup banyak tenaga. Tapi saya akan coba kembalikan lagi kebugaran mereka, mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan waktu tersisa ini dengan maksimal," kata Daniel.
Daniel juga telah mengingatkan kepada semua pemain agar memanfaatkan waktu sempit untuk pemulihan kondisi fisik. Pemain diharuskan istirahat dan disiplin dalam pola makan.
"Selasa dan Rabu ada latihan. Pagi ini akan kita kembalikan lagi kebugaran pemain. Besok kita matangkan latihan taktik dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang masih terjadi di pertandingan sebelumnya," ujar Daniel.
Read More »»
Tidak ada anak emas, itulah kata pertama yang
dilontrakan Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar saat dimintai komentarnya soal dicandangkannya Markus Horison saat Maung Bandung melawan Bontang FC, Minggu (16/1/2011).
Umuh tidak mempermasalahkan diparkirnya Markus untuk pertama kali oleh pelatih Persib Daniel Roekito. Karena menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan mutlak pelatih. Namun jika memang ada pemain yang komplain karena diparkir, barulah Umuh akan bertindak.
"Silakan saja komplain, kompetisi ini masih panjang. Masih ada putaran kedua untuk Persib melakukan pergantian pemain," tegas Umuh saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (18/1/2011).
Umuh pun kembali menegaskan, Persib mengontrak 25 pemain bukan untuk menjadi pemain cadangan, termasuk Markus Horison. Semua pemain sudah dianggap bagus, bahkan pelatih Daniel Roekito juga, menurut Umuh, tidak membeda-bedakan pemain, baik senior maupun junior, di matanya sama saja.
"Lihat saja, pemain yang kita rekrut dari Persib U-21, mereka diberikan kesempatan bermain oleh Daniel, karena mereka mau bekerja keras. Begitupun pemain lainnya, selama mereka mau bekerja keras pelatih pasti akan menurunkannya," terang Umuh.
Namun sejauh ini, tambah Umuh, meski Daniel memarkir beberapa pemain
berkelas, seperti Markus, Baihakki Bin Khaizan atau Eka Ramdani, tidak satupun pemain yang komplain.
"Berarti mental mereka bagus. Lihat saja Airlangga, pada pertandingan melawan Sriwijaya, namanya tidak masuk line up, tapi dia tetap tegar karena mentalnya bagus. Malahan dia semakin giat latihan karena ingin dimainkan. Mental-mental seperti itu yang kita butuhkan di tim ini," terangnya
Read More »»
dilontrakan Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar saat dimintai komentarnya soal dicandangkannya Markus Horison saat Maung Bandung melawan Bontang FC, Minggu (16/1/2011).
Umuh tidak mempermasalahkan diparkirnya Markus untuk pertama kali oleh pelatih Persib Daniel Roekito. Karena menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan mutlak pelatih. Namun jika memang ada pemain yang komplain karena diparkir, barulah Umuh akan bertindak.
"Silakan saja komplain, kompetisi ini masih panjang. Masih ada putaran kedua untuk Persib melakukan pergantian pemain," tegas Umuh saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (18/1/2011).
Umuh pun kembali menegaskan, Persib mengontrak 25 pemain bukan untuk menjadi pemain cadangan, termasuk Markus Horison. Semua pemain sudah dianggap bagus, bahkan pelatih Daniel Roekito juga, menurut Umuh, tidak membeda-bedakan pemain, baik senior maupun junior, di matanya sama saja.
"Lihat saja, pemain yang kita rekrut dari Persib U-21, mereka diberikan kesempatan bermain oleh Daniel, karena mereka mau bekerja keras. Begitupun pemain lainnya, selama mereka mau bekerja keras pelatih pasti akan menurunkannya," terang Umuh.
Namun sejauh ini, tambah Umuh, meski Daniel memarkir beberapa pemain
berkelas, seperti Markus, Baihakki Bin Khaizan atau Eka Ramdani, tidak satupun pemain yang komplain.
"Berarti mental mereka bagus. Lihat saja Airlangga, pada pertandingan melawan Sriwijaya, namanya tidak masuk line up, tapi dia tetap tegar karena mentalnya bagus. Malahan dia semakin giat latihan karena ingin dimainkan. Mental-mental seperti itu yang kita butuhkan di tim ini," terangnya
Read More »»
Langganan:
Postingan (Atom)