Bandung - Persib Bandung lagi-lagi gagal mencuri poin pada tur terakhirnya di Papua, setelah takluk 5-1 dari tuan rumah Persipura Jayapura, di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (2/2/2011).
Gol pembuka kemenangan tim berjuluk Mutiara Hitam ini dicetak Ian Luis Kabes menit 20, 39, Zah Rahan menit 75, Stevi Bosanvia menit 91 dan gol bunuh diri Maman Abdurahman menit 24. Sementara gol balasan Persib dicetak Rahmat Affandi 79.
Pada tur terakhir Papua ini anak-anak Bandung bermain lebih terbuka dan tetap menampilkan permainan menyerang. Kedua tim tampaknya masih berhati-hati dalam melancarkan serangannya di awal babak pertama.
Petaka datang menghampiri Persib menit 20. Zahrahan berhasil melakukan penetrasi dengan menggiring bola dari samping kiri gawang Markus yang posisinya sudah keluar dari sarang. Bola langsung disodorkan kepada Ian Kabes yang tiba-tiba berada di samping kanan gawang Persib. Dengan mudah tendangan Ian merobek gawang Markus yang terlambat bereaksi.
Tertinggal 1-0, Persib harus kehilangan penjaga gawang bernomor punggung 81 itu, karena mengalami cedera rokek di bagian bawah dagunya setelah berbenturan dengan Ian Kabes. Markus dilarikan dengan menggunakan ambulans. Posisinya pun langsung digantikan Dadang Sudrajat yang baru datang sehari sebelum laga ini dimulai.
Tak puas dengan satu gol, Persipura berhasil memperbesar keunggulannya setelah pemain belakang Persib Maman Abdurahman melakukan aksi bunuh diri. Akibat kesalahan itu, Persib harus tertiggal 2-0, pada menit 24 dibabak pertama ini.
Memasuki babak kedua, anak-anak Jayapura tak mau mengendurkan serangannya. Mereka bertubi-tubi melancarkan tendangan keras terus ke arah penjaga gawang Dadang Sudrajat yang baru diturunkan untuk pertama kalinya sepanjang LSI musim ini setelah Cecep dan Markus mengalami cedera.
Sepanjang 20 menit babak kedua, Persipura unggul dalam penguasaan bola. Bahkan mantan pemain timnas Indonesia Boaz Salosa kian berambisi untuk menambah koleksi 16 golnya untuk memperkokoh posisinya di puncak top skor sementara LSI 2010/2011.
Ian Luis Kabes kembali menggetarkan jala Persib Bandung untuk yang ketiga kalinya pada menit 39. Di sektor sebelah kiri pertahanan Persib, Kabes mampu mengecoh dua bek Nova dan Maman hingga masuk ke kotak penalti, dan melepaskan tendangan keras.
Selang lima menit kemudian Persipura kembali menambah pundi-pundi golnya setelah Zahrahan lolos dari kawalan pemain belakang Persib menit 75. Ia berhasil mengetarkan gawang Dadang untuk yang keempat kalinya.
Tertinggal 4-0, penyerang Rahmat Afandi yang baru menggantikan Pablo Frances berhasil memperkecil kedudukan menit 79. Ia mengecoh pemain belakang Persipura Bio Paulin. Tendangan kerasnya tak mampu dibendung penjaga gawang Yoo Zae Hoon, hingga mengubah kedudukan 4-1.
Persipura kembali memperbesar keunggulan menjadi 5-1 melalui gol Stevi Bosanvia pada menit ke 91. Ia berhasil menyambar bola rebound tendangan Lucas yang sempat diblok kiper Dadang Sudrajat. Hingga akhir pertandingan, skor 5-1 untuk kemenangan Persipura.
Read More »»
Blog untuk bobotoh Persib Saalam Dunya Semua berita tentang Persib dan sepakbola Indonesia Download Software dan Mp3 gratis Tip dan trik blog Menghasilkan Uang di Internet Persib Shopee liga 1 transfer Windows berita seputar Rajapolah,Tasikmalaya,Jawa barat Berita CPNS Kab Tasikmalaya Kerajinan Rajapolah
2/02/2011
Bandung - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku kaget ketika mengetahui timnya kembali menelan kekalahan memalukan 5-1 dari Persipura Jayapura di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (2/2/2011).
Saat dihubungi INILAH.COM, Umuh baru mengetahui kalau Persib akhirnya kalah 5-1. Terakhir ia tahu saat Markus Horison ditandu keluar lapangan karena mengalami robek di bagian dagu bawahnya ketika dibobol Persipura untuk yang kedua kalinya oleh Ian Lusi Kabes menit 20.
"Gak tahu saya bingung harus berkata apa, ini kekalahan yang sangat memalukan karena Persib terus menerus menelan kekalahan besar," kata Umuh, yang mengaku tengah berada di Jakarta dalam acara deklarasikan Jenderal George Toisutta yang akan maju sebagai calon Ketua Umum PSSI.
Lebih lanjut Umuh juga menyatakan kekecewaannya, karena pemain seakan tak menghargai pengorbanannya yang telah mati-matian mempertahankan Persib untuk tetap berkiprah di Liga Super Indonesia, termasuk menalangi 3 bulan gaji pemain, setelah konsorsium tak lagi menggelontorkan dana untuk keperluan gaji pemain.
"Kalau sudah seperti ini apa boleh buat saya tak bisa berkomentar banyak, karena kekalahan ini sudah jelas karena faktor pemain, mereka tak memakai hati dalam memperjuangkan Persib, saya sedih, saya malu" ucapnya dengan nada sedih.
Read More »»
Saat dihubungi INILAH.COM, Umuh baru mengetahui kalau Persib akhirnya kalah 5-1. Terakhir ia tahu saat Markus Horison ditandu keluar lapangan karena mengalami robek di bagian dagu bawahnya ketika dibobol Persipura untuk yang kedua kalinya oleh Ian Lusi Kabes menit 20.
"Gak tahu saya bingung harus berkata apa, ini kekalahan yang sangat memalukan karena Persib terus menerus menelan kekalahan besar," kata Umuh, yang mengaku tengah berada di Jakarta dalam acara deklarasikan Jenderal George Toisutta yang akan maju sebagai calon Ketua Umum PSSI.
Lebih lanjut Umuh juga menyatakan kekecewaannya, karena pemain seakan tak menghargai pengorbanannya yang telah mati-matian mempertahankan Persib untuk tetap berkiprah di Liga Super Indonesia, termasuk menalangi 3 bulan gaji pemain, setelah konsorsium tak lagi menggelontorkan dana untuk keperluan gaji pemain.
"Kalau sudah seperti ini apa boleh buat saya tak bisa berkomentar banyak, karena kekalahan ini sudah jelas karena faktor pemain, mereka tak memakai hati dalam memperjuangkan Persib, saya sedih, saya malu" ucapnya dengan nada sedih.
Read More »»
Bandung - Sekretaris penyelenggara pertandingan kandang (panpel) Persib Bandung, Budi Bram Rachman menyatakan, Polrestabes Bandung sudah memberikan izin laga Persib menjamu Pelita Jaya di Stadion Siliwangi tanpa penonton, Minggu (6/2/2011).
Izin tersebut dikeluarkan langsung Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Jaya Subrianto melalui Kasat Intel AKBP Bachtiar Purnama, siang tadi. Dengan beberapa catatan, bobotoh dilarang mendekati arel Stadion Siliwangi selama pertandingan berlangsung.
"Ya kita sudah mendapatkan izin, dengan imbauan agar bobotoh tidak mendekati areal stadion saat pertandingan berlangsung. Ini adalah bentuk peringatan sebagai penilaian untuk menentukan dikeluarkannya izin buat Persib di pertandingan selanjutnya," kata pria yang akrab disapa Oom Bram ini, saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (2/2/2011).
Untuk itu Bram berharap bobotoh mengindahkan ancaman dari pihak kepolisian itu. Sebab kalau bobotoh sampai ada yang mendekati areal Stadion Siliwangi saat Persib menjamu Pelita Jaya, pihak kepolisian tidak akan lagi mengeluarkan izin bertanding di Bandung, melawan Semen Padang 9 Februari dan Persijap Jepara 13 februari 2011.
"Pertandingan nanti melawan Pelita Jaya adalah pertaruhan buat kami, saya harap bobotoh tidak ada yang nekat datang ke Stadion kalau masih ingin melihat Persib masih bertanding di Bandung," paparnya.
Read More »»
Izin tersebut dikeluarkan langsung Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Jaya Subrianto melalui Kasat Intel AKBP Bachtiar Purnama, siang tadi. Dengan beberapa catatan, bobotoh dilarang mendekati arel Stadion Siliwangi selama pertandingan berlangsung.
"Ya kita sudah mendapatkan izin, dengan imbauan agar bobotoh tidak mendekati areal stadion saat pertandingan berlangsung. Ini adalah bentuk peringatan sebagai penilaian untuk menentukan dikeluarkannya izin buat Persib di pertandingan selanjutnya," kata pria yang akrab disapa Oom Bram ini, saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (2/2/2011).
Untuk itu Bram berharap bobotoh mengindahkan ancaman dari pihak kepolisian itu. Sebab kalau bobotoh sampai ada yang mendekati areal Stadion Siliwangi saat Persib menjamu Pelita Jaya, pihak kepolisian tidak akan lagi mengeluarkan izin bertanding di Bandung, melawan Semen Padang 9 Februari dan Persijap Jepara 13 februari 2011.
"Pertandingan nanti melawan Pelita Jaya adalah pertaruhan buat kami, saya harap bobotoh tidak ada yang nekat datang ke Stadion kalau masih ingin melihat Persib masih bertanding di Bandung," paparnya.
Read More »»
Bandung - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menyatakan dukungannya kepada Jenderal TNI George Toisutta yang sudah resmi mendeklarasikan kesiapan maju sebagai calon ketua umum (Ketum) PSSI.
"Ini aspirasi dari klub-klub LSI. Kami memohon dan mendukung kesediaan George Toisutta untuk menjadi kandidat ketua umum PSSI, karena kita tidak mau hanya ada satu calon, makanya kami mengusung George," ujar Umuh kepada INILAH.COM, usai menghadiri acara deklarasi George Toisutta yang akan maju sebagai calon ketua umum PSSI, di Jakarta Rabu (2/2/2011).
Selain manajer Persib, Jenderal bintang empat itu juga diusung Ketua Umum PSM Makassar dan Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ilham Arif Sirajudin, Sekretaris Umum PSMS Medan, Sumatra Utara Idris SH serta 18 klub perwakilan anggota PSSI dan pengurus provinsi yang hadir dalam acara itu.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu pun menyatakan kesiapannya saat didatangi perwakilan dari beberapa klub anggota PSSI dan pengurus provinsi di Mabes TNI AD, Rabu (2/2/2011).
Sambil tersenyum, George menyambutnya. "Saya sebenarnya terpepet ya? Tetapi sebagai prajurit, saya tidak bisa menolak kalau demi kepentingan kejayaan Indonesia." ucapnya.
Sebelumnya Umuh juga menganggap kurang tepat soal selebaran dukungan yang dibagikan ketua Umum PSSI saat ini Nurdin Halid dalam kongres di Bali beberapa pekan lalu.
"Saya rasa kurang gentle kalau hanya satu yang mencalonkan ketua PSSI, hingga sekarang kami belum menandatangani pernyataan dukungan yang diberikan Nurdin kepada Persib dalam kongres kemarin itu," terangnya.
Read More »»
"Ini aspirasi dari klub-klub LSI. Kami memohon dan mendukung kesediaan George Toisutta untuk menjadi kandidat ketua umum PSSI, karena kita tidak mau hanya ada satu calon, makanya kami mengusung George," ujar Umuh kepada INILAH.COM, usai menghadiri acara deklarasi George Toisutta yang akan maju sebagai calon ketua umum PSSI, di Jakarta Rabu (2/2/2011).
Selain manajer Persib, Jenderal bintang empat itu juga diusung Ketua Umum PSM Makassar dan Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ilham Arif Sirajudin, Sekretaris Umum PSMS Medan, Sumatra Utara Idris SH serta 18 klub perwakilan anggota PSSI dan pengurus provinsi yang hadir dalam acara itu.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu pun menyatakan kesiapannya saat didatangi perwakilan dari beberapa klub anggota PSSI dan pengurus provinsi di Mabes TNI AD, Rabu (2/2/2011).
Sambil tersenyum, George menyambutnya. "Saya sebenarnya terpepet ya? Tetapi sebagai prajurit, saya tidak bisa menolak kalau demi kepentingan kejayaan Indonesia." ucapnya.
Sebelumnya Umuh juga menganggap kurang tepat soal selebaran dukungan yang dibagikan ketua Umum PSSI saat ini Nurdin Halid dalam kongres di Bali beberapa pekan lalu.
"Saya rasa kurang gentle kalau hanya satu yang mencalonkan ketua PSSI, hingga sekarang kami belum menandatangani pernyataan dukungan yang diberikan Nurdin kepada Persib dalam kongres kemarin itu," terangnya.
Read More »»
Bandung - Kalah telak 5-1 dari Persipura Jayapura, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menegaskan posisi pelatih Daniel Roekito masih aman hingga akhir musim Liga Super Indonesia 2010/2011.
Di bawah kepemimpinan Daniel, Persib baru bisa menorehkan prestasi satu kemenangan atas Bontang FC, satu kali draw melawan Arema Indonesia, dan empat kali kalah, terakhir oleh Persipura.
"Daniel tetap aman, tidak mungkin ada pergantian pelatih ke empat, kita tidak ada masalah dengan pelatih ini hanya faktor pemain," tegas Umuh saat dihubungi INILAH.COM, usai menghadiri acara mendeklarasikan Jenderal TNI George Toisutta yang akan maju sebagai calon ketua umum PSSI, di Jakarta, Rabu (2/2/2011).
Umuh langsung menjanjikan perombakan total di paruh kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011, di awal bulan Februari nanti. Manajer yang juga menjabat sebagai Dirut PT PBB ini juga mengatakan pemainnya sudah tak lagi bermain dengan hati.
"Saya dengar setelah Cecep. Markus juga cedera, saya tidak tahu harus gimana lagi karena kiper yang tersisa tinggal Dadang. Saya sudah melakukan banyak cara dan pengorbanan untuk Persib, tapi kita tetap saja terpuruk, gak tau ada apa, yang pasti pemain tidak pake hati untuk Persib," paparnya.
Namun, Umuh tetap meminta kepada anak asuhnya untuk mengubah sikap, motivasi, dan lebih bersungguh-sungguh lagi membela Persib. Masih ada tiga pertandingan kandang untuk pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk Persib.
"Tiga pertandingan itu saya anggap sebagai ujian akhir buat pemain, mana yang benar-benar bermain memakai hati dan bersungguh-sungguh membela Persib, akan dinilai oleh kita dan pemain yang menentukannya, jadi jangan salahkan kami kalau diparuh musim nanti ada yang didepak," ancamnya.
Setelah mengakhiri tur Papua, melawan Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura, Persib menyisakan tiga laga kandang lagi melawan Pelita Jaya 6 Februari, Semen Padang 9 Februari dan Persijap Jepara 13 Februari 2011.
Read More »»
Di bawah kepemimpinan Daniel, Persib baru bisa menorehkan prestasi satu kemenangan atas Bontang FC, satu kali draw melawan Arema Indonesia, dan empat kali kalah, terakhir oleh Persipura.
"Daniel tetap aman, tidak mungkin ada pergantian pelatih ke empat, kita tidak ada masalah dengan pelatih ini hanya faktor pemain," tegas Umuh saat dihubungi INILAH.COM, usai menghadiri acara mendeklarasikan Jenderal TNI George Toisutta yang akan maju sebagai calon ketua umum PSSI, di Jakarta, Rabu (2/2/2011).
Umuh langsung menjanjikan perombakan total di paruh kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011, di awal bulan Februari nanti. Manajer yang juga menjabat sebagai Dirut PT PBB ini juga mengatakan pemainnya sudah tak lagi bermain dengan hati.
"Saya dengar setelah Cecep. Markus juga cedera, saya tidak tahu harus gimana lagi karena kiper yang tersisa tinggal Dadang. Saya sudah melakukan banyak cara dan pengorbanan untuk Persib, tapi kita tetap saja terpuruk, gak tau ada apa, yang pasti pemain tidak pake hati untuk Persib," paparnya.
Namun, Umuh tetap meminta kepada anak asuhnya untuk mengubah sikap, motivasi, dan lebih bersungguh-sungguh lagi membela Persib. Masih ada tiga pertandingan kandang untuk pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk Persib.
"Tiga pertandingan itu saya anggap sebagai ujian akhir buat pemain, mana yang benar-benar bermain memakai hati dan bersungguh-sungguh membela Persib, akan dinilai oleh kita dan pemain yang menentukannya, jadi jangan salahkan kami kalau diparuh musim nanti ada yang didepak," ancamnya.
Setelah mengakhiri tur Papua, melawan Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura, Persib menyisakan tiga laga kandang lagi melawan Pelita Jaya 6 Februari, Semen Padang 9 Februari dan Persijap Jepara 13 Februari 2011.
Read More »»
1/29/2011
Bandung - Ketika dimintai komentarnya menyangkut dua kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga primer Indonesia (LPI), hingga tiga klub hengkang dari LSI, Pelatih Persib Daniel Roekito bergeming.
Namun, saat ditanya soal hijrahnya 3 klub LSI, PSM Makasar, Persibo Bojonegoro dan Persema Malang ke LPI, Daniel menegaskan hal itu menandakan PSSI tidak mampu lagi mengelola LSI.
"Bukan PSSI yang tidak benar, tapi para pengurusnya. PSSI itu sudah bagus, organisasi ini sudah berdiri sejak 1930, dan sudah banyak membantu dalam meningkatkan sepak bola di Indonesia," tegas kepada INILAH.COM, Jumat (28/1/2011).
PSSI memang memiliki sejarah panjang, bahkan lebih tua dari umur Republik Indonesia. Dalam pembentukan PSSI, Persib Bandung pun menjadi bagian penting karena merupakan salah satu pelopor berdirinya PSSI pada 19 April 1930. Saat itu, Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB) sebagai embrio kelahiran Maung Bandung, ikut mendeklarasikan berdirinya PSSI bersama PSIM Yogyakarta dan Persija Jakarta.
Sekadar mengingatkan, PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada 1927 dan kembali ke Tanah Air pada 1928.
Ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan. Sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepak bola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Soeratin melihat sepak bola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda dalam menentang Belanda.
Untuk melaksanakan cita-citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Saat diadakan pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat No 17, Jakarta dengan Soeri, Ketua Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ/Persija) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan dibentuknya organisasi persepakbolaan kebangsaan. Selanjutnya dilakukan pematangan gagasan tersebut di Kota Bandung, Yogya, dan Solo yang dilakukan tokoh pergerakan nasional, seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, dan A Hamid.
Pada 19 April 1930, berkumpulah wakil-wakil dari VIJ seperti Sjamsoedin. Dari pertemuan tersebut lahirlah PSSI atau Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia. Kemudian nama itu diubah dalam Kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia dan menetapkan Ir Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.
Dalam perkembangannya, PSSI menjadi anggota FIFA pada 1 November 1952 pada Kongres FIFA di Helsinki, Firlandia. Setelah diterima menjadi anggota FIFA, PSSI diterima menjadi anggota Asian Football Confederation (AFC) tahun 1952.
PSSI bahkan menjadi pelopor pembentukan Asean Football Federation (AFF) saat kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF dan Ketua Kehormatan.
Pada 1953, PSSI memantapkan posisinya sebagai organisasi berbadan hukum dengan mendaftar ke Departemen Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh RI No J.A.5/11/6 tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara RI tanggal 3 Maret 1953 No 18.
Berarti PSSI adalah satu-satunya induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita negara sejak 8 tahun setelah Indonesia merdeka.Dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya.
Kompetisi yang digelar PSSI di dalam negeri ini terdiri dari Liga Super Indonesia (LSI) yang diikuti oleh klub sepak bola dengan pemain yang berstatus non amatir, Divisi Utama (non amatir), Divisi I (non amatir), Divisi II (non amatir), Divisi II (non amatir). Lalu ada kompetisi kelompok umur yang diikuti klub sepak bola dengan pemain, yakni kompetisi di bawah usia 15 tahun (U-15), di bawah usia 17 tahun (U-170), di bawah Usia 19 tahun (U-19), dan di bawah usia 23 tahun (U-23). Selain itu, ada juga kompetisi sepak bola Wanita dan Futsal (11).
Namun dalam beberapa tahun terakhir ini dalam periode kedua kepemimpinan Ketua Umum Nurdin Halid, PSSI terus dilanda gonjang-ganjing. Tuntutan mereformasi PSSI terus disuarakan sejumlah elemen sepak bola Indonesia. Puncak kisruh terjadi saat lahirnya kompetisi tandingan LSI dengan nama Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas konglomerat Arifin Panigoro.
Berkaca dari sejarah panjang PSSI yang juga menjadi bagian dari perjalanan perjuangan bangsa, sangat disayangkan jika PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola di Indonesia harus mengalami kisruh seperti saat ini. Karena sebagai sebuah lembaga, PSSI sudah berperan memajukan sepak bola Indonesia. Kedudukan PSSI pun sudah diakui sejajar dengan organisasi serupa di negara lain, Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB) di Belanda atau English Football Association (FA) di Inggris.
Kisruh yang saat ini terjadi, justru harus dijadikan momen untuk membenahi PSSI dan memperbaiki persepakbolaan Indonesia agar Merah Putih bisa berkibar di pentas internasional.
Read More »»
Namun, saat ditanya soal hijrahnya 3 klub LSI, PSM Makasar, Persibo Bojonegoro dan Persema Malang ke LPI, Daniel menegaskan hal itu menandakan PSSI tidak mampu lagi mengelola LSI.
"Bukan PSSI yang tidak benar, tapi para pengurusnya. PSSI itu sudah bagus, organisasi ini sudah berdiri sejak 1930, dan sudah banyak membantu dalam meningkatkan sepak bola di Indonesia," tegas kepada INILAH.COM, Jumat (28/1/2011).
PSSI memang memiliki sejarah panjang, bahkan lebih tua dari umur Republik Indonesia. Dalam pembentukan PSSI, Persib Bandung pun menjadi bagian penting karena merupakan salah satu pelopor berdirinya PSSI pada 19 April 1930. Saat itu, Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB) sebagai embrio kelahiran Maung Bandung, ikut mendeklarasikan berdirinya PSSI bersama PSIM Yogyakarta dan Persija Jakarta.
Sekadar mengingatkan, PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada 1927 dan kembali ke Tanah Air pada 1928.
Ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan. Sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepak bola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Soeratin melihat sepak bola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda dalam menentang Belanda.
Untuk melaksanakan cita-citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Saat diadakan pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat No 17, Jakarta dengan Soeri, Ketua Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ/Persija) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan dibentuknya organisasi persepakbolaan kebangsaan. Selanjutnya dilakukan pematangan gagasan tersebut di Kota Bandung, Yogya, dan Solo yang dilakukan tokoh pergerakan nasional, seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, dan A Hamid.
Pada 19 April 1930, berkumpulah wakil-wakil dari VIJ seperti Sjamsoedin. Dari pertemuan tersebut lahirlah PSSI atau Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia. Kemudian nama itu diubah dalam Kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia dan menetapkan Ir Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.
Dalam perkembangannya, PSSI menjadi anggota FIFA pada 1 November 1952 pada Kongres FIFA di Helsinki, Firlandia. Setelah diterima menjadi anggota FIFA, PSSI diterima menjadi anggota Asian Football Confederation (AFC) tahun 1952.
PSSI bahkan menjadi pelopor pembentukan Asean Football Federation (AFF) saat kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF dan Ketua Kehormatan.
Pada 1953, PSSI memantapkan posisinya sebagai organisasi berbadan hukum dengan mendaftar ke Departemen Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh RI No J.A.5/11/6 tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara RI tanggal 3 Maret 1953 No 18.
Berarti PSSI adalah satu-satunya induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita negara sejak 8 tahun setelah Indonesia merdeka.Dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya.
Kompetisi yang digelar PSSI di dalam negeri ini terdiri dari Liga Super Indonesia (LSI) yang diikuti oleh klub sepak bola dengan pemain yang berstatus non amatir, Divisi Utama (non amatir), Divisi I (non amatir), Divisi II (non amatir), Divisi II (non amatir). Lalu ada kompetisi kelompok umur yang diikuti klub sepak bola dengan pemain, yakni kompetisi di bawah usia 15 tahun (U-15), di bawah usia 17 tahun (U-170), di bawah Usia 19 tahun (U-19), dan di bawah usia 23 tahun (U-23). Selain itu, ada juga kompetisi sepak bola Wanita dan Futsal (11).
Namun dalam beberapa tahun terakhir ini dalam periode kedua kepemimpinan Ketua Umum Nurdin Halid, PSSI terus dilanda gonjang-ganjing. Tuntutan mereformasi PSSI terus disuarakan sejumlah elemen sepak bola Indonesia. Puncak kisruh terjadi saat lahirnya kompetisi tandingan LSI dengan nama Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas konglomerat Arifin Panigoro.
Berkaca dari sejarah panjang PSSI yang juga menjadi bagian dari perjalanan perjuangan bangsa, sangat disayangkan jika PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola di Indonesia harus mengalami kisruh seperti saat ini. Karena sebagai sebuah lembaga, PSSI sudah berperan memajukan sepak bola Indonesia. Kedudukan PSSI pun sudah diakui sejajar dengan organisasi serupa di negara lain, Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB) di Belanda atau English Football Association (FA) di Inggris.
Kisruh yang saat ini terjadi, justru harus dijadikan momen untuk membenahi PSSI dan memperbaiki persepakbolaan Indonesia agar Merah Putih bisa berkibar di pentas internasional.
Read More »»
1/28/2011
Kendati menyadari jika peluang Persib Bandung membawa pulang poin dalam dua laga tandang di Papua sangat berat, pelatih Daniel meminta pasukannya untuk berjuang keras lebih dulu. Jika seluruh anggota skuadnya sudah berjuang maksimal, tapi hasil itu tetap kalah, hal itu tidak akan mengecewakannya.
Selama ini, sangat sulit bagi tim tamu yang bisa memenangkan laga melawan Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura di kandangnya. "Kalau main di Papua, memang ada kesan, kita (tim tamu, red) akan kalah. Tapi sebagai pelatih, saya harus optimistis. Saya harus menanamkan sikap pantang menyerah kepada pemain. Soal kemudian kita tetap dibantai, itu tidak masalah, karena pemain sudah berjuang maksimal," kata Daniel usai sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi, Kamis (27/1).
Sesi latihan pagi ini merupakan yang terakhir sebelum Persib terbang ke Papua, Kamis (27) malam untuk menghadapi Persiwa di Stadion Pendidikan Wamena, Minggu (30/1) dan Persipura di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (2/2).
Sebagai bukti timnya bakal berjuang keras terlebih dulu untuk mencuri poin dari Persiwa dan Persipura, Daniel tetap memboyong 18 pemain utamanya dalam tur maut ke Papua ini. "Kepada pemain, saya sudah tanamkan mental dan sikap optimis. Kalau tidak punya sikap optimis, untuk apa kita jauh-jauh datang ke Papua. Kalau tidak yakin, sudah saja jangan berangkat," kata Daniel.
Peluang di Jayapura
Berbicara soal kans mencuri poin, Daniel mengatakan, peluang melawan Persipura masih ada dibandingkan dengan Persiwa. "Meski sangat berat, di Jayapura masih ada kesempatan. Waktu melatih Persik tahun 2006, saya pernah mengalahkan Persipura 4-0, tapi di Wamena tetap dibantai. Begitu juga tahun lalu ketika latih Persiba," tuturnya.
Meski harus tetap diperjuangkan, Daniel berharap memori indah bersama Persik dan Persiba di tanah Papua itu bakal terulang bersama Persib. "Mudah-mudahan perjuangan pemain membuahkan hasil," katanya.
Rombongan Persib meninggalkan Mes Persib pada pukul 15.00 WIB dengan membawa 18 pemain. Pemain yang ditinggal adalah Dadang Sudrajat (kiper), Gilang Angga Kusumah, Munadi, Rendi Saputra, Jejen Zaenal Abidin, dan Yudi Khoerudin.
Read More »»
Selama ini, sangat sulit bagi tim tamu yang bisa memenangkan laga melawan Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura di kandangnya. "Kalau main di Papua, memang ada kesan, kita (tim tamu, red) akan kalah. Tapi sebagai pelatih, saya harus optimistis. Saya harus menanamkan sikap pantang menyerah kepada pemain. Soal kemudian kita tetap dibantai, itu tidak masalah, karena pemain sudah berjuang maksimal," kata Daniel usai sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi, Kamis (27/1).
Sesi latihan pagi ini merupakan yang terakhir sebelum Persib terbang ke Papua, Kamis (27) malam untuk menghadapi Persiwa di Stadion Pendidikan Wamena, Minggu (30/1) dan Persipura di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (2/2).
Sebagai bukti timnya bakal berjuang keras terlebih dulu untuk mencuri poin dari Persiwa dan Persipura, Daniel tetap memboyong 18 pemain utamanya dalam tur maut ke Papua ini. "Kepada pemain, saya sudah tanamkan mental dan sikap optimis. Kalau tidak punya sikap optimis, untuk apa kita jauh-jauh datang ke Papua. Kalau tidak yakin, sudah saja jangan berangkat," kata Daniel.
Peluang di Jayapura
Berbicara soal kans mencuri poin, Daniel mengatakan, peluang melawan Persipura masih ada dibandingkan dengan Persiwa. "Meski sangat berat, di Jayapura masih ada kesempatan. Waktu melatih Persik tahun 2006, saya pernah mengalahkan Persipura 4-0, tapi di Wamena tetap dibantai. Begitu juga tahun lalu ketika latih Persiba," tuturnya.
Meski harus tetap diperjuangkan, Daniel berharap memori indah bersama Persik dan Persiba di tanah Papua itu bakal terulang bersama Persib. "Mudah-mudahan perjuangan pemain membuahkan hasil," katanya.
Rombongan Persib meninggalkan Mes Persib pada pukul 15.00 WIB dengan membawa 18 pemain. Pemain yang ditinggal adalah Dadang Sudrajat (kiper), Gilang Angga Kusumah, Munadi, Rendi Saputra, Jejen Zaenal Abidin, dan Yudi Khoerudin.
Read More »»
Langganan:
Postingan (Atom)