JAKARTA – Irfan Bachdim sempat mengalami cedera engkel saat sesi latihan Timnas di Lapangan ABC, Senayan Jakarta, Selasa (9/11/2010) sore. Beruntung cederanya tidak parah, striker Persema Malang ini bisa kembali mengikuti latihan, Rabu pagi tadi.
Pada sesi latihan Selasa kemarin, Irfan Bachdim terpaksa beristirahat dan menghabisi sisa latihan dari pinggir lapangan, karena sempat terkilir setelah menendang bola.
Tim medis Timnas mengatakan cedera Irfan tidak parah namun perlu diistirahatkan sekira dua hari untuk bisa kembali mengikuti latihan tim yang dipersiapkan untuk Piala AFF Desember mendatang itu.
Latihan pagi tadi yang digelar sekira dua jam dari pukul 07.00 WIB itu juga sudah diikuti striker asal Persib Cristian ‘El-Loco’ Gonzales.Sebelumnya, striker naturalisasi berdarah Uruguay ini terpaksa absen dua hari sejak latihan perdana 8 November kemarin karena harus menemani istrinya yang sedang sakit.
“Saya senang bisa latihan bersama Bambang dan yang lain, selama ini kami bertanding di lapangan sekarang bisa latihan bersama,” kata Gonzales kepada wartawan di Lapangan ABC Senayan, Rabu (10/11/2010).
Dua pemain yang belum hadir yaitu Boaz Salossa dan Oktomaniani. Mengenai ketidakhadiran kedua pemain itu, pelatih Alfred Riedl akan menunggu hingga Kamis besok. Jika keduanya tetap absen, maka kemungkinan besar akan dicoret dari Timnas.
Selama satu pekan ini Alfred Riedl menekankan porsi latihan fisik pada Bambang Pamungkas dkk, setelah itu tim baru akan mendapatkan penggemblengan taktis bermain.
Sekretaris Alfred Riedl, Huda Setya memaparkan Alfred Riedl nantinya akan melakukan evaluasi terhadap para pemain termasuk membahas kemungkinan mengurangi jumlah skuad. “ Tapi kapan waktunya saya belum tahu,” kata Huda.
Read More »»
Blog untuk bobotoh Persib Saalam Dunya Semua berita tentang Persib dan sepakbola Indonesia Download Software dan Mp3 gratis Tip dan trik blog Menghasilkan Uang di Internet Persib Shopee liga 1 transfer Windows berita seputar Rajapolah,Tasikmalaya,Jawa barat Berita CPNS Kab Tasikmalaya Kerajinan Rajapolah
11/10/2010
LEMBANG,(GM)-
Misteri tentang keberadaan tim dari Bandung yang akan mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI), akhirnya menemui titik terang.
Pada peluncuran kompetisi yang digagas Aripin Panigoro itu, klub asal Bandung yang disebutkan bernama Maung Bandung Raya (MBR) tersebut kemungkinan besar akan bernama Bandung FC. Klub ini dipimpin Mohamad Kusnaeni, mantan pemimpin redaksi majalah sepak bola terbitan Jakarta yang kini menjadi salah seorang redaktur harian olahraga di ibu kota.
Jabatan resmi Kusnaeni di Bandung FC adalah direktur klub. Tentang Bandung FC, Kusnaeni menjelaskan, keberadaannya merupakan pelengkap bagi klub-klub yang sudah ada di Kota Bandung. Harapannya, kehadiran Bandung FC bisa menjadi fasilitator pemain-pemain berbakat yang bertebaran di wilayah Bandung Raya.
"Kami hadir di Bandung bukan untuk mencari lawan atau musuh. Kami ingin persahabatan dan pelengkap persepakbolaan di sini (Bandung, red). Semua yang kami laksanakan akan menghasilkan ekses positif bagi persepakbolaan di Bandung dan nasional pada umumnya," ujar Kusnaeni.
Sebagai sebuah klub yang baru lahir, Kusnaeni tidak lupa meminta masukan dan saran dari pelaku sepak bola di Bandung.
Seperti diberitakan "GM" sebelumnya, untuk membentuk tim ini, manajemen klub Bandung FC sudah menunjuk pelatih kepala Nandar Iskandar yang dibantu dua asistennya, Budiman dan Agus Atha. Ketiganya sudah memimpin proses seleksi yang dilakukan di Lembang, 7-9 November ini. Dalam seleksi tahap pertama ini, hadir sejumlah pemain ternama seperti Yaris Riyadi, Deden Hermawan (Persib), Egi Nirwan (Persema), dan mantan penjaga gawang nasional Kurnia Sandy.
Informasi teranyar yang didapatkan "GM", proses seleksi tahap kedua akan dilakukan pada 15-20 November mendatang. "Mayoritas pemain yang ikut seleksi memiliki skill serta pengalaman. Sebetulnya, bagi kami tak sulit untuk menyeleksinya, hanya saja kita masih menunggu seleksi berikutnya untuk menetapkan pemain yang diikusertakan," jelas Nandar.
Untuk melengkapi staf pelatihnya, Bandung FC kini sedang mencari seorang pelatih fisik. Tim ini rencananya akan menggunakan Stadion Siliwangi atau Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung sebagai homebase. (B.82)**
Read More »»
Misteri tentang keberadaan tim dari Bandung yang akan mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI), akhirnya menemui titik terang.
Pada peluncuran kompetisi yang digagas Aripin Panigoro itu, klub asal Bandung yang disebutkan bernama Maung Bandung Raya (MBR) tersebut kemungkinan besar akan bernama Bandung FC. Klub ini dipimpin Mohamad Kusnaeni, mantan pemimpin redaksi majalah sepak bola terbitan Jakarta yang kini menjadi salah seorang redaktur harian olahraga di ibu kota.
Jabatan resmi Kusnaeni di Bandung FC adalah direktur klub. Tentang Bandung FC, Kusnaeni menjelaskan, keberadaannya merupakan pelengkap bagi klub-klub yang sudah ada di Kota Bandung. Harapannya, kehadiran Bandung FC bisa menjadi fasilitator pemain-pemain berbakat yang bertebaran di wilayah Bandung Raya.
"Kami hadir di Bandung bukan untuk mencari lawan atau musuh. Kami ingin persahabatan dan pelengkap persepakbolaan di sini (Bandung, red). Semua yang kami laksanakan akan menghasilkan ekses positif bagi persepakbolaan di Bandung dan nasional pada umumnya," ujar Kusnaeni.
Sebagai sebuah klub yang baru lahir, Kusnaeni tidak lupa meminta masukan dan saran dari pelaku sepak bola di Bandung.
Seperti diberitakan "GM" sebelumnya, untuk membentuk tim ini, manajemen klub Bandung FC sudah menunjuk pelatih kepala Nandar Iskandar yang dibantu dua asistennya, Budiman dan Agus Atha. Ketiganya sudah memimpin proses seleksi yang dilakukan di Lembang, 7-9 November ini. Dalam seleksi tahap pertama ini, hadir sejumlah pemain ternama seperti Yaris Riyadi, Deden Hermawan (Persib), Egi Nirwan (Persema), dan mantan penjaga gawang nasional Kurnia Sandy.
Informasi teranyar yang didapatkan "GM", proses seleksi tahap kedua akan dilakukan pada 15-20 November mendatang. "Mayoritas pemain yang ikut seleksi memiliki skill serta pengalaman. Sebetulnya, bagi kami tak sulit untuk menyeleksinya, hanya saja kita masih menunggu seleksi berikutnya untuk menetapkan pemain yang diikusertakan," jelas Nandar.
Untuk melengkapi staf pelatihnya, Bandung FC kini sedang mencari seorang pelatih fisik. Tim ini rencananya akan menggunakan Stadion Siliwangi atau Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung sebagai homebase. (B.82)**
Read More »»
DALAM berbagai kesempatan, tim pelatih dan manajemen tim Persib Bandung sudah menunjuk lini pertahanan tim kebanggaan bobotoh ini menjadi masalah terbesar dalam 6 laga pembuka mereka di Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Mereka menilai, barisan pertahanan yang dikomandani dua pemain tim nasional, Nova Arianto dan Maman Abdurahman sangat keropos dan mudah ditembus lawan. Benarkah?
Kesimpulan tersebut ada benarnya. Tapi berdasarkan data statistik yang coba disusun "GM", ada persoalan lain yang turut memperparah kinerja tim secara keseluruhan yang menyebabkan Persib terpuruk di awal musim ini. Menurut asisten pelatih Persib, Robby Darwis, persoalan yang tidak kalah penting untuk segera dibenahi adalah menyangkut kondisi stamina dan konsentrasi para pemain sepanjang laga.
"Karena stamina menurun, konsentrasi pemain di babak kedua turut menurun. Karena itu, kita lebih banyak kebobolan di babak kedua," kata Robby ketika dihubungi "GM", Selasa (9/11).
Robby benar. Statistik menunjukkan, dari 12 gol yang bersarang ke gawang Persib, 75% atau sebanyak 9 gol terjadi di babak kedua. Sedangkan tiga lainnya atau 25% terjadi di babak pertama. Dari empat kekalahan yang dialami Persib, hampir semua gol penentu kekalahan terjadi di babak kedua. Padahal pada saat jeda, ketika stamina masih bugar, Persib masih bisa mengimbangi lawan.
Contoh yang paling mencolok adalah ketika Persib dihajar Deltras Sidoarjo 1-4 dan Persija Jakarta 0-3. Dalam dua pertandingan tandang tersebut, di babak pertama Persib bisa memaksakan hasil imbang 0-0. Tapi memasuki gawang kedua, lini pertahanan Persib porak-poranda dan gawang Markus Horison tanpa ampun diberondong empat gol saat melawan Deltras dan tiga gol saat dihantam Persija.
Sadar akan buruknya stamina para pemain, manajemen klub sudah mengambil langkah strategis, yaitu mendatangkan kembali Entang Hermanu sebagai pelatih fisik. Kita tunggu hasilnya! (endan suhendra/"GM")**
Read More »»
Kesimpulan tersebut ada benarnya. Tapi berdasarkan data statistik yang coba disusun "GM", ada persoalan lain yang turut memperparah kinerja tim secara keseluruhan yang menyebabkan Persib terpuruk di awal musim ini. Menurut asisten pelatih Persib, Robby Darwis, persoalan yang tidak kalah penting untuk segera dibenahi adalah menyangkut kondisi stamina dan konsentrasi para pemain sepanjang laga.
"Karena stamina menurun, konsentrasi pemain di babak kedua turut menurun. Karena itu, kita lebih banyak kebobolan di babak kedua," kata Robby ketika dihubungi "GM", Selasa (9/11).
Robby benar. Statistik menunjukkan, dari 12 gol yang bersarang ke gawang Persib, 75% atau sebanyak 9 gol terjadi di babak kedua. Sedangkan tiga lainnya atau 25% terjadi di babak pertama. Dari empat kekalahan yang dialami Persib, hampir semua gol penentu kekalahan terjadi di babak kedua. Padahal pada saat jeda, ketika stamina masih bugar, Persib masih bisa mengimbangi lawan.
Contoh yang paling mencolok adalah ketika Persib dihajar Deltras Sidoarjo 1-4 dan Persija Jakarta 0-3. Dalam dua pertandingan tandang tersebut, di babak pertama Persib bisa memaksakan hasil imbang 0-0. Tapi memasuki gawang kedua, lini pertahanan Persib porak-poranda dan gawang Markus Horison tanpa ampun diberondong empat gol saat melawan Deltras dan tiga gol saat dihantam Persija.
Sadar akan buruknya stamina para pemain, manajemen klub sudah mengambil langkah strategis, yaitu mendatangkan kembali Entang Hermanu sebagai pelatih fisik. Kita tunggu hasilnya! (endan suhendra/"GM")**
Read More »»
BANDUNG,(GM)-
Kritik terhadap tim Persib Bandung yang dalam enam pertandingan Liga Super Indonesia 2010/2011 belum memuaskan tidak hanya menerpa lini belakang. Produktivitas lini depan juga menjadi perhatian khusus untuk segera diperbaiki.
Masalah ketajaman menjadi sorotan juga tidak terlepas dari dua laga terakhir yang gagal menciptakan gol. Cristian Gonzales hingga laga keenamnya baru menciptakan satu gol. Sedangkan tendemnya, Pablo Alejandro Frances baru mengemas dua gol.
Manajer Persib, Umuh Muchtar mengungkapkan, jajaran pelatih juga harus membenahi performa para penyerang. Termasuk performa para gelandang yang juga seharusnya bisa membantu duet Gonzales-Pablo atau penggantinya Rachmat Afandi dalam menciptakan gol.
"Kita 'kan janji akan mengevaluasi semuanya. Kemarin saya berbicara bahwa lini belakang kita bermasalah karena sering kebobolan. Sekarang giliran lini depan yang harus bisa dibenahi agar bisa mencetak banyak gol," ungkap Umuh, Selasa (9/11), seperti dikutip okezone.com.
Umuh juga sempat mengkritisi proses pergantian pemain yang dilakukan pelatih Jovo Cuckovic dan asistennya Robby Darwis. Dia menilai, performa Rachmat Afandi cukup gemilang dan efektif. Namun, pada beberapa kesempatan, Fandi --sapaan akrabnya-- justru hanya dimainkan sekitar 10-15 menit saja. "Sebaiknya nanti juga dilihat lagi. Kalau ternyata duet Gonzales-Pablo mentok, ada baiknya diganti dengan Fandi yang naluri golnya luar biasa. Ini hanya saran saja," jelasnya.
Namun, Umuh juga tetap optimistis dengan hadirnya Hilton Mauro Moreira, ketajaman lini depan bisa dimaksimalkan. Bomber asal Brasil tersebut diperkirakan bisa tampil membela "Maung Bandung" saat dijamu Sriwijaya FC, 2 Januari mendatang. "Kita bisa lihat duet Gonzales-Hilton musim lalu luar biasa. Tapi pesan saya adalah, jangan terlalu bergantung kepada 1-2 pemain saja. Semua pemain harus tetap bisa dimaksimalkan," bebernya.
Sementara itu, pilar lini belakang Persib, Nova Arianto sangat berharap pengatur serangan "Maung Bandung", Eka Ramdani segera pulih dari cederanya. Harapan tersebut tidak berlebihan, lantaran dalam dua laga terakhir, tanpa kehadiran Eka penampilan Persib jauh menurun. "Adanya Eka bisa memberi kekuatan bagi tim," ungkap Nova. (B.51/net)**
Read More »»
Kritik terhadap tim Persib Bandung yang dalam enam pertandingan Liga Super Indonesia 2010/2011 belum memuaskan tidak hanya menerpa lini belakang. Produktivitas lini depan juga menjadi perhatian khusus untuk segera diperbaiki.
Masalah ketajaman menjadi sorotan juga tidak terlepas dari dua laga terakhir yang gagal menciptakan gol. Cristian Gonzales hingga laga keenamnya baru menciptakan satu gol. Sedangkan tendemnya, Pablo Alejandro Frances baru mengemas dua gol.
Manajer Persib, Umuh Muchtar mengungkapkan, jajaran pelatih juga harus membenahi performa para penyerang. Termasuk performa para gelandang yang juga seharusnya bisa membantu duet Gonzales-Pablo atau penggantinya Rachmat Afandi dalam menciptakan gol.
"Kita 'kan janji akan mengevaluasi semuanya. Kemarin saya berbicara bahwa lini belakang kita bermasalah karena sering kebobolan. Sekarang giliran lini depan yang harus bisa dibenahi agar bisa mencetak banyak gol," ungkap Umuh, Selasa (9/11), seperti dikutip okezone.com.
Umuh juga sempat mengkritisi proses pergantian pemain yang dilakukan pelatih Jovo Cuckovic dan asistennya Robby Darwis. Dia menilai, performa Rachmat Afandi cukup gemilang dan efektif. Namun, pada beberapa kesempatan, Fandi --sapaan akrabnya-- justru hanya dimainkan sekitar 10-15 menit saja. "Sebaiknya nanti juga dilihat lagi. Kalau ternyata duet Gonzales-Pablo mentok, ada baiknya diganti dengan Fandi yang naluri golnya luar biasa. Ini hanya saran saja," jelasnya.
Namun, Umuh juga tetap optimistis dengan hadirnya Hilton Mauro Moreira, ketajaman lini depan bisa dimaksimalkan. Bomber asal Brasil tersebut diperkirakan bisa tampil membela "Maung Bandung" saat dijamu Sriwijaya FC, 2 Januari mendatang. "Kita bisa lihat duet Gonzales-Hilton musim lalu luar biasa. Tapi pesan saya adalah, jangan terlalu bergantung kepada 1-2 pemain saja. Semua pemain harus tetap bisa dimaksimalkan," bebernya.
Sementara itu, pilar lini belakang Persib, Nova Arianto sangat berharap pengatur serangan "Maung Bandung", Eka Ramdani segera pulih dari cederanya. Harapan tersebut tidak berlebihan, lantaran dalam dua laga terakhir, tanpa kehadiran Eka penampilan Persib jauh menurun. "Adanya Eka bisa memberi kekuatan bagi tim," ungkap Nova. (B.51/net)**
Read More »»
11/09/2010
845 : Gempa 9 November 2010 19:39:00 WIB, Gempa 5.4SR Selatan Sukabumi-Bandung-Tasikmalaya-Pengalengang-Pelabuhan Ratu-Cisarua, Samudra Hindia
9 November 2010 19:39:00 WIB
5.4 SR
8.05 LS 107.16 BT
Kedalaman laut : 60 km
Selatan Sukabumi-Bandung, Samudra Hindia
Pusat gempa berada di laut 139 km Tenggara Sukabumi
MMI (gempa dirasakan) : IV Pelabuhan Ratu, III-IV Sindang Barang, III Sukabumi, II-III Cisarua, II-III Bandung, II-III Pangalengan , II Tasikmalaya Read More »»
5.4 SR
8.05 LS 107.16 BT
Kedalaman laut : 60 km
Selatan Sukabumi-Bandung, Samudra Hindia
Pusat gempa berada di laut 139 km Tenggara Sukabumi
MMI (gempa dirasakan) : IV Pelabuhan Ratu, III-IV Sindang Barang, III Sukabumi, II-III Cisarua, II-III Bandung, II-III Pangalengan , II Tasikmalaya Read More »»
Setelah menjalani masa libur sampai 12 November, pelatih fisik Entang Hermanu akan melakukan tes untuk mengetahui kondisi fisik Atep dkk. Tes ini akan menjadi data nilai VO2Max pemain dan kondisi secara keseluruhan seperti kecepatan, daya tahan, kekuatan dan kelincahan. "Nanti sebagai tolak ukur saya dalam bekerja, apa saja yang harus dibenahi. Hasilnya akan menjadi perhatian khusus bagi saya untuk memulai program latihan fisik dalam rangka persiapan pertandingan ke depan," ujar Entang, Senin (8/11). Saat ini, Entang berstatus sebagai dosen mata kuliah sepakbola, hoki, dan statistik FPOK UPI Bandung. Ia sudah menyiapkan program latihan jika pemain sudah berkumpul dari masa liburnya.
Entang mengatakan bahwa dirinya merasa senang dipercaya kembali menjadi pelatih fisik Persib bersama pelatih Jovo Cuckovic. Menurutnya, secara keseluruhan kondisi fisik pemain pada enam pertandingan terakhir cukup bagus, dan tidak melihat adanya permasalahan. Tidak semua kekalahan Persib itu karena kondisi fisik pemain yang turun. Namun, berdasarkan statistik dari enam laga yang dimainkan, 9 dari 12 gol yang masuk ke gawang Persib terjadi di babak kedua. Hal tersebut disinyalir konsentrasi dan kondisi stamina pemain mengalami penurunan yang cukup drastis, sehingga begitu mudah gol ke gawang Markus Haris Maulana. "Menurut saya, menang atau kalah itu bukan hanya karena faktor fisik semata. Masih banyak faktor lain seperti strategi dan taktik permainan atau hal-hal nonteknis," ujarnya.
Manajer H Umuh Muchtar mengatakan, Entang mendapat tugas memperbaiki dan meningkatkan kondisi fisik pemain yang dinilai masih kurang memenuhi target. "Entang Hermanu sudah bergabung bersama tim, dan saat ini dia sudah mulai bekerja melatih Hilton Moreira dan Eka Ramdani untuk memulihkan kondisi fisik mereka pascapemulihan cedera. Untuk ke depannya Entang akan mengemban tugas melatih dan
Read More »»
Entang mengatakan bahwa dirinya merasa senang dipercaya kembali menjadi pelatih fisik Persib bersama pelatih Jovo Cuckovic. Menurutnya, secara keseluruhan kondisi fisik pemain pada enam pertandingan terakhir cukup bagus, dan tidak melihat adanya permasalahan. Tidak semua kekalahan Persib itu karena kondisi fisik pemain yang turun. Namun, berdasarkan statistik dari enam laga yang dimainkan, 9 dari 12 gol yang masuk ke gawang Persib terjadi di babak kedua. Hal tersebut disinyalir konsentrasi dan kondisi stamina pemain mengalami penurunan yang cukup drastis, sehingga begitu mudah gol ke gawang Markus Haris Maulana. "Menurut saya, menang atau kalah itu bukan hanya karena faktor fisik semata. Masih banyak faktor lain seperti strategi dan taktik permainan atau hal-hal nonteknis," ujarnya.
Manajer H Umuh Muchtar mengatakan, Entang mendapat tugas memperbaiki dan meningkatkan kondisi fisik pemain yang dinilai masih kurang memenuhi target. "Entang Hermanu sudah bergabung bersama tim, dan saat ini dia sudah mulai bekerja melatih Hilton Moreira dan Eka Ramdani untuk memulihkan kondisi fisik mereka pascapemulihan cedera. Untuk ke depannya Entang akan mengemban tugas melatih dan
Read More »»
Manajemen tim Persib Bandung batal menggelar evaluasi internal dan pembahasan berbagai langkah strtegis untuk memperbaiki kinerja tim yang pada awalnya direncanakan digelar di kediaman Manajer H. Umuh Muchtar, Desa Ciluluk, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang, Senin (8/11). Padahal, hampir seluruh staf pelatih, termasuk Entang Hermanu, pelatih fisik yang baru bergabung, sudah berkumpul di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (8/11) sekitar pukul 12.30 WIB.
Menurut Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis, pertemuan di Tanjungsari tersebut tidak jadi dilaksanakan karena Manajer Persib, H. Umuh Muchtar memiliki agenda lain. "Kita memang tidak jadi ke Tanjungsari. Pak Hajinya (Umuh-red) masih ada urusan penting," kata Robby. Ketika ditanyakan tentang evaluasi dan program yang akan disodorkan tim pelatih kepada manajemen tim, Robby mengaku sudah membicarakan dengan Jovo Cuckovic. "Namun, semua itu masih harus kita bahas di hadapan manajer," katanya. Sementara itu, Manajer Persib H. Umuh Muchtar mengatakan, pertemuan dengan seluruh anggota tim pelatih itu baru bisa dilaksanakan pada Selasa (9/11) ini. "Pertemuan dengan pelatih jadinya besok," kata Umuh.***
Read More »»
Menurut Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis, pertemuan di Tanjungsari tersebut tidak jadi dilaksanakan karena Manajer Persib, H. Umuh Muchtar memiliki agenda lain. "Kita memang tidak jadi ke Tanjungsari. Pak Hajinya (Umuh-red) masih ada urusan penting," kata Robby. Ketika ditanyakan tentang evaluasi dan program yang akan disodorkan tim pelatih kepada manajemen tim, Robby mengaku sudah membicarakan dengan Jovo Cuckovic. "Namun, semua itu masih harus kita bahas di hadapan manajer," katanya. Sementara itu, Manajer Persib H. Umuh Muchtar mengatakan, pertemuan dengan seluruh anggota tim pelatih itu baru bisa dilaksanakan pada Selasa (9/11) ini. "Pertemuan dengan pelatih jadinya besok," kata Umuh.***
Read More »»
Langganan:
Postingan (Atom)