BIRU = BOBOTOH INDEPENDENT RAJAPOLAH UNITED

12/18/2010

Sembilan Menyerang, Sembilan Bertahan

BANDUNG, TRIBUN - Meskipun bertajuk laga amal, namun Daniel menargetkan kemenangan dalam pertandingan tersebut. "Pertandingan ini disaksikan bobotoh maka mau tidak mau kita wajib menang," katanya.
Daniel akan menerapkan formasi 3-4-3. Formasi andalannya ini akan menjadi formasi baku Persib dalam mengarungi Liga Super musim ini. Melawan Persema, kata Daniel, akan dijadikan sarana untuk menguji skema permainan tersebut.
"Sah-sah saja kita bertahan dengan 9 pemain dan hanya menyisakan 1 striker, tapi saat menyerang saya pasang 9 penyerang dan tinggalkan 1 bek saja," kata Daniel, membocorkan skema permainan yang akan dilakukan nanti.

Dijelaskan Daniel, taktik sembilan menyerang dan sembilan bertahan menjadi jurus rahasianya dalam mengalahkan setiap lawan-lawannya. "Saat Persik menghadapi tim Korsel di Liga Champion, saya terapkan taktik seperti ini dan hasilnya pelatih mereka bilang bingung menghadapi taktik seperti ini," kata Daniel.

Ketika bertahan, Daniel akan memundurkan 9 pemainnya hingga masuk zona pertahanan. Daniel hanya akan menyimpan 1 pemain saja di depan. "Satu striker pun masih bisa cetak gol dalam posisi sedang bertahan," kata Daniel.

Namun saat menyerang, Daniel mengintruksikan 9 pemainnya masuk zona pertahanan lawan. Daniel hanya akan menyimpan 1 defender saja di belakang. "Jadi saat bertahan kita penuh dan saat menyerang kita maksimal," kata Daniel.
Read More »»

Riedl Tak Risau El Loco - Okto

JAKARTA,-
Indonesia akan memainkan formasi yang sama di semifinal kedua AFF Suzuki Cup 2010 melawan Filipina. Cristian "El Loco" Gonzales dan Oktovianus Maniani yang telah mengantongi kartu kuning tidak dirisaukannya.
Gonzales dan Okto mendapat kartu kuning dalam laga semifinal pertama melawan Filipina, Kamis (16/12) lalu. Keduanya diganjar kartu kuning karena melakukan pelanggaran keras terhadap pemain lawan.
Dengan "tabungan" satu kartu kuning, mereka dipastikan akan absen di laga final pertama jika di semifinal kedua, Minggu (19/12) besok dapat kartu kuning lagi. Absennya kedua pemain tersebut tentu akan sangat merugikan mengingat signifikansi peran mereka dalam permainan tim "Merah Putih".

Untuk menghindarinya, bisa saja mereka disimpan di laga semifinal kedua, dengan harapan Indonesia tetap menang dan mereka akan main di final. Namun asumsi ini langsung ditepis pelatih Alfred Riedl. Ia menegaskan akan tetap memakai tim utama di leg kedua.

"Mereka akan tetap dimainkan. Tidak ada waktu untuk istirahat," tegasnya kepada wartawan, usai latihan timnas di Lapangan ABC Senayan, Jumat (17/12).

Sementara terkait strategi permainan, pelatih asal Austria ini memastikan tim Garuda akan tetap tampil menyerang. Ia menolak main bertahan meski sudah unggul 1-0.

"No! Kami bukan tim defensif. Pilihannya kita bermain terbuka atau menyerang," pungkasnya.

Irfan cedera

Sementara itu, striker Indonesia Irfan Bachdim mengalami cedera ringan jelang semifinal kedua Piala AFF lawan Filipina. Sementara Firman Utina berlatih terpisah dari rekan-rekannya.

Dalam latihan tersebut, Riedl tampak mengistirahatkan para pemain inti tim Merah Putih. Sementara tim lapis kedua tampak digenjot.

Seusai latihan, pelatih asal Austria tersebut memberikan keterangan kepada wartawan. Ia membenarkan kabar soal cederanya Irfan Bachdim.

"Kami sudah melakukan latihan ringan. Beberapa pemain harus diistirahatkan dan ada yang mengalami cedera ringan, seperti Irfan," ujar pelatih 61 tahun ini.

Firman Utina tampak berlatih terpisah dalam latihan tersebut. Ia hanya lari-lari kecil keliling lapangan dan latihan fisik. Terkait kondisi sang wakil kapten, Riedl belum bisa memastikannya.

"Kondisinya masih harus dipantau lagi. Lagipula kami masih punya waktu dua hari lagi," sambungnya.

Sementara soal Muhammad Nasuha yang mengalami benturan di kepala dalam laga semifinal pertama, Riedl bisa memastikan, pemain Persija tersebut baik-baik saja.

"Nasuha baik-baik saja. Lihat saja, sekarang dia pakai bandage di kepala, malah tambah ganteng," seloroh Riedl.
Read More »»

Gonzales, "Saya Tak Janji Cetak Gol"

STRIKER Persib Cristian Gonzales jadi pahlawan kemenangan Indonesia atas Filipina di semifinal pertama Piala AFF, Kamis (16/12) lalu. Gol tunggalnya di babak pertama jadi penentu kemenangan tim "Merah Putih".
"El Loco" --julukannya-- dipastikan kembali jadi andalan Indonesia di partai semifinal berikutnya, Minggu (19/12) besok. Pemain Persib Bandung ini juga berjanji bakal berusaha keras mencetak gol di partai tersebut.

"Saya tidak bisa janji berapa gol yang akan saya cetak besok. Yang penting menang," ujarnya kepada wartawan selepas latihan di Lapangan ABC Senayan, Jumat (17/12).

"Tapi saya tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Perlu dibantu rekan-rekan yang lain."

Di semifinal pertama lalu, Gonzales dipasangkan dengan pemain muda berdarah Belanda, Irfan Bachdim di lini depan. Di babak kedua, gantian Gonzales dipasangkan dengan pemain veteran Bambang Pamungkas.

Dari sini terlihat Gonzales merupakan sosok vital yang tak tergantikan. Nama El Loco bahkan sempat disebut jadi salah satu pemain yang ditakuti Filipina. Namun, siapa sosok pemain Filipina yang ditakuti El Loco?

"Saya hanya takut pada Tuhan," jawabnya singkat.

"Dari semua lawan yang sudah kami hadapi, hanya Thailand yang paling berat. Tapi mereka tidak lolos (ke semifinal) ya," tambahnya.

Alfred Riedl hanya memuji dukungan 80 ribu lebih fans Indonesia yang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Selain Riedl, striker Irfan Bachdim juga tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan suporter. Beberapa jam setelah pertandingan, pemain berdarah Belanda ini mengucapkan terima kasihnya lewat akun Twitternya
Read More »»

Daniel, "Matangkan Pemain Muda"

Arsitek anyar Persib Bandung, Daniel Roekito memastikan para pemain muda akan kembali diturunkannya pada pertandingan uji coba melawan Persema Malang di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (18/12) ini. Selain siap dan memiliki kemampuan, Daniel ingin lebih mematangkan mental dan performa para pemain muda sebelum diterjunkan di kompetisi yang sesungguhnya.
"Saya tidak ragu untuk menurunkan mereka (pemain muda, red) lagi. Selain itu, saya juga menilai mereka sangat siap dan punya kemauan," ujar Daniel usai memimpin sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Jumat (18/12).

Tentang para pemain muda yang akan dimainkannya sebagai starter lawan Persema, Daniel mengatakan, tidak akan jauh berbeda dengan laga uji coba sebelumnya melawan Persindra Indramayu, Rabu (15/12) lalu. Dalam pertandingan tersebut, pelatih yang mengantarkan Persik Kediri menjuarai Liga Indonesia (LI) XII/2006 ini menurunkan hampir semua stok pemain muda sebagai starter, kecuali Rendi Saputra yang baru masuk di babak kedua.

Dalam skema 3-4-3 yang tengah dikembangkannya di Persib, pada saat menghadapi Persema, Daniel kemungkinan besar akan tetap menurunkan Muhammad Agung Pribadi dan Yudi Khoerudin di posisi stoper mendampingi libero Nova Arianto. Di sektor gelandang, Widansyah dan Munadi bisa jadi akan menopang kinerja Hariono dan Siswanto atau Shahril Ishak.

Sementara itu, Dias Angga Putra dan Rendi Saputra kemungkinan besar akan tetap diberikan kesempatan bermain, meski tidak menjadi starter.

Banyaknya kesempatan bermain yang diberikan Daniel disambut antusias para pemain muda. Atas kepercayaan yang telah diberikan, mereka siap menjawab dengan penampilan total.

"Kita senang banyak mendapat kesempatan. Karena itu, kita harus menjawab kepercayaan yang telah diberikan pelatih," kata Dias
Read More »»

Partai Amal Persib Lawan Persema Tetap Tampil Seratus Persen

STD. SILIWANGI,(GM)-
Kendati hanya bertajuk partai amal dan kedua tim tidak akan diperkuat sejumlah pemain pilar yang tengah membela tim nasional, Persib Bandung dan Persema Malang tetap menjanjikan penampilan maksimal di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (18/12) mulai pukul 15.30 WIB. Selain sama-sama memiliki tujuan menguji kesiapan timnya jelang menghadapi laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011, kedua kubu juga mengharapkan penonton yang sudah membeli tiket bisa terhibur oleh totalitas penampilan pemain di lapangan.

Janji tersebut dilontarkan pelatih Persib, Daniel Roekito dan pelatih Persema Timo Scheunemann, Jumat (17/12). "Harus diakui, kondisi para pemain masih kelelahan seelah pemusatan latihan. Tapi karena pertandingan bersifat terbuka, para pemain harus tetap memberikan yang terbaik. Apalagi, pertandingan ini disaksikan banyak penonton," kata Daniel usai memimpin sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Jumat (17/12).

Meski hanya bersifat uji tanding, Daniel pun tidak segan-segan meminta anak asuhnya meraih kemenangan. "Pemain harus dibiasakan selalu menang dalam pertandingan. Ini sangat penting untuk menghadapi kompetisi sesungguhnya," kata mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.

Selain sebagai ajang evaluasi hasil pemusatan latihan di Indramayu, Daniel juga menjadikan laga ini sebagai pemantapan performa anak asuhnya, termasuk skema permainan 3-4-3 yang baru diperkenalkannya kepada pemain Persib.

"Kalau untuk pematangan permainan, saya kira belum. Tapi baru tahap pemantapan. Menurut saya, pola 3-4-3 yang ingin saya kembangkan di Persib ini cocok dengan materi pemain yang dimiliki tim ini. Sebelum memutuskan pola ini, saya sudah menganalisis dulu materi yang dimiliki tim ini," katanya.

Hargai pengundang

Tekad untuk tampil total dalam laga amal ini pun dilontarkan Timo. "Kita memang banyak kehilangan pemain. Kita juga cukup kelelahan setelah menempuh perjalanan 17 jam dengan kereta api. Tapi dengan pemain yang ada, kita akan tetap tampil seratus persen. Dengan tampil seratus persen, kita sudah menghargai pengundang, terlebih penonton yang sudah membayar tiket menonton," kata Timo usai memimpin sesi latihan ringan di pelataran parkir Hotel Naripan, Jln. Naripan Bandung.

Selain menghibur penonton Bandung, Timo menjadikan laga uji coba ini sebagai persiapan menghadapi "Derby Malang" melawan Arema Malang, 4 Januari mendatang.

"Buat saya, Persib memiliki kesamaan dengan Arema. Selain sama-sama biru, Persib punya dukungan suporter yang sangat besar. Kabar terbaru, mental para pemain Persib pun katanya mengalami peningkatan. Buat saya, kondisi ini bagus buat ujian mental pemain sebelum lawan Arema di Kanjuruhan," ujar Timo.

Untuk pertandingan ini, Timo memboyong 18 pemain, termasuk kapten tim Bima Sakti, skuad cadangan timnas Piala AFF, Jaya Teguh Angga Warsito dan pemain asing Robbie Gaspar.

"Hanya saja, Abanda Herman dan Ngon Mamoun masih berada di negaranya dan Seme Pierre masih cedera. Tapi sekali lagi, kita akan tetap tampil seratus persen dengan pemain yang ada," tegas Timo.
Read More »»

Persib Kalahkan Persema 3-0

Belum 24 jam berada di Bandung sekembalinya dari Brasil, Hilton Mauro Moreira langsung menyumbangkan gol kemenangan pada saat Persib Bandung mengalahkan Persema Malang 3-0 (2-0) pada laga amal di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (18/12). Dalam pertandingan ini, Hilton mencetak gol ketiga Persib pada menit 77 melalui titik penalti. Sementara dua gol Persib lainnya dicetak Rachmat Afandi pada menit 44 dan Pablo Alejandro Frances di pengujung babak pertama.

Seperti yang sudah dijanjikannya, Pelatih Persb, Daniel Roekito langsung menurunkan sejumlah pemain muda yang selama ini kurang dipercaya di posisi "starter". Mereka adalah Wildansyah, Yudi Khoerudin di posisi stoper serta Munadi dan Dias Angga Putra di lini tengah. Posisi "starter" lain yang diturunkan Daniel dalam pola permainan 3-4-3 adalah Dadang Sudrajat (kiper), Nova Arianto (libero), Siswanto, Hariono (gelandang), Pablo Frances, Rachmat Afandi dan Atep (depan).

Pada menit 44, Rachmat menyambut bola muntah bola yang di blok Sukasto dari tendangan Siswanto. Rachmat mengeksekusi dengan kaki kiri. Berselang satu menit, Persib menggandakan keunggulan ketika Sukasto melakukan kesalahan dalam mengantisipasi tendangan keras Pablo dari luar kotak penalti. Berniat menghadang tendangan Pablo dengan kaki, bola malah melintir deras ke dalam gawangnya.
Pada babak kedua, Daniel menarik empat pemain, yaitu Yudi Khoerudin, Munadi, Dias Angga Putra, dan Rachmat Afandi. Mereka diganti Muhammad Agung Pribadi, Shahril Ishak, Baihakki Khaizan, dan Airlangga Sutjipto. Hilton baru dimasukkan pada menit 65 menggantikan Siswanto. Setelah bermain 12 menit, Hilton melakukan akselerasi di dalam kotak penalti. Ia diganjal di kotak penalti dan wasit Syarifudin memberikan hukuman penalti. Hilton mengeksekusi dengan baik dan skor menjadi 3-0.

Daniel memuji penampilan para pemain muda dalam laga tersebut. "Namun, secara keseluruhan saya belum puas. Masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Kita harus terus belajar," kata Daniel. Pelatih Persema Timo Scheunemann mengatakan, karena bertanding di lapangan yang kondisinya sangat buruk, tidak ada manfaat yang bisa diambil pasukannya dari pertandingan ini. "Kalaupun ada, itu hanya pengalaman kita bermain di lapangan ini (Stadion Siliwangi) untuk pertandingan melawan Persib nanti di kompetisi," kata Timo. ***
Read More »»

Indonesia Terancam Tak Gelar Laga Home Final

ndonesia terancam tidak bisa menggelar laga home jika lolos ke babak final menyusul adanya petasan yang menghiasi laga semifinal pertama melawan Filipina, Kamis 16 Desember 2010.
Layaknya pesta petasan terdengar di Stadion Utama Gelora Bung Karno di babak pertama laga semifinal pertama antara Indonesia melawan Filipina. Sejak lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan hingga Cristian Gonzales mencetak gol, petasan terus berbunyi.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengimbau suporter untuk tidak kembali menyalakan petasan di laga kedua semifinal, Minggu 19 Desember 2010. Pasalnya, Indonesia terancam tidak bisa menggelar partai home jika lolos ke final menyusul adanya petasan tersebut.

"Kami sudah berikan penjelasan kepada match commisioner dari AFF dan mereka bisa memahami. Tapi, ini tidak boleh terulang di tanggal 19 malam. Kalau terjadi, maka kita terancam tidak menjadi tuan rumah di final. Jadi mohon kepada suporter dan masyarakat, tidak boleh ada petasan. Itu dilarang," ujar Nurdin usai pertandingan di mixed zone.

"Tadi sebelum babak kedua, saya minta agar diumumkan bahwa kita terancam dihukum jika terus-menerus menyalakan petasan. Kita tidak bisa mengumumkannya saat pertandingan berjalan, jadi kita setuju, saat istirahat babak pertama baru kita umumkan. Alhamdulilah di babak kedua sudah tidak ada lagi," papar Nurdin.

Indonesia sendiri berpeluang besar lolos ke babak final setelah pada laga pertama menang 1-0 lewat gol semata wayang Cristian Gonzales. Hasil imbang di semifinal kedua cukup bagi tim Garuda untuk lolos ke babak final.
Read More »»