BIRU = BOBOTOH INDEPENDENT RAJAPOLAH UNITED

12/30/2010

Akibat Jadwal Mundur Program Latihan Berantakan

Buntut dari berubahnya jadwal Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011, program latihan Persib Bandung menjadi berantakan. Sehingga latihan pun terpaksa diprogram ulang.
"Jika sebelumnya kita mempersiapkan tim untuk berlaga pada 2 Januari, kini kita harus mempersiapkan tim untuk pertandingan 12 Januari. Sehingga program latihan pun harus menyesuaikan dengan jadwal baru," kata pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito, usai memimpin latihan Persib Bandung di Lapangan Futsal Soccer Coop Kiaracondong, Rabu (29/12).

Diungkapkan Daniel, berubahnya jadwal itu memang membuat Persib harus menjalani 9 laga dalam waktu kurang dari 1 bulan. Tepatnya sejak 12 Januari hingga 9 Februari, Persib harus bertanding setiap 3-4 hari. Secara fisik, Daniel tidak terlalu mengkhawatirkan kemampuan para pemainnya. Mereka dinilai memiliki kekuatan fisik yang cukup.

"Kalau fisik tidak terlalu masalah. Kita punya banyak pemain dan bisa diantisipasi dengan rotasi," katanya.

Tetapi secara mental, lanjut Daniel, hal ini cukup mengganggu. Mantan pelatih Persiba Balikpapan ini khawatir para pemain mengalami kejenuhan karena padatnya jadwal pertandingan. Untuk itu, ia pun merancang agar semua pemain harus siap tampil di setiap laga.

"Semua pemain harus siap bertanding. Jika tidak, kita akan repot," tuturnya.

Terkait berubahnya jadwal tersebut, Daniel pun berharap Persib bisa menjalani laga uji coba. Daniel bahkan merencanakan menggelarnya sebanyak dua kali. Sayangnya hingga kini Persib belum menemukan lawan yang diinginkan.

"Pekan ini dan pekan depan sebenarnya direncanakan ada uji coba, tapi kita belum punya lawan," akunya.

Karena tidak menemukan lawan di Bandung, Daniel berharap Persib bisa mencarinya di luar kota. "Mungkin akan kita coba di Kuningan. Mudah-mudahan kita bisa melakukan uji coba," katanya.

Karena perubahan jadwal itu, Rabu (29/12) dan Kamis (30/12) ini latihan hanya melakukan game kecil. Rencananya hari ini, Persib kembali akan melakukan latihan di Lapangan Futsal Soccer Coop Kiaracondong pada pagi hari.
Read More »»

12/29/2010

Konsentrasi Pemain Terganggu

Meski memiliki waktu pemulihan yang cukup menyusul penundaan jadwal pertandingan oleh PT Liga Indonesia (PT LI), Pelatih Daniel Roekito tidak memberikan garansi kepada empat pemain tim nasional Persib Bandung untuk diturunkan pada saat menghadapi Sriwijaya FC, 12 Januari mendatang. Menurut Daniel, diturunkan atau tidaknya empat pemain nasional Persib akan sangat tergantung kepada kesiapan pemain bersangkutan dan kepentingan strategi yang akan diterapkanya. "Soal pemain nasional, saya harus melihat dulu kesiapan mereka. Jadi, meskipun diundur, saya belum tentu menurunkan mereka," kata Daniel usai memimpin sesi latihan pagi di Lapangan Sepak Bola Brigif Cimahi, Selasa

Meskipun demikian, mantan pelatih Persiba Baikpapan ini mengaku kalau perubahan jadwal secara mendadak tersebut sangat mengganggu program latihan yang sudah disusunnya. "Perubahan jadwal itu jelas mengganggu, terutama menyangkut program latihan teknik dan strategi. Dengan begitu, saya harus menyusun ulang proram latihan dengan staf pelatih lainnya," kata Daniel.
Selain program latihan yang harus berantakan, perubahan jadwal yang dilakukan PT LI tersebut dinilai sangat mengganggu mental dan konsentrasi pemain. Penilaian tersebut disampaikan bek kanan Persib, Isnan Ali. "Buat pelatih, perubahan jadwal pasti mengganggu program latihan. Buat kita pemain, mengganggu juga. Konsentrasi kita yang sudah dipusatkan untuk pertandingan tanggal 2 Januari harus buyar lagi. Itu tidak bagus buat mental pemain. Sebab, kita pasti jadi bertanya-tanya, kenapa jadwal diubah, apalagi secara mendadak," kata Isnan di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung.
Read More »»

Daniel Ubah Program Latihan

Perubahan jadwal menjadi kendala program latihan PERSIB. Hal tersebut dikatakan pelatih Daniel Roekito saat memimpin latihan Rabu (29/12) di Lapangan Futsal Soccer Coop Kiaracondong, Bandung. Dengan perubahan jadwal tersebut, Daniel harus mengambil segala risiko dengan mengubah program latihan secara keseluruhan. Daniel mengatakan, bukan PERSIB saja yang saat ini mengalami masalah dengan jadwal pertandingan. Oleh karena itu, dia telah membuat alternatif program latihan seperti halnya membawa pemain berlatih di lapangan futsal.

Dengan berlatih di lapangan futsal, Daniel mencoba meningkatkan kemampuan individu pemain seperti kecepatan, ketepatan umpan, dan konsentrasi. Dengan bermain "game", pemain akan lebih terlepas dari beban karena mereka bermain dengan ceria. "Latihan seperti ini membuat pemain lebih fresh dan meningkatkan kolektifitas bermain," ujar Daniel. Daniel mempersiapkan anak asuhnya agar siap tempur pada waktunya. Meski demikian, program latihan yang telah dia rancang akan menjadi sia-sia manakala jadwal pertandingan mengalami penundaan. "Grafik kondisi kesiapan pemain sengaja dibuat sedemikian rupa agar bisa dimaksimalkan dalam pertandingan. Akan tetapi, pemain yang saat ini sedang berada dalam hari-hari latihan berat, harus saya turunkan beban latihannya agar bisa mengatur kondisi fisik mereka," ujar Daniel.
Manajer H. Umuh muchtar mengatakan, baru mendapatkan surat pemberitahuan dari PSSI tentang penundaan jadwal pertandingan Selasa (28/12) sore. Meski ada penundaan jadwal, Umuh tidak begitu risau. Ia dan tim pelatih telah mempersiapkan segala halnya ketika mendapat kabar tersebut. Bahkan Umuh telah berkoordinasi dengan pihak yang berwenang, berkenaan pelaksanaan pertandingan kandang PERSIB yang berubah jadwal. Umuh sudah mempunyai kesepakatan dengan pelatih mengenai pemain PERSIB yang dipanggil timnas. Mereka tetap akan diberikan waktu rehat untuk masa pemulihan kondisi setelah membela timnas. "Meski tidak ada penundaan jadwal pertandingan, mereka akan tetap kami beri waktu istirahat. Dan saya yakin klub-klub lainnya pun akan melakukan hal yang sama seperti PERSIB," ujar Umuh.
Read More »»

Pemain Timnas Belum Tentu Tampil

Kendati memiliki waktu pemulihan yang cukup menyusul penundaan jadwal pertandingan oleh PT Liga Indonesia (PT LI), pelatih Daniel Roekito tidak memberikan garansi kepada empat pemain tim nasional Persib Bandung untuk diturunkan pada saat menghadapi Sriwijaya FC, 12 Januari mendatang. Menurut Daniel, diturunkan atau tidaknya empat pemain nasional Persib akan sangat tergantung pada kesiapan pemain bersangkutan dan kepentingan strategi yang akan diterapkanya.
"Soal pemain nasional, saya harus melihat dulu kesiapan mereka. Jadi, meskipun diundur, saya belum tentu menurunkan mereka," kata Daniel usai memimpin sesi latihan pagi d Lapangan Sepak Bola Brigif Cimahi, Selasa (28/12).

Meskipun demikian, mantan pelatih Persiba Baikpapan ini mengaku perubahan jadwal secara mendadak tersebut sangat mengganggu program latihan yang sudah disusunnya. "Perubahan jadwal itu jelas mengganggu, terutama menyangkut program latihan teknik dan strategi. Dengan begitu, saya harus menyusun ulang proram latihan dengan staf pelatih lainnya," kata Daniel.

Mental terganggu

Selain program latihan yang harus berantakan, perubahan jadwal yang dilakukan PT LI tersebut dinilai sangat mengganggu mental dan konsentrasi pemain. Seperti disampaikan bek kanan Persib, Isnan Ali.

"Buat pelatih, perubahan jadwal pasti mengganggu program latihan. Buat kita pemain, mengganggu juga. Setidaknya, konsentrasi kita yang sudah dipusatkan untuk pertandingan 2 Januari harus buyar lagi. Itu tidak bagus buat mental pemain. Sebab kita pasti jadi bertanya-tanya, kenapa jadwal diubah, apalagi secara mendadak," kata Isnan di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung.
Read More »»

Tiga Laga Diundur Jadwal Persib Padat

PT Liga Indonesia (PT LI) akhirnya mengeluarkan surat resmi penundaan jadwal sejumlah pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 yang dimainkan pada 2-8 Januari 2011. Dalam surat PT LI yang diterima manajemen Persib, Selasa (28/12), ada tiga laga Persib Bandung yang harus tertunda oleh permintaan PSSI, yang menginginkan waktu istirahat lebih panjang untuk pemain tim nasional usai bertarung di Piala AFF 2010. Selain laga kontra Sriwijaya FC (2/1/2011), dua laga lain saat Persib menjamu Persibo Bojonegoro (5/1/2011), dan Persijap Jepara (8/1/2011) turut tertunda.

"Awalnya, kita menyangka yang ditunda hanya pertandingan tanggal 2 Januari saja. Tapi setelah menerima surat resminya, tiga pertandingan Persib yang dimainkan antara 2 sampai 8 Januari juga harus diundur," kata Sekretaris Tim Persib, Yudiana di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Selasa (28/12).

Makin padat

Di dalam surat PT LI tertanggal 27 Desember 2010 yang ditandatangani Direktur Eksekutif PT LI, Joko Driyono sudah ditetapkan jadwal baru pertandingan-pertandingan yang ditunda itu. Untuk laga Sriwijaya FC kontra Persib diundur menjadi tanggal 12 Januari 2011. Sedangkan dua laga kandang melawan Persibo dan Persijap ditunda hingga 16 dan 23 Februari 2011. Sementara pertandingan Persib lainnya sesuai dengan jadwal sebelumnya.

"Dengan demikian, kita akan memulai pertandingan lanjutan LSI dengan tiga pertandingan tandang secara beruntun, yaitu melawan Sriwijaya FC (12/1/2011), Bontang FC (16/1/2011), dan Persisam Putra (20/1/2011)," kata Yudiana.

Karena jadwal pertandingan lain tidak mengalami perubahan, jadwal pertandingan Persib dipastikan semakin padat. Sebab sejak 12 Januari hingga 9 Februari 2011, Atep dan kawan-kawan harus menjalani 9 laga beruntun yang interval waktunya hanya 3-4 hari. Jadwal terasa semakin berat karena lima laga tandang Persib di putaran pertama ini dimainkan di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
Read More »»

12/28/2010

Menang 4-0 Sulit, Tapi 3-0 Masih Bisa

Kekalahan 3-0 yang dialami timnas Indonesia dari Malaysia tidak membuat pelatih Alfred Riedl menyerah. Menurut jadwal, leg kedua akan dilangsungkan Rabu (29/12) di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Indonesia butuh kemenangan 4-0 agar bisa juara. Namun menurut Riedl, dia akan berupaya untuk membawa timnya menang minimal 3-0 sehingga terjadi perpanjangan waktu.
"Kami sudah bermain baik sepanjang turnamen dan sekarang terancam gagal di final. Itulah sepakbola, kadang menyulitkan, tapi tidak ada yang mustahil," kata Riedl

Untuk menang 4-0 mungkin terlalu sulit. Menang 5-1 akan lebih bagus lagi, dan masih mungkin terjadi karena kami pernah mengalahkan Malaysia dengan skor itu. Tapi saya pikir 3-0 pun bisa, meskipun sulit.

"Saya akan berbicara dengan semua pemain untuk menjaga konsentrasi di lapangan pada pertandingan di Jakarta. Kami harus mengambil risiko, dan pemain harus lebih sabar karena sudah tertinggal tiga gol."

Riedl mengungkapkan, tidak terlalu banyak masalah yang dialami dari leg pertama ini. Hanya saja, gol pertama dianggap pelatih berdarah Austria itu mempersulit skuad asuhannya.

"Setelah skor 1-0 semuanya jadi sulit," katanya.

"Masih ada peluang dan saya akan mempersiapkan banyak hal dengan semua pemain."
Read More »»

Rajagopal Menunggu Pinangan Klub Indonesia

KUALA LUMPUR – Pelatih Timnas Malaysia Krishnasamy Rajagopal mengaku tertarik berkarier di Indonesia. Tantangan baru menjadi alasan sang arsitek sehingga dia siap bekerja untuk klub Tanah Air.
Banyak pernak-pernik yang menyertai laga final Piala AFF 2010 yang mempertemukan dua tim serumpun Indonesia kontra Malaysia. Tingginya tensi pertandingan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Rajagopal. Pelatih berusia 54 tahun itu mengaku ingin merasakan panasnya kompetisi internal Indonesia. Apalagi, perkembangan kompetisi di Tanah Air saat ini makin membubung dari segi penonton. Tercatat, AFC menempatkan tingkat crowd tertinggi sepak bola Asia pada suporter Indonesia di Indonesia Super League (ISL) musim lalu.

”Saya seorang profesional.Seusai laga final Piala AFF ini, saya ingin melatih di Indonesia. Semua bisa saja terjadi setelah turnamen ini,” kata Rajagopal.
Selain alasan dari rating suporter dari AFC, ada banyak daya tarik di kompetisi Indonesia. Atmosfer kompetisi yang ketat plus amunisi bintang yang membela klubklub ISL ditambah anggaran miliaran tentu bisa jadi alasan kuat pelatih luar negeri.

”Saya belum tahu masa depan bersama timnas Malaysia seperti apa. Bila tidak ada tawaran dari Indonesia, pada dasarnya saya bisa melatih di mana saja. Saya tertantang untuk melatih di luar Malaysia,” tutur pria yang terakhir membesut klub pada 2001, kala melatih Kelantan FA. Sebelum meloloskan pasukan senior Harimau Malaya, julukan Malaysia, ke final Piala AFF 2010, Rajagopal sempat menangani timnas U-23 negerinya.

Hasilnya, timnas U-2 Malaysia sukses meraih medali emas SEA Games (SEAG) 2009. Pada pesta olahraga Asia Tenggara di Laos tahun lalu itu, pasukan muda Harimau Malaya menang atas Vietnam dengan skor 1-0. Padahal, timnas U-23 Malaysia saat di SEAG 2009 pada laga fase penyisihan Grup A kalah dari Vietnam. Mohd Safiq Rahim dkk bahkan tumbang dengan skor yang cukup telak 1-3. Namun, semua dibalikkan pada perebutan emas. Kemampuan Rajagopal sebagai pelatih dengan cara memotivasi bagus ini yang dibutuhkan klub ISL. Apalagi, dia juga tak pernah lupa up date informasi perkembangan sepak bola Asia Tenggara, terutama Indonesia.

”Saya tahu di Indonesia juga ada pelatih dari Malaysia. Tapi, saat ini yang penting fokus di final dulu,” lanjutnya. Pada musim pertama Djarum ISL, setidaknya ada dua pelatih Malaysia yang beredar. Mereka adalah Raja Isa yang menangani Persipura Jayapura dan Pelatih Deltras Sidoarjo Abdul Rahman Ibrahim. Namun, Abdul Rahman akhirnya dipecat karena dinilai sebagai aktor terdegradasinya The Lobster, julukan Deltras. Raja Isa juga akhirnya terpental dari Persipura karena performa labil pasukannya.

Raja Isa kemudian melatih PSM Makassar dan mengangkat performa klub itu, meski tak sampai akhir musim. Isa pada dua musim terakhir menangani klub Divisi Utama Persiram Raja Ampat.

”Saya berharap bisa menangani salah satu klub papan atas di Indonesia dengan mental juara tinggi. Timnas Malaysia yang saya tangani saat ini sebenarnya bukan yang terbaik karena sepuluh pemain cedera. Tapi, mereka punya motivasi dan mental juara,” tuturnya. ”Kami sebenarnya diberi target lolos ke final round Piala Asia 2015 lalu berlanjut ke Piala Dunia 2018,” imbuh Rajagopal.

Rajagobal merupakan satu dari dua nama pelatih lokal yang menangani kontestan turnamen dua tahunan ini. Selain Malaysia, Myanmar juga memakai jasa pelatih lokal. Hanya, prestasi Soe Myat Min tidak seberuntung Rajagopal. Myanmar hanya finis sebagai juru kunci Grup B dengan nilai satu dari tiga laga. Tentu sebuah catatan yang jauh dari harapan. Apalagi, Myanmar dalam beberapa tahun terakhir sering jadi kuda hitam di Piala AFF.
Read More »»