Kekalahan Persib Bandung 1-4 dari tuan rumah Sriwijaya FC, Rabu (12/1) sore membuat Manajer Persib H Umuh Muchtar berang. Umuh bahkan mengancam Persib akan mundur dari Liga Super Indonesia (LSI) jika kinerja wasit tak kunjung membaik.
"Ya biar saja kalah. Kinerja wasit seperti ini. Jauh dari wasit LPI," tuturnya saat dalam wawancara dengan RRI seusai pertandingan.
Ia merasa banyak keputusan sang pengadil Ansalmus yang merugikan Maung Bandung. Keputusan seperti offside menurut Umuh lebih banyak merugikan Persib. Beberapa pemain Persib dalam pandangannya tak berada dalam posisi offside namun dianggap offside oleh hakim garis dan wasit.
"Gol yang terakhir (yang dicetak oleh Budi Sudarsono) itu offside. Tapi ketika ada pelanggaran buat kami tidak dikasih," keluhnya.
Karenanya, ia meminta agar kinerja wasit diperbaiki. Ia tak mau wasit menjadi biang kekalahan Maung Bandung saat main tandang. "Anak-anak sudah main bagus. Cuma wasit aja yang seperti itu. Kalau nanti Persib mundur, jangan salahkan (Persib)," tuturnya.
Ini untuk kedua kalinya di musim ini Umuh tak puas dengan kinerja wasit. Saat Persib takluk dari tuan rumah PSPS Pekanbaru, Umuh juga menuding wasit terlalu berpihak kepada tuan rumah.
Saat itu, Persib kalah 0-1 lewat gol penalti di babak kedua.
Seusai pertandingan, Umuh menuturkan, ketika jeda pertandingan seseorang mengatakan jika tuan rumah akan diberi penalti. "Dan ternyata itu jadi kenyataan," katanya saat itu. Gol yang dicetak Herman Dzumafo akhirnya membuat Persib kalah.
Read More »»
Blog untuk bobotoh Persib Saalam Dunya Semua berita tentang Persib dan sepakbola Indonesia Download Software dan Mp3 gratis Tip dan trik blog Menghasilkan Uang di Internet Persib Shopee liga 1 transfer Windows berita seputar Rajapolah,Tasikmalaya,Jawa barat Berita CPNS Kab Tasikmalaya Kerajinan Rajapolah
1/14/2011
PSSI menerima surat dari FIFA yang mengizinkan penjatuhan sanksi kepada Liga Primer Indonesia (LPI) beserta seluruh klub afiliasi, ofisial, para pemain termasuk perwakilan pemain yang terlibat dalam kegiatan LPI.
Juru bicara LPI Abi Hasantoso dalam percakapan melalui ponsel dengan GOAL.com menegaskan, pihaknya tidak akan menghiraukan surat tersebut, meskipun telah ditandatangani sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke.
"Pertama-tama, keabsahan surat itu sendiri masih perlu dipertanyakan. Sulit dipercaya bahwa FIFA bisa segitu cepatnya menanggapi surat PSSI. Urusan FIFA bukan PSSI saja, tapi seluruh dunia. PSSI yang tidak pernah mendatangkan prestasi tentunya tidak mungkin ditanggapi cepat oleh FIFA," tegas Abi
Sedangkan kami sudah menjalin hubungan dengan FIFA. Kami siap bertemu FIFA dan kami punya lobi ke FIFA yang PSSI tidak tahu. LPI dibuat sangat serius, sangat profesional dengan jaringan internasional juga, dan kami juga dekat ke FIFA. Beda dengan PSSI yang hanya dekat dengan petugas FIFA tertentu.
"Kami justru saat ini ingin bertemu dengan FIFA. Kami berharap FIFA bisa mendengar langsung LPI dari kami, supaya lebih jelas. Kalau dari PSSI, mereka sudah jelas menolak kami dari dulu. Bahkan tadi siang, difasilitasi BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia], kami sudah siap bertemu, tapi PSSI yang keberatan," lanjutnya.
"Terus yang kedua, PSSI tidak perlu memberi sanksi kepada LPI, karena kami sudah di bawah BOPI. Jadi PSSI salah alamat. Sanksi itu juga salah alamat, toh kami bukan di bawah wewenang PSSI. Jadi, tidak ada dasar hukumnya PSSI melakukan ini.
"Kami sudah didukung tim pengacara yang kuat. LPI akan melindungi dan membela seluruh pemain, pelatih dan wasit dan perangkat pertandingan yang sudah bekerja untuk LPI. Kami akan mengirimkan tim pembela hukum, dan dia adalah salah satu ahli hukum olahraga terbaik di Indonesia."
Selain itu, Abi menyebut PSSI seharusnya mengutamakan sepakbola industri sebagai hasil Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang digelar di Malang tahun lalu.
"LPI dasarnya dari KSN. Presiden, Menpora, KONI, dan seluruh masyarakat yang mencintai sepakbola mendukungnya," katanya.
Abi menambahkan, pindahnya PSM, Persema dan Persibo ke LPI, termasuk tekad Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan untuk bertahan di Persema, didasari oleh perlunya profesionalisme dalam sepakbola dapat terwujud.
"Kita bisa lihat tiga klub itu meninggalkan kompetisi liga yang menggunakan uang rakyat, dan mereka sadar bahwa sepakbola profesional itu bisa dibangun dari modal pengusaha, bukan dari uang APBD [Anggaran Pemerintah dan Belanja Daerah]," tegasnya.
"PSSI seharusnya mengedepankan sepakbola industri sebagai hasil dari KSN. LPI dasarnya dari KSN.
"Selain itu, seluruh klub LPI wajib melakukan pembinaan dan kompetisi mulai dari grassroots sampai kelompok umur U-23, suatu hal yang tidak pernah dipikirkan dengan serius oleh PSSI.
Read More »»
Juru bicara LPI Abi Hasantoso dalam percakapan melalui ponsel dengan GOAL.com menegaskan, pihaknya tidak akan menghiraukan surat tersebut, meskipun telah ditandatangani sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke.
"Pertama-tama, keabsahan surat itu sendiri masih perlu dipertanyakan. Sulit dipercaya bahwa FIFA bisa segitu cepatnya menanggapi surat PSSI. Urusan FIFA bukan PSSI saja, tapi seluruh dunia. PSSI yang tidak pernah mendatangkan prestasi tentunya tidak mungkin ditanggapi cepat oleh FIFA," tegas Abi
Sedangkan kami sudah menjalin hubungan dengan FIFA. Kami siap bertemu FIFA dan kami punya lobi ke FIFA yang PSSI tidak tahu. LPI dibuat sangat serius, sangat profesional dengan jaringan internasional juga, dan kami juga dekat ke FIFA. Beda dengan PSSI yang hanya dekat dengan petugas FIFA tertentu.
"Kami justru saat ini ingin bertemu dengan FIFA. Kami berharap FIFA bisa mendengar langsung LPI dari kami, supaya lebih jelas. Kalau dari PSSI, mereka sudah jelas menolak kami dari dulu. Bahkan tadi siang, difasilitasi BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia], kami sudah siap bertemu, tapi PSSI yang keberatan," lanjutnya.
"Terus yang kedua, PSSI tidak perlu memberi sanksi kepada LPI, karena kami sudah di bawah BOPI. Jadi PSSI salah alamat. Sanksi itu juga salah alamat, toh kami bukan di bawah wewenang PSSI. Jadi, tidak ada dasar hukumnya PSSI melakukan ini.
"Kami sudah didukung tim pengacara yang kuat. LPI akan melindungi dan membela seluruh pemain, pelatih dan wasit dan perangkat pertandingan yang sudah bekerja untuk LPI. Kami akan mengirimkan tim pembela hukum, dan dia adalah salah satu ahli hukum olahraga terbaik di Indonesia."
Selain itu, Abi menyebut PSSI seharusnya mengutamakan sepakbola industri sebagai hasil Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang digelar di Malang tahun lalu.
"LPI dasarnya dari KSN. Presiden, Menpora, KONI, dan seluruh masyarakat yang mencintai sepakbola mendukungnya," katanya.
Abi menambahkan, pindahnya PSM, Persema dan Persibo ke LPI, termasuk tekad Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan untuk bertahan di Persema, didasari oleh perlunya profesionalisme dalam sepakbola dapat terwujud.
"Kita bisa lihat tiga klub itu meninggalkan kompetisi liga yang menggunakan uang rakyat, dan mereka sadar bahwa sepakbola profesional itu bisa dibangun dari modal pengusaha, bukan dari uang APBD [Anggaran Pemerintah dan Belanja Daerah]," tegasnya.
"PSSI seharusnya mengedepankan sepakbola industri sebagai hasil dari KSN. LPI dasarnya dari KSN.
"Selain itu, seluruh klub LPI wajib melakukan pembinaan dan kompetisi mulai dari grassroots sampai kelompok umur U-23, suatu hal yang tidak pernah dipikirkan dengan serius oleh PSSI.
Read More »»
SEBUAH rekor buruk ditorehkan Persib Bandung pada Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Empat gol yang disarangkan para pemain Sriwijaya FC ke gawang Markus Horison Rihihina pada pertandingan lanjutan LSI 2010/2011 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Rabu (12/1), menambah jumlah kebobolan Persib menjadi 14 gol dalam 6 laga pembuka musim ini. Itu artinya, rata-rata kebobolan Persib sudah menyentuh angka 2,33 per laga.
Berdasarkan data statistik yang dimiliki "GM", rata-rata kebobolan Persib dalam 6 laga pembuka pada musim ini tersebut merupakan yang terburuk sejak 27 tahun, atau sejak Persib kembali ke promosi Kompetisi Perserikatan pada tahun 1983. Jumlah 14 gol kebobolan ini memecahkan rekor 11 gol dalam 6 laga pembuka Persib di Liga Indonesia (LI) IX/2003.
Sejumlah mantan pemain Persib menunjuk, tingginya angka kebobolan Persib dalam 6 pertandingan pembuka LSI 2010/2011 ini, disebabkan oleh terlalu banyaknya lubang yang menganga di sektor pertahanan Persib.
"Meski sudah ganti pelatih, belum ada perubahan yang signifikan di tim ini, terutama lini belakang. Saya melihat, sektor pertahanan malah semakin rapuh," ujar mantan bek tangguh Persib di era '90-an, Yadi Mulyadi kepada "GM", Kamis (13/1).
Analisis serupa diungkapkan striker Persib ketika menjuarai LI I/1994-1995, Kekey Zakaria. "Dari sisi permainan, kehadiran Daniel belum memunculkan perubahan. Malahan, saya melihat lini belakang semakin parah," timpal tandem sehati Sutiono Lamso ini.
Evaluasi Baihakki
Yadi dan Kekey sepakat, tim pelatih dan manajemen tim harus segera melakukan evaluasi terhadap para pemain di lini belakang. Bahkan, Yadi tidak segan-segan mengusulkan agar tim pelatih memarkir para pemain belakang yang selama ini dianggap sebagai kartu mati. "Ya harus segera dievaluasi, supaya tidak membuang uang percuma," kata Yadi.
Ketika ditanyakan siapa pemain belakang yang dianggap sebagai titik lemah pertahanan Persib pada laga terakhir, Yadi tanpa ragu menunjuk Baihakki bin Khaizan. "Dibandingkan Nova (Arianto), saya lihat Baihakki lebih menjadi titik lemah lini pertahanan Persib.
"Selain punya andil dalam terjadinya dua gol pertama Persib, saya lihat cara bermainnya pun seperti begitu. Padahal dia 'kan pemain tim nasional Singapura," ujar Kekey, melontarkan keanehannya.
Berbeda dengan Yadi dan Kekey, mantan pemain Persib era '80-an, Bambang Sukowiyono lebih menunjuk kepada visi permainan Persib yang tak jelas sasaran dan targetnya.
Read More »»
Berdasarkan data statistik yang dimiliki "GM", rata-rata kebobolan Persib dalam 6 laga pembuka pada musim ini tersebut merupakan yang terburuk sejak 27 tahun, atau sejak Persib kembali ke promosi Kompetisi Perserikatan pada tahun 1983. Jumlah 14 gol kebobolan ini memecahkan rekor 11 gol dalam 6 laga pembuka Persib di Liga Indonesia (LI) IX/2003.
Sejumlah mantan pemain Persib menunjuk, tingginya angka kebobolan Persib dalam 6 pertandingan pembuka LSI 2010/2011 ini, disebabkan oleh terlalu banyaknya lubang yang menganga di sektor pertahanan Persib.
"Meski sudah ganti pelatih, belum ada perubahan yang signifikan di tim ini, terutama lini belakang. Saya melihat, sektor pertahanan malah semakin rapuh," ujar mantan bek tangguh Persib di era '90-an, Yadi Mulyadi kepada "GM", Kamis (13/1).
Analisis serupa diungkapkan striker Persib ketika menjuarai LI I/1994-1995, Kekey Zakaria. "Dari sisi permainan, kehadiran Daniel belum memunculkan perubahan. Malahan, saya melihat lini belakang semakin parah," timpal tandem sehati Sutiono Lamso ini.
Evaluasi Baihakki
Yadi dan Kekey sepakat, tim pelatih dan manajemen tim harus segera melakukan evaluasi terhadap para pemain di lini belakang. Bahkan, Yadi tidak segan-segan mengusulkan agar tim pelatih memarkir para pemain belakang yang selama ini dianggap sebagai kartu mati. "Ya harus segera dievaluasi, supaya tidak membuang uang percuma," kata Yadi.
Ketika ditanyakan siapa pemain belakang yang dianggap sebagai titik lemah pertahanan Persib pada laga terakhir, Yadi tanpa ragu menunjuk Baihakki bin Khaizan. "Dibandingkan Nova (Arianto), saya lihat Baihakki lebih menjadi titik lemah lini pertahanan Persib.
"Selain punya andil dalam terjadinya dua gol pertama Persib, saya lihat cara bermainnya pun seperti begitu. Padahal dia 'kan pemain tim nasional Singapura," ujar Kekey, melontarkan keanehannya.
Berbeda dengan Yadi dan Kekey, mantan pemain Persib era '80-an, Bambang Sukowiyono lebih menunjuk kepada visi permainan Persib yang tak jelas sasaran dan targetnya.
Read More »»
1/13/2011
Kekalahan telak 1-4 yang diderita Persib Bandung dari Sriwijaya FC membuat langkah Maung Bandung ke jalur persaingan juara Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 kian berat.
Pelatih Daniel Roekito bakal melakukan perombakan saat menghadapi Bontang FC, Minggu 16 Januari 2011. Koordinasi di lini belakang jadi sorotan Daniel. Pelatih berusia 58 tahun itu tampak tidak puas dengan kinerja Baihakki bin Kaizan dan Nova Arianto yang diturunkan sebagai dua tembok Maung Bandung.
Salah seorang di antara keduanya kemungkinan besar bakal diganti oleh Maman Abdurahman. Maman absen di laga melawan Sriwijaya karena menjalani skorsing satu laga akibat akumulasi kartu kuning.
"Antara satu pemain dengan pemain lainnya tidak bisa bekerja maksimal untuk saling mengisi. Terutama, ketika tim melakukan transisi permainan dari kondisi menyerang ke bertahan," ucap Daniel.
Gol ketiga Sriwijaya yang dicetak Oktovianus Maniani dan gol keempat yang disarangkan Budi Sudarsono menunjukan kikuknya pertahanan Persib. Terutama ketika harus menghadapi serangan balik lawan.
"Fokus dalam menyerang, bukan berarti harus melupakan pertahanan," kritik Daniel.
Selain perubahan di lini belakang, Daniel pun mengindikasikan bakal melakukan perombakan komposisi di lini tengah dan depan. Atep yang ditempatkan sebagai striker menemani Cristian Gonzales dan Hilton Moreira kemungkinan besar bakal dikembalikan sebagai gelandang.
Bakal dikembalikannya fungsi Atep tak lepas dari penampilan Pablo Frances yang tidak memuaskan. Striker lokal, Rahmad Afandi juga berpeluang menempati satu posisi di lini depan Persib.
Rahmad memang gagal memaksimalkan dua peluang emas yang diperolehnya. Namun, penampilan mantan striker timnas U-23 itu dinilai memuaskan dan layak diturunkan sejak menit pertama saat menghadapi Bontang FC.
Tim Maung Bandung dijadwalkan akan bertolak menuju Pulau Borneo dari Bandara Soekarno Hatta, besok, Jumat 14 Januari 2011. Setelah menghadapi Bontang, Persib akan menjajal tuan rumah Persisam Samarinda, Kamis 20 Januari 2011.
Read More »»
Pelatih Daniel Roekito bakal melakukan perombakan saat menghadapi Bontang FC, Minggu 16 Januari 2011. Koordinasi di lini belakang jadi sorotan Daniel. Pelatih berusia 58 tahun itu tampak tidak puas dengan kinerja Baihakki bin Kaizan dan Nova Arianto yang diturunkan sebagai dua tembok Maung Bandung.
Salah seorang di antara keduanya kemungkinan besar bakal diganti oleh Maman Abdurahman. Maman absen di laga melawan Sriwijaya karena menjalani skorsing satu laga akibat akumulasi kartu kuning.
"Antara satu pemain dengan pemain lainnya tidak bisa bekerja maksimal untuk saling mengisi. Terutama, ketika tim melakukan transisi permainan dari kondisi menyerang ke bertahan," ucap Daniel.
Gol ketiga Sriwijaya yang dicetak Oktovianus Maniani dan gol keempat yang disarangkan Budi Sudarsono menunjukan kikuknya pertahanan Persib. Terutama ketika harus menghadapi serangan balik lawan.
"Fokus dalam menyerang, bukan berarti harus melupakan pertahanan," kritik Daniel.
Selain perubahan di lini belakang, Daniel pun mengindikasikan bakal melakukan perombakan komposisi di lini tengah dan depan. Atep yang ditempatkan sebagai striker menemani Cristian Gonzales dan Hilton Moreira kemungkinan besar bakal dikembalikan sebagai gelandang.
Bakal dikembalikannya fungsi Atep tak lepas dari penampilan Pablo Frances yang tidak memuaskan. Striker lokal, Rahmad Afandi juga berpeluang menempati satu posisi di lini depan Persib.
Rahmad memang gagal memaksimalkan dua peluang emas yang diperolehnya. Namun, penampilan mantan striker timnas U-23 itu dinilai memuaskan dan layak diturunkan sejak menit pertama saat menghadapi Bontang FC.
Tim Maung Bandung dijadwalkan akan bertolak menuju Pulau Borneo dari Bandara Soekarno Hatta, besok, Jumat 14 Januari 2011. Setelah menghadapi Bontang, Persib akan menjajal tuan rumah Persisam Samarinda, Kamis 20 Januari 2011.
Read More »»
Angin perubahan yang coba diembuskan pelatih anyar Daniel Roekito ke dalam skuad Persib Bandung, ternyata belum menghadirkan hasil positif. Pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Rabu (12/1) petang, Atep dan kawan-kawan tampil mengecewakan dan harus menerima kenyataan dibantai Sriwijaya FC 1-4 (0-2).
Empat gol Sriwijaya FC yang bersarang di gawang Markus Horison Rihihina, dicetak Claudiano Alves menit ke-11, Achmad Jufriyanto (44), Oktovianus Maniani (76), dan mantan striker Persib, Budi Sudarsono di masa injury time. Satu-satunya gol balasan Persib diciptakan Cristian Gonzales pada menit 64.
Dalam pertandingan yang disiarkan langsung oleh ANTV ini, Daniel menampilkan skema permainan 3-4-3 dengan komposisi pemain Markus Horison (kiper), Baihakki Khaizan, Nova Arianto, Muhammad Agung Pribadi (belakang), Gilang Angga Kusumah, Hariono, Shahril Ishak, Atep (tengah), Hilton Moreira, Cristian Gonzales, dan Pablo Frances (depan).
Enam menit pertandingan berjalan, Persib sebenarnya membuka ancaman ketika umpan Nova bisa dikuasai dengan baik oleh Gonzales di dalam kotak penalti Sriwijaya FC. Namun sontekan "El Loco" yang sudah berhadapan dengan penjaga gawang Sriwijaya FC, Feri Rotinsulu masih bisa digagalkan kiper kedua tim nasional ini.
Inilah satu-satunya peluang yang didapatkan Persib di babak pertama. Setelah itu, daerah pertahanan Persib dibombardir Sriwijaya FC. Bahkan buruknya koordinasi dan komunikasi di lini belakang Persib, bisa dimanfaatkan tuan rumah untuk membuka keunggulan pada menit ke-11. Berawal dari tendangan bebas Firman Utina yang gagal dihalau Baihakki, bola mantul disambut tandukan Claudiano untuk membobol gawang Markus.
Unggul 1-0, para pemain Sriwijaya FC semakin menekan. Meski pada menit 33, Daniel sempat memasukkan Eka Ramdani menggantikan Gilang Angga, tekanan Sriwijaya tidak berkurang. Setelah Ponaryo Astaman, Keith Jerome Kayamba Gumbs dan Rudi Widodo membuang peluang yang mereka dapatkan, Sriwijaya FC akhirnya menggandakan keunggulan di pengujung babak pertama melalui tandukan Achmad Jufriyanto, yang sama sekali tidak terkawal pada saat menerima bola tendangan penjuru dari Firman.
Tak berubah
Kendati lini belakang terlihat sangat keropos, Daniel tak melakukan perubahan di babak kedua. Nova dan Baihakki yang melakukan beberapa kali kesalahan di babak pertama tetap bermain.
Meskipun demikian, di tengah serbuan para pemain Sriwijaya FC, Persib sempat memperkecil ketinggalan melalui Gonzales memanfaatkan umpan Shahril Ishak yang sempat ditanduk Hilton. Tapi hanya berselang 12 menit, Sriwijaya FC kembali menambah keunggulannya melalui winger timnas Oktovianus Maniani.
Di pengujung pertandingan, mantan striker Persib, Budi Sudarsono yang masuk pada menit 66 menggantikan Rudi Widodo, menambah penderitaan Persib lewat gol yang diciptakannya. Skor akhir 4-1 untuk tuan rumah.
Kekalahan telak itu menekan posisi Persib ke peringkat 14 dari 15 kontestan dengan mengumpulkan nilai 4. Selanjutnya, Persib akan menghadapi tim juru kunci Bontang FC di Stadion Mulawarman Bontang, Minggu
Read More »»
Empat gol Sriwijaya FC yang bersarang di gawang Markus Horison Rihihina, dicetak Claudiano Alves menit ke-11, Achmad Jufriyanto (44), Oktovianus Maniani (76), dan mantan striker Persib, Budi Sudarsono di masa injury time. Satu-satunya gol balasan Persib diciptakan Cristian Gonzales pada menit 64.
Dalam pertandingan yang disiarkan langsung oleh ANTV ini, Daniel menampilkan skema permainan 3-4-3 dengan komposisi pemain Markus Horison (kiper), Baihakki Khaizan, Nova Arianto, Muhammad Agung Pribadi (belakang), Gilang Angga Kusumah, Hariono, Shahril Ishak, Atep (tengah), Hilton Moreira, Cristian Gonzales, dan Pablo Frances (depan).
Enam menit pertandingan berjalan, Persib sebenarnya membuka ancaman ketika umpan Nova bisa dikuasai dengan baik oleh Gonzales di dalam kotak penalti Sriwijaya FC. Namun sontekan "El Loco" yang sudah berhadapan dengan penjaga gawang Sriwijaya FC, Feri Rotinsulu masih bisa digagalkan kiper kedua tim nasional ini.
Inilah satu-satunya peluang yang didapatkan Persib di babak pertama. Setelah itu, daerah pertahanan Persib dibombardir Sriwijaya FC. Bahkan buruknya koordinasi dan komunikasi di lini belakang Persib, bisa dimanfaatkan tuan rumah untuk membuka keunggulan pada menit ke-11. Berawal dari tendangan bebas Firman Utina yang gagal dihalau Baihakki, bola mantul disambut tandukan Claudiano untuk membobol gawang Markus.
Unggul 1-0, para pemain Sriwijaya FC semakin menekan. Meski pada menit 33, Daniel sempat memasukkan Eka Ramdani menggantikan Gilang Angga, tekanan Sriwijaya tidak berkurang. Setelah Ponaryo Astaman, Keith Jerome Kayamba Gumbs dan Rudi Widodo membuang peluang yang mereka dapatkan, Sriwijaya FC akhirnya menggandakan keunggulan di pengujung babak pertama melalui tandukan Achmad Jufriyanto, yang sama sekali tidak terkawal pada saat menerima bola tendangan penjuru dari Firman.
Tak berubah
Kendati lini belakang terlihat sangat keropos, Daniel tak melakukan perubahan di babak kedua. Nova dan Baihakki yang melakukan beberapa kali kesalahan di babak pertama tetap bermain.
Meskipun demikian, di tengah serbuan para pemain Sriwijaya FC, Persib sempat memperkecil ketinggalan melalui Gonzales memanfaatkan umpan Shahril Ishak yang sempat ditanduk Hilton. Tapi hanya berselang 12 menit, Sriwijaya FC kembali menambah keunggulannya melalui winger timnas Oktovianus Maniani.
Di pengujung pertandingan, mantan striker Persib, Budi Sudarsono yang masuk pada menit 66 menggantikan Rudi Widodo, menambah penderitaan Persib lewat gol yang diciptakannya. Skor akhir 4-1 untuk tuan rumah.
Kekalahan telak itu menekan posisi Persib ke peringkat 14 dari 15 kontestan dengan mengumpulkan nilai 4. Selanjutnya, Persib akan menghadapi tim juru kunci Bontang FC di Stadion Mulawarman Bontang, Minggu
Read More »»
Pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito menyatakan, kekalahan telak yang dialami pasukannya merupakan tanggung jawab dirinya. Karena itu, mantan pelatih Persiba Balikpapan ini meminta pasukannya untuk segera melupakan hasil mengecewakan di Palembang itu.
"Kekalahan ini tanggung jawab saya, sudah biarkan saja yang lalu biarkan berlalu. Besok (hari ini, red) kita perbaiki kesalahan-kesalahn kecil yang tadi terjadi," kata Daniel, dalam konferensi pers usai pertandingan.
Menurut analisis Daniel, selain terpancing permainan lawan, koordinasi dan komunikasi pasukannya pun masih harus ditingkatkan.
"Yang namanya pertandingan ada menang ada kalah, kali ini kita belum bisa memaksimalkan dan mengoptimalkan kerja sama dan komunikasi di lapangan. Mudah-mudahan di pertandingan berikutnya akan lebih baik lagi," terangnya.
Sementara itu, Manajer Persib, H. Umuh Muchtar, sempat melontarkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Anselmus. Meski demikian, Umuh tetap mengakui, kekalahan timnya lebih disebabkan Sriwijaya FC yang tampil lebih baik.
"Kami akui Sriwijaya memang tampil lebih bagus dari Persib. Dan mereka pun pantas memenangkan pertandingan ini," kata Umuh.
Soal wasit, Umuh menilai banyak keputusan yang merugikan Persib. Dari empat gol yang bersarang ke gawang Markus Horison, kata Umuh, ada beberapa yang sebenarnya terlebih dulu terjebak offside.
"Kalau kalah saya pasti terima kekalahan ini, tapi saya hanya menyayangkan. Padahal pertandingan ini enak ditonton, sayangnya lagi-lagi wasit merusaknya," tegas Umuh.
Read More »»
"Kekalahan ini tanggung jawab saya, sudah biarkan saja yang lalu biarkan berlalu. Besok (hari ini, red) kita perbaiki kesalahan-kesalahn kecil yang tadi terjadi," kata Daniel, dalam konferensi pers usai pertandingan.
Menurut analisis Daniel, selain terpancing permainan lawan, koordinasi dan komunikasi pasukannya pun masih harus ditingkatkan.
"Yang namanya pertandingan ada menang ada kalah, kali ini kita belum bisa memaksimalkan dan mengoptimalkan kerja sama dan komunikasi di lapangan. Mudah-mudahan di pertandingan berikutnya akan lebih baik lagi," terangnya.
Sementara itu, Manajer Persib, H. Umuh Muchtar, sempat melontarkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Anselmus. Meski demikian, Umuh tetap mengakui, kekalahan timnya lebih disebabkan Sriwijaya FC yang tampil lebih baik.
"Kami akui Sriwijaya memang tampil lebih bagus dari Persib. Dan mereka pun pantas memenangkan pertandingan ini," kata Umuh.
Soal wasit, Umuh menilai banyak keputusan yang merugikan Persib. Dari empat gol yang bersarang ke gawang Markus Horison, kata Umuh, ada beberapa yang sebenarnya terlebih dulu terjebak offside.
"Kalau kalah saya pasti terima kekalahan ini, tapi saya hanya menyayangkan. Padahal pertandingan ini enak ditonton, sayangnya lagi-lagi wasit merusaknya," tegas Umuh.
Read More »»
Tim PERSIB gagal memenuhi target meraih poin setelah dikalahkan Sriwijaya FC 1-4 pada Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (12/1). Kendati begitu, semangat bertanding Hariono dkk. mengalami peningkatan cukup signifikan. Selama 90 menit, para pemain PERSIB tampil ngotot dan bermain penuh motivasi. Sayangnya, permainan ngotot ini tidak diimbangi dengan keberuntungan hasil akhir permainan.
Janji pelatih Daniel Roekito untuk tampil menyerang agar bisa meraih poin dibuktikan pemain di lapangan. Mengawali permainan, PERSIB mengambil inisiatif menyerang. Pada menit ke-6, Cristian Gonzalez memiliki peluang. Menerima umpan dari Nova Arianto, Gonzalez sudah bisa berhadapan dengan kiper Ferry Rotinsulu. Bola sontekan kaki kiri Gonzalez masih mengenai badan Ferry dan bisa diamankan lini belakang Sriwijaya FC.
Keasyikan menyerang, pemain lupa pada lini pertahanan. Berawal dari umpan tendangan bebas, Claudio Alves mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-10. Lengah pemain belakang, kembali terulang. Berawal dari tendangan penjuru, Ahmad Jufriyanto tanpa kawalan dengan leluasa menyundul bola menembus gawang Markus Haris Maulana.
PERSIB tidak patah semangat. Berawal dari umpan sayap, Gonzalez bisa memanfaatkan bola liar di daerah kotak penalti, dan mencetak gol menjadi 2-1. Gol tersebut membuat semangat pemain makin terlecut, dan berusaha mengejar ketinggalan. Namun, kembali lini belakang lengah, sehingga sebaliknya Sriwijayaq FC yang bisa mencetak gol melalui Oktovianus Maniani pada menit 75. Pada "injury time", dalam sebuah serangan balik, Sriwijaya FC akhirnya bisa menambah gol lagi melalui Budi Sudarsono sehingga skor akhir menjadi 4-1.
Read More »»
Janji pelatih Daniel Roekito untuk tampil menyerang agar bisa meraih poin dibuktikan pemain di lapangan. Mengawali permainan, PERSIB mengambil inisiatif menyerang. Pada menit ke-6, Cristian Gonzalez memiliki peluang. Menerima umpan dari Nova Arianto, Gonzalez sudah bisa berhadapan dengan kiper Ferry Rotinsulu. Bola sontekan kaki kiri Gonzalez masih mengenai badan Ferry dan bisa diamankan lini belakang Sriwijaya FC.
Keasyikan menyerang, pemain lupa pada lini pertahanan. Berawal dari umpan tendangan bebas, Claudio Alves mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-10. Lengah pemain belakang, kembali terulang. Berawal dari tendangan penjuru, Ahmad Jufriyanto tanpa kawalan dengan leluasa menyundul bola menembus gawang Markus Haris Maulana.
PERSIB tidak patah semangat. Berawal dari umpan sayap, Gonzalez bisa memanfaatkan bola liar di daerah kotak penalti, dan mencetak gol menjadi 2-1. Gol tersebut membuat semangat pemain makin terlecut, dan berusaha mengejar ketinggalan. Namun, kembali lini belakang lengah, sehingga sebaliknya Sriwijayaq FC yang bisa mencetak gol melalui Oktovianus Maniani pada menit 75. Pada "injury time", dalam sebuah serangan balik, Sriwijaya FC akhirnya bisa menambah gol lagi melalui Budi Sudarsono sehingga skor akhir menjadi 4-1.
Read More »»
Langganan:
Postingan (Atom)