Persib Bandung berhasil mempertahankan tradisi menang di Stadion Mulawarman Bontang, setelah mencatat kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Bontang FC, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011, Minggu (16/1) malam. Persib beruntung punya seorang Cristian Gonzales, yang bisa mencetak gol tunggal kemenangan pada menit 82.
Bagi Persib, ini adalah kemenangan pertama di luar kandang, sekaligus mengakhiri catatan kekalahan beruntun dalam empat laga sebelumnya. Dalam dua musim terakhir, Persib pun selalu mencatat kemenangan tandang pertama atas Bontang FC.
Meski berhasil menambah tiga angka, posisi Persib belum beranjak dari peringkat 14. Namun nilai yang dikumpulkan Eka Ramdani dan kawan-kawan bertambah menjadi 7, sama dengan Persisam Putra Samarinda dan Pelita Jaya Karawang. Sedangkan Bontang FC semakin terjebak di posisi 15 alias juru kunci.
Dalam laga yang disiarkan langsung oleh Antv ini, Daniel benar-benar menurunkan komposisi pemain yang berbeda dengan laga sebelumnya. Tiga pemain asing, Baihakki Bin Khaizan, Shahril Ishak (Singapura), dan Pablo Frances diparkir. Bahkan Baihakki yang dinilai sebagai titik lemah sektor pertahanan Persib pada laga sebelumnya, namanya sama sekali menghilang dari daftar susunan pemain Persib.
Selain tiga pemain asing tersebut, penjaga gawang utama timnas Indonesia, Markus Horison Rihihina yang sudah kebobolan 14 gol sepanjang musim ini --tidak termasuk dua gol lawan PSM Makassar yang dihapuskan-- juga dicadangkan Daniel. Posisi Markus diisi Cecep Supriyatna yang untuk pertama kalinya tampil pada musim ini.
Selain Cecep, Daniel juga memberikan kepercayaan pada gelandang muda, Dias Angga Putra untuk melakukan debut profesionalnya. Komposisi pemain lengkap Daniel dalam laga ini adalah Cecep Supriyatna (kiper), Maman Abdurahman, Nova Arianto, Muhammad Agung Pribadi (belakang), Dias Angga Putra, Hariono, Eka Ramdani, Siswanto (tengah), Atep, Hilton Moreira dan Cristian Gonzales.
Dari kubu Bontang FC, pelatih Fachri Husaini menurunkan tiga mantan pemain Persib dalam formasi starternya. Mereka adalah penjaga gawang Eddy Kurnia, Nyeck Nyobe Georges Clement (bek), dan Satoshi Otomo (gelandang).
Punya motivasi bangkit dari keterpurukan, Persib mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Meski tempo permainan cukup lamban, Persib sempat mendapatkan dua peluang matang melalui tandukkan Gonzales pada menit 13 dan tendangan kaki kiri Siswanto pada menit 42. Hingga jeda, kedua tim belum mampu mencetak gol.
Tingkatkan serangan
Di awal babak kedua, Daniel mencoba meningkatkan gempuran dengan memasukkan Pablo Frances menggantikan Dias Angga Putra pada menit 47. Karena serangan Persib tak juga membuahkan hasil, Siswanto ditarik pada menit 73 untuk digantikan Wildansyah. Hanya selang satu menit, giliran Hariono yang ditarik digantikan Shahril Ishak.
Strategi pergantian pemain ini cukup berhasil. Usaha keras Persib untuk membobol gawang Bontang FC, akhirnya membuahkan hasil pada menit 81 lewat tandukan Gonzales yang memanfaatkan umpan Eka dari sektor kiri penyerangan Persib. Meski sempat ditepis Eddy, bola tandukan Gonzales tetap meluncur ke dalam gawangnya.
Pada menit 88, Persib berpeluang menggandakan keunggulan. Namun tendangan Pablo masih bisa ditepis Eddy. Hingga laga usai, Bontang FC gagal membalas ketertinggalannya.
Read More »»
Blog untuk bobotoh Persib Saalam Dunya Semua berita tentang Persib dan sepakbola Indonesia Download Software dan Mp3 gratis Tip dan trik blog Menghasilkan Uang di Internet Persib Shopee liga 1 transfer Windows berita seputar Rajapolah,Tasikmalaya,Jawa barat Berita CPNS Kab Tasikmalaya Kerajinan Rajapolah
1/17/2011
Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar mengaku sangat lega, karena akhirnya tim yang dipimpinnya itu bisa meraih kemenangan dari Bontang FC, pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion Mulawarman Bontang, Minggu (16/1). Menurutnya, kunci kemenangan Persib dalam pertandingan kali ini adalah kejelian pelatih dalam hal strategi permainan.
"Saya sangat puas dan lega dengan kemenangan ini. Karena itu, kita harus mensyukuri kemenangan pertama di luar kandang ini. Kalau saya lihat, kemenangan ini berkat kejelian pelatih menyusun strategi," kata Umuh ketika dihubungi "GM", usai pertandingan.
Selain kejelian pelatih, Umuh juga memuji penampilan seluruh pemain di lapangan, tak terkecuali pemain muda yang selama ini jarang dimainkan.
"Saya juga puas dengan permainan anak-anak di lapangan. Meski tidak mudah, para pemain tampil penuh semangat dan motivasi mereka untuk menang juga sangat besar," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Umuh juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada ratusan bobotoh yang turut mendukung penampilan Persib di Bontang.
"Terima kasih buat bobotoh dan publik sepak bola Bandung, yang sudah mendoakan kami di Bandung. Di sini (Bontang, red), bobotoh juga banyak yang mendukung kami. Itu semua sangat berarti buat kami dalam meraih kemenangan," tambahnya.
Meningkatkan moral
Umuh berharap, kemenangan atas Bontang FC ini akan meningkatkan moral dan kepercayaan diri para pemain menghadapi laga selanjutnya, termasuk Persisam Putra Samarinda yang akan dihadapi di Stadion Segiri, Kamis (20/1).
"Kemenangan ini menjadi modal penting menghadapi Persisam. Kita berharap, penampilan pemain bisa lebih baik agar kita bisa kembali meraih kemenangan," kata Umuh.
Read More »»
"Saya sangat puas dan lega dengan kemenangan ini. Karena itu, kita harus mensyukuri kemenangan pertama di luar kandang ini. Kalau saya lihat, kemenangan ini berkat kejelian pelatih menyusun strategi," kata Umuh ketika dihubungi "GM", usai pertandingan.
Selain kejelian pelatih, Umuh juga memuji penampilan seluruh pemain di lapangan, tak terkecuali pemain muda yang selama ini jarang dimainkan.
"Saya juga puas dengan permainan anak-anak di lapangan. Meski tidak mudah, para pemain tampil penuh semangat dan motivasi mereka untuk menang juga sangat besar," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Umuh juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada ratusan bobotoh yang turut mendukung penampilan Persib di Bontang.
"Terima kasih buat bobotoh dan publik sepak bola Bandung, yang sudah mendoakan kami di Bandung. Di sini (Bontang, red), bobotoh juga banyak yang mendukung kami. Itu semua sangat berarti buat kami dalam meraih kemenangan," tambahnya.
Meningkatkan moral
Umuh berharap, kemenangan atas Bontang FC ini akan meningkatkan moral dan kepercayaan diri para pemain menghadapi laga selanjutnya, termasuk Persisam Putra Samarinda yang akan dihadapi di Stadion Segiri, Kamis (20/1).
"Kemenangan ini menjadi modal penting menghadapi Persisam. Kita berharap, penampilan pemain bisa lebih baik agar kita bisa kembali meraih kemenangan," kata Umuh.
Read More »»
1/16/2011
Striker Hilton Moreira menyatakan semua pemain PERSIB bertekad untuk merebut kemenangan saat melawan Bontang FC, di Stadion Mulawarman, Minggu (16/1). "Saya siap bermain. Kondisi saya seratus persen fit. Untuk pertandingan nanti hanya ada satu hasil akhir yaitu menang," ujar pemain bernomor punggung 10 tersebut. Ia mengatakan Stadion Mulawarman cukup bersahabat dengan PERSIB. Selama karier main di Bontang, Hilton telah mencetak empat gol. "Dua gol membela Deltras, dua gol lagi bersama PERSIB," ujarnya.
"Stopper" Maman Abdurahman menambahkan, para pemain akan tampil lebih disiplin dalam pertahanan seperti hasil evaluasi pelatih Daniel Roekito atas pertandingan melawan Sriwijaya FC. Oleh karena itu pada latihan Sabtu (15/1) sore, Daniel lebih fokus terhadap penerapan antisipasi bola-bola mati dan pola pertahanan. "Tadi pelatih sudah mengingatkan kita mengenai kedisiplinan terhadap posisi di dalam pertandingan. Dengan demikian, jika saya diturunkan pada pertandingan nanti, saya akan berusaha lebih disiplin dan berkonsentrasi selama 90 menit pertandingan," ujar Maman.
Demikian pula diutarakan Siswanto. Menurut dia, pemain sudah siap membayar lunas kekalahan di Palembang. Untuk itu, PERSIB harus bisa menguasai lapangan tengah. "Tanggung jawab dengan posisi dan berusaha keras membendung serangan lawan akan menjadi tugas kami bersama. Karenanya, komunikasi dan koordinasi sangat diperlukan dalam posisi menyerang maupun bertahan," ujar Siswanto
Read More »»
"Stopper" Maman Abdurahman menambahkan, para pemain akan tampil lebih disiplin dalam pertahanan seperti hasil evaluasi pelatih Daniel Roekito atas pertandingan melawan Sriwijaya FC. Oleh karena itu pada latihan Sabtu (15/1) sore, Daniel lebih fokus terhadap penerapan antisipasi bola-bola mati dan pola pertahanan. "Tadi pelatih sudah mengingatkan kita mengenai kedisiplinan terhadap posisi di dalam pertandingan. Dengan demikian, jika saya diturunkan pada pertandingan nanti, saya akan berusaha lebih disiplin dan berkonsentrasi selama 90 menit pertandingan," ujar Maman.
Demikian pula diutarakan Siswanto. Menurut dia, pemain sudah siap membayar lunas kekalahan di Palembang. Untuk itu, PERSIB harus bisa menguasai lapangan tengah. "Tanggung jawab dengan posisi dan berusaha keras membendung serangan lawan akan menjadi tugas kami bersama. Karenanya, komunikasi dan koordinasi sangat diperlukan dalam posisi menyerang maupun bertahan," ujar Siswanto
Read More »»
Kendati sudah menjanjikan bakal ada perubahan komposisi tim, terutama di sektor pertahanan, namun pelatih Persib, Daniel Roekito belum menetapkan starting line-up untuk pertandingan melawan Bontang FC di Stadion Mulawarman Bontang, Minggu (16/1).
Kemungkinan besar, gambaran perubahan komposisi timnya itu baru akan terlihat pada sesi latihan Sabtu (15/1) atau sehari sebelum laga. "Sampai sekarang (kemarin, red), Daniel belum membicarakan soal calon pemain yang akan diturunkannya pada pertandingan melawan Bontang FC. Mungkin, baru besok (hari ini, red) setelah latihan," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis ketika dihubungi "GM", Jumat (14/1).
Meskipun kewenangan memutuskan daftar pemain ada di tangan pelatih kepala, Robby secara tersirat setuju jika pada pertandingan melawan Bontang FC harus ada perubahan komposisi tim, khususnya di sektor pertahanan.
Hal itu didasarkan pada hasil evaluasi atas kekalahan 1-4 dari Sriwijaya FC, Rabu (12/1) lalu, yang dinilai disebabkan rapuhnya lini pertahanan. "Mudah-mudahan memang seperti itu (ada perubahan komposisi pemain belakang, red)," kata Robby, singkat.
Selain menjadi titik lemah pada pertandingan melawan Sriwijaya FC, kemungkinan terjadinya perubahan komposisi pemain di lini pertahanan juga karena Maman Abdurahman dan Wildansyah yang absen pada pertandingan melawan Sriwijaya FC, sudah bisa dimainkan.
"Hukuman akumulasi kartu kuning Maman sudah dijalani. Wildansyah pun sudah sembuh . Mungkin satu atau keduanya akan dimainkan," kata Robby.
Perjalanan panjang
Dalam kesempatan itu, Robby juga menginformasikan, setelah meninggalkan Palembang sekitar pukul 07.00 WIB, seluruh rombongan Persib baru tiba di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (14/1) malam. Untuk mencapai Bontang, seluruh anggota rombongan harus menghabiskan waktu di perjalanan, baik darat maupun udara, lebih dari 12 jam.
"Jadi, seharian ini kita ada di perjalanan. Dari Palembang ke Jakarta kemudian terbang lagi ke Balikpapan. Dari Balikpapan, kita pakai jalan darat ke Samarinda dan kemudian Bontang. Cukup melelahkan, tapi ini risiko yang harus dihadapi," papar Robby.
Dikatakan, setiba di Bontang, para pemain langsung beristirahat karena keesokan harinya harus melakukan sesi uji lapangan.
Read More »»
Kemungkinan besar, gambaran perubahan komposisi timnya itu baru akan terlihat pada sesi latihan Sabtu (15/1) atau sehari sebelum laga. "Sampai sekarang (kemarin, red), Daniel belum membicarakan soal calon pemain yang akan diturunkannya pada pertandingan melawan Bontang FC. Mungkin, baru besok (hari ini, red) setelah latihan," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis ketika dihubungi "GM", Jumat (14/1).
Meskipun kewenangan memutuskan daftar pemain ada di tangan pelatih kepala, Robby secara tersirat setuju jika pada pertandingan melawan Bontang FC harus ada perubahan komposisi tim, khususnya di sektor pertahanan.
Hal itu didasarkan pada hasil evaluasi atas kekalahan 1-4 dari Sriwijaya FC, Rabu (12/1) lalu, yang dinilai disebabkan rapuhnya lini pertahanan. "Mudah-mudahan memang seperti itu (ada perubahan komposisi pemain belakang, red)," kata Robby, singkat.
Selain menjadi titik lemah pada pertandingan melawan Sriwijaya FC, kemungkinan terjadinya perubahan komposisi pemain di lini pertahanan juga karena Maman Abdurahman dan Wildansyah yang absen pada pertandingan melawan Sriwijaya FC, sudah bisa dimainkan.
"Hukuman akumulasi kartu kuning Maman sudah dijalani. Wildansyah pun sudah sembuh . Mungkin satu atau keduanya akan dimainkan," kata Robby.
Perjalanan panjang
Dalam kesempatan itu, Robby juga menginformasikan, setelah meninggalkan Palembang sekitar pukul 07.00 WIB, seluruh rombongan Persib baru tiba di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (14/1) malam. Untuk mencapai Bontang, seluruh anggota rombongan harus menghabiskan waktu di perjalanan, baik darat maupun udara, lebih dari 12 jam.
"Jadi, seharian ini kita ada di perjalanan. Dari Palembang ke Jakarta kemudian terbang lagi ke Balikpapan. Dari Balikpapan, kita pakai jalan darat ke Samarinda dan kemudian Bontang. Cukup melelahkan, tapi ini risiko yang harus dihadapi," papar Robby.
Dikatakan, setiba di Bontang, para pemain langsung beristirahat karena keesokan harinya harus melakukan sesi uji lapangan.
Read More »»
1/14/2011
Kekalahan Persib Bandung 1-4 dari tuan rumah Sriwijaya FC, Rabu (12/1) sore membuat Manajer Persib H Umuh Muchtar berang. Umuh bahkan mengancam Persib akan mundur dari Liga Super Indonesia (LSI) jika kinerja wasit tak kunjung membaik.
"Ya biar saja kalah. Kinerja wasit seperti ini. Jauh dari wasit LPI," tuturnya saat dalam wawancara dengan RRI seusai pertandingan.
Ia merasa banyak keputusan sang pengadil Ansalmus yang merugikan Maung Bandung. Keputusan seperti offside menurut Umuh lebih banyak merugikan Persib. Beberapa pemain Persib dalam pandangannya tak berada dalam posisi offside namun dianggap offside oleh hakim garis dan wasit.
"Gol yang terakhir (yang dicetak oleh Budi Sudarsono) itu offside. Tapi ketika ada pelanggaran buat kami tidak dikasih," keluhnya.
Karenanya, ia meminta agar kinerja wasit diperbaiki. Ia tak mau wasit menjadi biang kekalahan Maung Bandung saat main tandang. "Anak-anak sudah main bagus. Cuma wasit aja yang seperti itu. Kalau nanti Persib mundur, jangan salahkan (Persib)," tuturnya.
Ini untuk kedua kalinya di musim ini Umuh tak puas dengan kinerja wasit. Saat Persib takluk dari tuan rumah PSPS Pekanbaru, Umuh juga menuding wasit terlalu berpihak kepada tuan rumah.
Saat itu, Persib kalah 0-1 lewat gol penalti di babak kedua.
Seusai pertandingan, Umuh menuturkan, ketika jeda pertandingan seseorang mengatakan jika tuan rumah akan diberi penalti. "Dan ternyata itu jadi kenyataan," katanya saat itu. Gol yang dicetak Herman Dzumafo akhirnya membuat Persib kalah.
Read More »»
"Ya biar saja kalah. Kinerja wasit seperti ini. Jauh dari wasit LPI," tuturnya saat dalam wawancara dengan RRI seusai pertandingan.
Ia merasa banyak keputusan sang pengadil Ansalmus yang merugikan Maung Bandung. Keputusan seperti offside menurut Umuh lebih banyak merugikan Persib. Beberapa pemain Persib dalam pandangannya tak berada dalam posisi offside namun dianggap offside oleh hakim garis dan wasit.
"Gol yang terakhir (yang dicetak oleh Budi Sudarsono) itu offside. Tapi ketika ada pelanggaran buat kami tidak dikasih," keluhnya.
Karenanya, ia meminta agar kinerja wasit diperbaiki. Ia tak mau wasit menjadi biang kekalahan Maung Bandung saat main tandang. "Anak-anak sudah main bagus. Cuma wasit aja yang seperti itu. Kalau nanti Persib mundur, jangan salahkan (Persib)," tuturnya.
Ini untuk kedua kalinya di musim ini Umuh tak puas dengan kinerja wasit. Saat Persib takluk dari tuan rumah PSPS Pekanbaru, Umuh juga menuding wasit terlalu berpihak kepada tuan rumah.
Saat itu, Persib kalah 0-1 lewat gol penalti di babak kedua.
Seusai pertandingan, Umuh menuturkan, ketika jeda pertandingan seseorang mengatakan jika tuan rumah akan diberi penalti. "Dan ternyata itu jadi kenyataan," katanya saat itu. Gol yang dicetak Herman Dzumafo akhirnya membuat Persib kalah.
Read More »»
PSSI menerima surat dari FIFA yang mengizinkan penjatuhan sanksi kepada Liga Primer Indonesia (LPI) beserta seluruh klub afiliasi, ofisial, para pemain termasuk perwakilan pemain yang terlibat dalam kegiatan LPI.
Juru bicara LPI Abi Hasantoso dalam percakapan melalui ponsel dengan GOAL.com menegaskan, pihaknya tidak akan menghiraukan surat tersebut, meskipun telah ditandatangani sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke.
"Pertama-tama, keabsahan surat itu sendiri masih perlu dipertanyakan. Sulit dipercaya bahwa FIFA bisa segitu cepatnya menanggapi surat PSSI. Urusan FIFA bukan PSSI saja, tapi seluruh dunia. PSSI yang tidak pernah mendatangkan prestasi tentunya tidak mungkin ditanggapi cepat oleh FIFA," tegas Abi
Sedangkan kami sudah menjalin hubungan dengan FIFA. Kami siap bertemu FIFA dan kami punya lobi ke FIFA yang PSSI tidak tahu. LPI dibuat sangat serius, sangat profesional dengan jaringan internasional juga, dan kami juga dekat ke FIFA. Beda dengan PSSI yang hanya dekat dengan petugas FIFA tertentu.
"Kami justru saat ini ingin bertemu dengan FIFA. Kami berharap FIFA bisa mendengar langsung LPI dari kami, supaya lebih jelas. Kalau dari PSSI, mereka sudah jelas menolak kami dari dulu. Bahkan tadi siang, difasilitasi BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia], kami sudah siap bertemu, tapi PSSI yang keberatan," lanjutnya.
"Terus yang kedua, PSSI tidak perlu memberi sanksi kepada LPI, karena kami sudah di bawah BOPI. Jadi PSSI salah alamat. Sanksi itu juga salah alamat, toh kami bukan di bawah wewenang PSSI. Jadi, tidak ada dasar hukumnya PSSI melakukan ini.
"Kami sudah didukung tim pengacara yang kuat. LPI akan melindungi dan membela seluruh pemain, pelatih dan wasit dan perangkat pertandingan yang sudah bekerja untuk LPI. Kami akan mengirimkan tim pembela hukum, dan dia adalah salah satu ahli hukum olahraga terbaik di Indonesia."
Selain itu, Abi menyebut PSSI seharusnya mengutamakan sepakbola industri sebagai hasil Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang digelar di Malang tahun lalu.
"LPI dasarnya dari KSN. Presiden, Menpora, KONI, dan seluruh masyarakat yang mencintai sepakbola mendukungnya," katanya.
Abi menambahkan, pindahnya PSM, Persema dan Persibo ke LPI, termasuk tekad Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan untuk bertahan di Persema, didasari oleh perlunya profesionalisme dalam sepakbola dapat terwujud.
"Kita bisa lihat tiga klub itu meninggalkan kompetisi liga yang menggunakan uang rakyat, dan mereka sadar bahwa sepakbola profesional itu bisa dibangun dari modal pengusaha, bukan dari uang APBD [Anggaran Pemerintah dan Belanja Daerah]," tegasnya.
"PSSI seharusnya mengedepankan sepakbola industri sebagai hasil dari KSN. LPI dasarnya dari KSN.
"Selain itu, seluruh klub LPI wajib melakukan pembinaan dan kompetisi mulai dari grassroots sampai kelompok umur U-23, suatu hal yang tidak pernah dipikirkan dengan serius oleh PSSI.
Read More »»
Juru bicara LPI Abi Hasantoso dalam percakapan melalui ponsel dengan GOAL.com menegaskan, pihaknya tidak akan menghiraukan surat tersebut, meskipun telah ditandatangani sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke.
"Pertama-tama, keabsahan surat itu sendiri masih perlu dipertanyakan. Sulit dipercaya bahwa FIFA bisa segitu cepatnya menanggapi surat PSSI. Urusan FIFA bukan PSSI saja, tapi seluruh dunia. PSSI yang tidak pernah mendatangkan prestasi tentunya tidak mungkin ditanggapi cepat oleh FIFA," tegas Abi
Sedangkan kami sudah menjalin hubungan dengan FIFA. Kami siap bertemu FIFA dan kami punya lobi ke FIFA yang PSSI tidak tahu. LPI dibuat sangat serius, sangat profesional dengan jaringan internasional juga, dan kami juga dekat ke FIFA. Beda dengan PSSI yang hanya dekat dengan petugas FIFA tertentu.
"Kami justru saat ini ingin bertemu dengan FIFA. Kami berharap FIFA bisa mendengar langsung LPI dari kami, supaya lebih jelas. Kalau dari PSSI, mereka sudah jelas menolak kami dari dulu. Bahkan tadi siang, difasilitasi BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia], kami sudah siap bertemu, tapi PSSI yang keberatan," lanjutnya.
"Terus yang kedua, PSSI tidak perlu memberi sanksi kepada LPI, karena kami sudah di bawah BOPI. Jadi PSSI salah alamat. Sanksi itu juga salah alamat, toh kami bukan di bawah wewenang PSSI. Jadi, tidak ada dasar hukumnya PSSI melakukan ini.
"Kami sudah didukung tim pengacara yang kuat. LPI akan melindungi dan membela seluruh pemain, pelatih dan wasit dan perangkat pertandingan yang sudah bekerja untuk LPI. Kami akan mengirimkan tim pembela hukum, dan dia adalah salah satu ahli hukum olahraga terbaik di Indonesia."
Selain itu, Abi menyebut PSSI seharusnya mengutamakan sepakbola industri sebagai hasil Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang digelar di Malang tahun lalu.
"LPI dasarnya dari KSN. Presiden, Menpora, KONI, dan seluruh masyarakat yang mencintai sepakbola mendukungnya," katanya.
Abi menambahkan, pindahnya PSM, Persema dan Persibo ke LPI, termasuk tekad Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan untuk bertahan di Persema, didasari oleh perlunya profesionalisme dalam sepakbola dapat terwujud.
"Kita bisa lihat tiga klub itu meninggalkan kompetisi liga yang menggunakan uang rakyat, dan mereka sadar bahwa sepakbola profesional itu bisa dibangun dari modal pengusaha, bukan dari uang APBD [Anggaran Pemerintah dan Belanja Daerah]," tegasnya.
"PSSI seharusnya mengedepankan sepakbola industri sebagai hasil dari KSN. LPI dasarnya dari KSN.
"Selain itu, seluruh klub LPI wajib melakukan pembinaan dan kompetisi mulai dari grassroots sampai kelompok umur U-23, suatu hal yang tidak pernah dipikirkan dengan serius oleh PSSI.
Read More »»
SEBUAH rekor buruk ditorehkan Persib Bandung pada Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Empat gol yang disarangkan para pemain Sriwijaya FC ke gawang Markus Horison Rihihina pada pertandingan lanjutan LSI 2010/2011 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Rabu (12/1), menambah jumlah kebobolan Persib menjadi 14 gol dalam 6 laga pembuka musim ini. Itu artinya, rata-rata kebobolan Persib sudah menyentuh angka 2,33 per laga.
Berdasarkan data statistik yang dimiliki "GM", rata-rata kebobolan Persib dalam 6 laga pembuka pada musim ini tersebut merupakan yang terburuk sejak 27 tahun, atau sejak Persib kembali ke promosi Kompetisi Perserikatan pada tahun 1983. Jumlah 14 gol kebobolan ini memecahkan rekor 11 gol dalam 6 laga pembuka Persib di Liga Indonesia (LI) IX/2003.
Sejumlah mantan pemain Persib menunjuk, tingginya angka kebobolan Persib dalam 6 pertandingan pembuka LSI 2010/2011 ini, disebabkan oleh terlalu banyaknya lubang yang menganga di sektor pertahanan Persib.
"Meski sudah ganti pelatih, belum ada perubahan yang signifikan di tim ini, terutama lini belakang. Saya melihat, sektor pertahanan malah semakin rapuh," ujar mantan bek tangguh Persib di era '90-an, Yadi Mulyadi kepada "GM", Kamis (13/1).
Analisis serupa diungkapkan striker Persib ketika menjuarai LI I/1994-1995, Kekey Zakaria. "Dari sisi permainan, kehadiran Daniel belum memunculkan perubahan. Malahan, saya melihat lini belakang semakin parah," timpal tandem sehati Sutiono Lamso ini.
Evaluasi Baihakki
Yadi dan Kekey sepakat, tim pelatih dan manajemen tim harus segera melakukan evaluasi terhadap para pemain di lini belakang. Bahkan, Yadi tidak segan-segan mengusulkan agar tim pelatih memarkir para pemain belakang yang selama ini dianggap sebagai kartu mati. "Ya harus segera dievaluasi, supaya tidak membuang uang percuma," kata Yadi.
Ketika ditanyakan siapa pemain belakang yang dianggap sebagai titik lemah pertahanan Persib pada laga terakhir, Yadi tanpa ragu menunjuk Baihakki bin Khaizan. "Dibandingkan Nova (Arianto), saya lihat Baihakki lebih menjadi titik lemah lini pertahanan Persib.
"Selain punya andil dalam terjadinya dua gol pertama Persib, saya lihat cara bermainnya pun seperti begitu. Padahal dia 'kan pemain tim nasional Singapura," ujar Kekey, melontarkan keanehannya.
Berbeda dengan Yadi dan Kekey, mantan pemain Persib era '80-an, Bambang Sukowiyono lebih menunjuk kepada visi permainan Persib yang tak jelas sasaran dan targetnya.
Read More »»
Berdasarkan data statistik yang dimiliki "GM", rata-rata kebobolan Persib dalam 6 laga pembuka pada musim ini tersebut merupakan yang terburuk sejak 27 tahun, atau sejak Persib kembali ke promosi Kompetisi Perserikatan pada tahun 1983. Jumlah 14 gol kebobolan ini memecahkan rekor 11 gol dalam 6 laga pembuka Persib di Liga Indonesia (LI) IX/2003.
Sejumlah mantan pemain Persib menunjuk, tingginya angka kebobolan Persib dalam 6 pertandingan pembuka LSI 2010/2011 ini, disebabkan oleh terlalu banyaknya lubang yang menganga di sektor pertahanan Persib.
"Meski sudah ganti pelatih, belum ada perubahan yang signifikan di tim ini, terutama lini belakang. Saya melihat, sektor pertahanan malah semakin rapuh," ujar mantan bek tangguh Persib di era '90-an, Yadi Mulyadi kepada "GM", Kamis (13/1).
Analisis serupa diungkapkan striker Persib ketika menjuarai LI I/1994-1995, Kekey Zakaria. "Dari sisi permainan, kehadiran Daniel belum memunculkan perubahan. Malahan, saya melihat lini belakang semakin parah," timpal tandem sehati Sutiono Lamso ini.
Evaluasi Baihakki
Yadi dan Kekey sepakat, tim pelatih dan manajemen tim harus segera melakukan evaluasi terhadap para pemain di lini belakang. Bahkan, Yadi tidak segan-segan mengusulkan agar tim pelatih memarkir para pemain belakang yang selama ini dianggap sebagai kartu mati. "Ya harus segera dievaluasi, supaya tidak membuang uang percuma," kata Yadi.
Ketika ditanyakan siapa pemain belakang yang dianggap sebagai titik lemah pertahanan Persib pada laga terakhir, Yadi tanpa ragu menunjuk Baihakki bin Khaizan. "Dibandingkan Nova (Arianto), saya lihat Baihakki lebih menjadi titik lemah lini pertahanan Persib.
"Selain punya andil dalam terjadinya dua gol pertama Persib, saya lihat cara bermainnya pun seperti begitu. Padahal dia 'kan pemain tim nasional Singapura," ujar Kekey, melontarkan keanehannya.
Berbeda dengan Yadi dan Kekey, mantan pemain Persib era '80-an, Bambang Sukowiyono lebih menunjuk kepada visi permainan Persib yang tak jelas sasaran dan targetnya.
Read More »»
Langganan:
Postingan (Atom)