Bandung - Persib Bandung akan memulai laga putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 dengan mendatangi markas Semen Padang di Stadion Agus Salim Padang, Sabtu (5/3/2011) mendatang.
Dari 14 pertandingan di putaran kedua, Maung Bandung akan menggelar 9 laga kandang yang digelar di Stadion Silwangi Bandung. Sedangkan sisanya, Eka Ramdani cs akan menjalani laga tandang.
Selain bisa menyaksikan langsung penampilan aksi Persib di stadion, para bobotoh juga bisa menonton siaran langsung yang digelar Antv. Dari 14 laga Persib baik home maupun away, rencananya 13 laga akan disiarkan langsung.
Berikut ini jadwal selengkapnya laga Persib Bandung pada putaran kedua LSI 2010/2011:
Tanggal
Tim
Stadion
Keterangan
5 Mar 2011
Semen Padang vs Persib
Agus Salim Padang
Live Antv 19.00 WIB
12 Mar 2011
Pelita Jaya vs Persib
Singaperbangsa Karawang
Live Antv 19.00 WIB
18 Mar 2011
Persib vs Persija
Siliwangi Bandung
Live Antv 17.30 WIB
24 Mar 2011
Persib vs Persiwa
Siliwangi Bandung
Live Antv 19.00 WIB
27 Mar 2011
Persibvs Persipura
Siliwangi Bandung
Live Antv 19.00 WIB
1 Apr 2011
Arema vs Persib
Kanjurungan Malang
Live Antv 15.30 WIB
9 Apr 2011
Persib vs Bontang FC
Siliwangi Bandung
Live Antv 19.00 WIB
13 Apr 2011
Persibvs Persisam
Siliwangi Bandung
Live Antv 19.00 WIB
18 Apr 2011
Persibvs PSPS
Siliwangi Bandung
Live Antv 15.30 WIB
22 Apr 2011
Persibvs Sriwijaya FC
Siliwangi Bandung
Live Antv 15.30 WIB
7 Mei 2011
Persijap vs Persib
Gelora Bumi Kartini Jepara
Live Antv 19.00 WIB
28 Mei 2011
Persiba vs Persib
Kompleks Pertamina Parikesit Balikpapan
Live Antv 19.00 WIB
16 Jun 2011
Persib vs Persela
Siliwangi Bandung
Live Antv 19.00 WIB
19 Jun 2011
Persibvs Deltras
Siliwangi Bandung
-
*Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah
Read More »»
Blog untuk bobotoh Persib Saalam Dunya Semua berita tentang Persib dan sepakbola Indonesia Download Software dan Mp3 gratis Tip dan trik blog Menghasilkan Uang di Internet Persib Shopee liga 1 transfer Windows berita seputar Rajapolah,Tasikmalaya,Jawa barat Berita CPNS Kab Tasikmalaya Kerajinan Rajapolah
2/25/2011
Bandung – Kapolres Bandung AKBP Hendro Pandowo mengaku tak keberatan dengan niat manajemen Persib Bandung untuk menggelar laga kandang menjamu Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011, 18 Maret mendatang.
Polres Bandung bahkan siap mengeluarkan izin pertandingan. Namun pihaknya menyampaikan syarat kepada manajemen dan bobotoh Persib Bandung untuk memberikan jaminan bahwa pertandingan bisa berjalan aman tanpa adanya kericuhan suporter.
"Saya kira selama ada komitmen baik dari bobotoh, panpel dan semua pihak, polisi akan mengizinkan pertandingan di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung,” ujar Hendro saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (23/2/2011).
Hendro menegaskan, jajaranya tidak akan menghalangi digelarnya laga Persib selama putaran kedua nanti, selama ada komitmen untuk bersama-sama menjaga keamanan.
"Kami terima niat baik pihak-pihak yang berkepentingan di Persib selama tidak mengganggu keamanan dan ketertiban warga masyarakat di sekitar," pungkas Hendro
Read More »»
Polres Bandung bahkan siap mengeluarkan izin pertandingan. Namun pihaknya menyampaikan syarat kepada manajemen dan bobotoh Persib Bandung untuk memberikan jaminan bahwa pertandingan bisa berjalan aman tanpa adanya kericuhan suporter.
"Saya kira selama ada komitmen baik dari bobotoh, panpel dan semua pihak, polisi akan mengizinkan pertandingan di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung,” ujar Hendro saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (23/2/2011).
Hendro menegaskan, jajaranya tidak akan menghalangi digelarnya laga Persib selama putaran kedua nanti, selama ada komitmen untuk bersama-sama menjaga keamanan.
"Kami terima niat baik pihak-pihak yang berkepentingan di Persib selama tidak mengganggu keamanan dan ketertiban warga masyarakat di sekitar," pungkas Hendro
Read More »»
Bandung - Pemain asal Jepang Matsunaga Shohei yang sudah resmi berkostum Persib untuk putaran kedua LSI 2010-2011 mengaku kaget dengan antusiasme bobotoh yang menyaksikan proses seleksi pemain selama dua hari di Stadion Siliwangi.
Pemandangan tersebut, kata Matsunaga, baru dijumpai sepanjang kariernya bermain sepak bola, bersama klub asal Jerman Schalke 04 selama dua tahun 2008-2009, dan klub lokal asal Jepang Ahime FC 2010-2011.
"Bandung hebat sekali, saya kaget lihat suporternya. Baru kali ini saya lihat antusias suporter seperti ini. Saya sangat senang bisa bermain dengan tim ini," kata Matsunaga diterjemahkan rekannya, kepada wartawan di ruang kamar ganti pemain usai latihan game, Selasa (22/2/2011).
Matsunaga juga mengaku sedikit tahu pemain Jepang pertama yang pernah berkostum Persib, Sathosi Otomo, yang kini merumput bersama Bontang FC. Namun, ia mengaku tidak kenal dekat dengan Sathosi. "Ya, saya sedikit tahu tapi tidak kenal dekat," terangnya.
Sebelumnya, Matsunaga memang yakin bakal lolos seleksi Persib selama dua hari dari 21 hingga 22 Februari yang diikuti 9 pemain asing. Masing-masing dari, Korea Selatan 4 pemain, Chile 2 pemain, Jerman 1 pemain dan Belanda.
Keyakinan Matsunaga terkabul, setelah pelatih Daniel Roekito mengumumkan secara resmi, pemain yang mengenakan nomor punggung 24 itu, lolos seleksi dan menjadi pemain asing ke 40 yang telah berkostum Persib.
Read More »»
Pemandangan tersebut, kata Matsunaga, baru dijumpai sepanjang kariernya bermain sepak bola, bersama klub asal Jerman Schalke 04 selama dua tahun 2008-2009, dan klub lokal asal Jepang Ahime FC 2010-2011.
"Bandung hebat sekali, saya kaget lihat suporternya. Baru kali ini saya lihat antusias suporter seperti ini. Saya sangat senang bisa bermain dengan tim ini," kata Matsunaga diterjemahkan rekannya, kepada wartawan di ruang kamar ganti pemain usai latihan game, Selasa (22/2/2011).
Matsunaga juga mengaku sedikit tahu pemain Jepang pertama yang pernah berkostum Persib, Sathosi Otomo, yang kini merumput bersama Bontang FC. Namun, ia mengaku tidak kenal dekat dengan Sathosi. "Ya, saya sedikit tahu tapi tidak kenal dekat," terangnya.
Sebelumnya, Matsunaga memang yakin bakal lolos seleksi Persib selama dua hari dari 21 hingga 22 Februari yang diikuti 9 pemain asing. Masing-masing dari, Korea Selatan 4 pemain, Chile 2 pemain, Jerman 1 pemain dan Belanda.
Keyakinan Matsunaga terkabul, setelah pelatih Daniel Roekito mengumumkan secara resmi, pemain yang mengenakan nomor punggung 24 itu, lolos seleksi dan menjadi pemain asing ke 40 yang telah berkostum Persib.
Read More »»
Bandung - Manajer Persib Umuh Muchtar menceritakan alasan dirinya menerima kembali bek Nova Arianto untuk pada putaran II Liga Super Indonesia 2010-2011 awal Maret Mendatang.
Awalnya Umuh mengaku agak kecewa dengan keputusan Nova hengkang dari skuadnya. Namun, ia berusaha menahan kekecewaannya itu, sebab Nova sendiri terlihat masih ragu-ragu meninggalkan Persib.
"Saya sudah bilang sebagai orang tua sama anak tentu saja saya harus memberikan jalan yang terbaik buat Nova. Saat itu, saya beristilah seperti anak bekerja pada bapaknya, kalau ada tawaran yang lebih baik ya, saya serahkan kepada dia (Nova). Tapi dari awal Nova memang masih ragu-ragu, saya katakan kalau masih ragu lebih baik jangan dipaksakan karena tidak akan benar," ungkap Umuh.
Setelah itu, Nova terus berpiikir. Brigita Retno, istri Nova juga tidak sependapat dengan keputusan suaminya hengkang dari Persib. Saat itu, kata Umuh, Retno menginginkan suaminya tetap berbaju Persib. Bahkan Retno menyarankan agar keputusan Nova hengkang itu, tidak didasari karena materi.
"Setelah itu, Nova akhirnya bimbang dan ragu. Selain itu, sepertinya ada perubahan juga dari tim yang menawarkan, mungkin dari segi kontrak tidak sesuai. Akhirnya dia kontak saya dan pelatih, dia minta kembali," cerita Umuh.
Pernyataan Nova kembali ke Persib, lanjut Umuh, sudah diutarakan sejak dua hari lalu. Setelah itu, kata Umuh, mereka berbicara dengan pelatih.
Read More »»
Awalnya Umuh mengaku agak kecewa dengan keputusan Nova hengkang dari skuadnya. Namun, ia berusaha menahan kekecewaannya itu, sebab Nova sendiri terlihat masih ragu-ragu meninggalkan Persib.
"Saya sudah bilang sebagai orang tua sama anak tentu saja saya harus memberikan jalan yang terbaik buat Nova. Saat itu, saya beristilah seperti anak bekerja pada bapaknya, kalau ada tawaran yang lebih baik ya, saya serahkan kepada dia (Nova). Tapi dari awal Nova memang masih ragu-ragu, saya katakan kalau masih ragu lebih baik jangan dipaksakan karena tidak akan benar," ungkap Umuh.
Setelah itu, Nova terus berpiikir. Brigita Retno, istri Nova juga tidak sependapat dengan keputusan suaminya hengkang dari Persib. Saat itu, kata Umuh, Retno menginginkan suaminya tetap berbaju Persib. Bahkan Retno menyarankan agar keputusan Nova hengkang itu, tidak didasari karena materi.
"Setelah itu, Nova akhirnya bimbang dan ragu. Selain itu, sepertinya ada perubahan juga dari tim yang menawarkan, mungkin dari segi kontrak tidak sesuai. Akhirnya dia kontak saya dan pelatih, dia minta kembali," cerita Umuh.
Pernyataan Nova kembali ke Persib, lanjut Umuh, sudah diutarakan sejak dua hari lalu. Setelah itu, kata Umuh, mereka berbicara dengan pelatih.
Read More »»
Bandung - Menjelang putaran II Liga Super Indonesia 2010-2011, pelatih Persib Daniel Roekito akan mematangkan formasi 3-5-2, sesuai keinginan para pemain.
Namun, tambah Daniel, formasi tersebut tak akan dibakukan, tergantung lawan yang dihadapi. Pelatih berusia 58 tahun ini akan menyiapkan beberapa formasi pada putaran dua nanti, beberapa di antaranya adalah 4-4-2, 4-2-3-1 dan 3-4-3.
"Selama ini pemain memang menginginkan formasi lama yaitu 3-5-2. Buat saya tidak masalah selama mereka menguasai formasi tersebut. Tapi itu tidak baku tergantung lawan yang dihadapi," kata Daniel, usai memimpin latihan fisik di lapangan lintasan Atletik GOR Pajajaran Bandung, Kamis (24/2/2011).
Eks pelatih Persiba Balikpapan ini membantah formasi 3-4-3 yang diusungnya pada putaran pertama dianggap gagal. Ia menjelaskan, formasi 3-4-3 sebetulnya bisa mengalahkan 4-4-2, jika saja pemain bisa menjalankannya.
"Saat kita pakai formasi 3-4-3. Kelemahannya adalah kita kekurangan pemain tengah. Pemain gelandang bertahan saja kita cuma punya Hariono, untuk playmaker cuma ada Eka. Sehingga kita kesulitan mengembangkan pola ini, karena stok pemain terbatas," jelas Daniel.
Di putaran kedua nanti, setelah Persib melakukan penyegaran pemain dengan mengontrak Matsunaga Shohei dan Miljan Radovic, Daniel yakin lini tengah Persib akan semakin kokoh.
"Saya cukup yakin di putaran dua nanti saya lebih leluasa menggunakan beberapa formasi. Karena kita punya stok pemain banyak, khususnya pemain tengah," pungkasnya.
Read More »»
Namun, tambah Daniel, formasi tersebut tak akan dibakukan, tergantung lawan yang dihadapi. Pelatih berusia 58 tahun ini akan menyiapkan beberapa formasi pada putaran dua nanti, beberapa di antaranya adalah 4-4-2, 4-2-3-1 dan 3-4-3.
"Selama ini pemain memang menginginkan formasi lama yaitu 3-5-2. Buat saya tidak masalah selama mereka menguasai formasi tersebut. Tapi itu tidak baku tergantung lawan yang dihadapi," kata Daniel, usai memimpin latihan fisik di lapangan lintasan Atletik GOR Pajajaran Bandung, Kamis (24/2/2011).
Eks pelatih Persiba Balikpapan ini membantah formasi 3-4-3 yang diusungnya pada putaran pertama dianggap gagal. Ia menjelaskan, formasi 3-4-3 sebetulnya bisa mengalahkan 4-4-2, jika saja pemain bisa menjalankannya.
"Saat kita pakai formasi 3-4-3. Kelemahannya adalah kita kekurangan pemain tengah. Pemain gelandang bertahan saja kita cuma punya Hariono, untuk playmaker cuma ada Eka. Sehingga kita kesulitan mengembangkan pola ini, karena stok pemain terbatas," jelas Daniel.
Di putaran kedua nanti, setelah Persib melakukan penyegaran pemain dengan mengontrak Matsunaga Shohei dan Miljan Radovic, Daniel yakin lini tengah Persib akan semakin kokoh.
"Saya cukup yakin di putaran dua nanti saya lebih leluasa menggunakan beberapa formasi. Karena kita punya stok pemain banyak, khususnya pemain tengah," pungkasnya.
Read More »»
Bandung - Libero Persib Maman Abdurahman mengaku senang akhirnya Nova Arianto mengurungkan niatnya meninggalkan Maung Bandung pada putaran II Liga Super Indonesia 2010-2011.
Pada saat Nova menyatakan diri akan hengkang dari Persib, tak sedikitpun Maman memberikan restu. Justru Maman pernah meminta agar Nova mempertimbangkan keputusannya itu matang-matang.
"Saya gak berharap dia pergi dari Persib. Sebab, selama ini saya sudah merasa enjoy bekerjasama dengan dia (Nova). Kita bersama di Persib sudah hampir empat musim ini," kata Maman kepada INILAH.COM, di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung, Jumat (25/2/2011).
Bandung - Libero Persib Maman Abdurahman mengaku senang akhirnya Nova Arianto mengurungkan niatnya meninggalkan Maung Bandung pada putaran II Liga Super Indonesia 2010-2011.
Pada saat Nova menyatakan diri akan hengkang dari Persib, tak sedikitpun Maman memberikan restu. Justru Maman pernah meminta agar Nova mempertimbangkan keputusannya itu matang-matang.
"Saya gak berharap dia pergi dari Persib. Sebab, selama ini saya sudah merasa enjoy bekerjasama dengan dia (Nova). Kita bersama di Persib sudah hampir empat musim ini," kata Maman kepada INILAH.COM, di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung, Jumat (25/2/2011).
Read More »»
Pada saat Nova menyatakan diri akan hengkang dari Persib, tak sedikitpun Maman memberikan restu. Justru Maman pernah meminta agar Nova mempertimbangkan keputusannya itu matang-matang.
"Saya gak berharap dia pergi dari Persib. Sebab, selama ini saya sudah merasa enjoy bekerjasama dengan dia (Nova). Kita bersama di Persib sudah hampir empat musim ini," kata Maman kepada INILAH.COM, di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung, Jumat (25/2/2011).
Bandung - Libero Persib Maman Abdurahman mengaku senang akhirnya Nova Arianto mengurungkan niatnya meninggalkan Maung Bandung pada putaran II Liga Super Indonesia 2010-2011.
Pada saat Nova menyatakan diri akan hengkang dari Persib, tak sedikitpun Maman memberikan restu. Justru Maman pernah meminta agar Nova mempertimbangkan keputusannya itu matang-matang.
"Saya gak berharap dia pergi dari Persib. Sebab, selama ini saya sudah merasa enjoy bekerjasama dengan dia (Nova). Kita bersama di Persib sudah hampir empat musim ini," kata Maman kepada INILAH.COM, di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung, Jumat (25/2/2011).
Read More »»
2/21/2011
Bandung - Memasuki putaran dua Liga Super Indonesia (LSI), Persib masih tetap bertaburan pemain asing. Bahkan sore ini, Persib berencana menyeleksi sejumlah pemain asing. Mampukah para pemain asing tersebut menjadi bintang di Persib, atau hanya sebatas pemanis?
Setelah mendepak dua pemain asing asal Singapura Shahril Bin Ishak dan Baihakki Bin Khaizan, tim berjuluk Maung Bandung kembali mendatangkan bek jangkung asal Kamerun Abanda Herman.
Abanda masuk sebagai pemain asing ke-39 yang resmi berkostum Persib Bandung, terhitung sejak Maung Bandung kali pertama memakai jasa pemain asing di Liga Indonesia IX/2003. Kuartet Polandia, Mariusz Mucharski (kiper), Pawel Bocian (bek), Piotr Orlinski (gelandang), Maciej Dolega (striker), jadi barisan pemain asing pertama yang dikontrak Maung Bandung sekaligus menandai era baru Persib yang mulai terbuka terhadap pemain asing
Namun, dari seluruh pemain asing yang pernah membela Persib, hanya beberapa pemain asing saja yang mampu bertahan di skuad Maung Bandung lebih dari satu musim. Setelah Cristian Gonzales, striker kelahiran Uruguay yang memperkuat Persib sejak Januari 2009, resmi menjadi WNI pada November 2010, sosok Hilton Moreira berpeluang menjadi pemain asing paling lama yang bertahan mengenakan kostum biru-biru.
Hilton melewati catatan beberapa pemain asing yang pernah berkostum Persib lebih dari satu musim. Sebut saja Redouane Barkaui. Ia pertama kali berkostum Maung Bandung pada Ligina XII/2006. Kemudian Lorenzo Cabanas yang berkarier di Persib pada Ligina XIII/2007 serta LSI 2008/2009. Kiprah Barkaui dan Cabanas berakhir seusai dua musim membela Persib.
Lantas apa yang diperoleh Maung Bandung dari masuknya para pemain asing? Sejak menjuarai liga professional perdana tahun 1995 dengan mengalahkan Petrokimia 1-0 di final, tim berjuluk Maung Bandung tak pernah lagi mengecap manisnya mahkota juara. Persib hanya bisa berbangga karena diminati banyak pemain asing.
Sebagai salah satu tim yang bertabur dana plus punya nama besar, faktanya Maung Bandung memang menjadi salah satu bidikan pemain-pemain asing. Bagaimana tidak, kontrak yang bisa dikantongi para pemain asing ini mulai kisaran ratusan juta hingga miliaran rupiah seperti yang didapat Cristian Gonzales.
Sekadar untuk mengingat, Persib Bandung bisa menjadi juara Liga Indonesia (LI) pertama pada 1994/1995, dengan hanya mengandalkan pemain lokal. Sementara saat itu, hampir seluruh peserta LI menggunakan jasa pemain impor. Bahkan semua pemain Persib saat merumput berasal dari hasil pembinaan klub lokal Bandung.
Nama-nama besar seperti Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Sukowiyono, Asep Sumantri, Nandang Kurnaedi, Sutiono, Anwar Sanusi serta pemain-pemain lainnya merupakan hasil binaan klub divisi Persib. Dengan amunisi pemain murni lokal tersebut, Persib menjadi juara mengalahkan tim-tim lain yang mayoritas dihuni pemain asing. Adalah pelatih Indra Thohir yang meracik para pemain lokal tersebut menjadi kekuatan besar di kancah sepak bola nasional.
Sebelum membawa Persib Juara LI I 1994/1995, Indra Thohir pun mengantarkan Robby Darwis cs menjuarai kompetisi PSSI Perserikatan edisi terakhir tahun 1993/1994. Bahkan para pemain lokal ini pun mampu berbicara di kancah Asia. Saat mewakili Indonesia dalam Liga Champions Asia 1994/1995, Persib mampu menembus babak perempat final hingga Indra dianugerahi predikat Pelatih Terbaik Asia 1995.
Namun setelah masa kejayaan itu, Pesib malah terus dibanjiri pemain-pemain asing. Tapi pertanyaannya kemudian, apakah kehadiran pemain asing tersebut ikut membantu kemajuan prestasi Persib atau hanya sekadar pemanis dan syarat belaka?
Sampai sekarang belum ada analisa soal pemain asing di Persib. Namun, bila pertimbangan karena pemain lokal berkualitas terbatas dan sudah ada klub yang mengontrak lima pemain asing, sangat tidak rasional.
Manajemen seharusnya melakukan evaluasi secara detail adanya laporan stok pemain lokal terbatas. Parameternya harus jelas. Sebab, untuk menggolongkan pemain berkualitas atau tidak, selama ini belum ada aturan baku. Tidak semua pemain asing di Indonesia itu berkualitas prima. Bahkan hanya segelintir pemain asing yang benar-benar berkualitas.
Fenomena ini makin kentara ketika banyak juga pemain asing yang terlibat kasus kekerasan di lapangan. Pelatih-pelatih yang pernah menangani Persib sering berkilah agar tidak menyalahkan pemain asingnya, tapi melihat juga pemain lokal, apakah mereka juga punya kualitas. Tentu saja itu menjadi argumen yang aneh.
"Di Bandung saja sudah banyak yang layak untuk menjadi pemain Persib dibanding pemain luar. Banyak juga pemain asal Bandung yang pergi ke daerah lain untuk menjadi pemain profesional," ujar mantan pelatih Persib Indra Thohir.
Pelatih Daniel Roekito membuktikan bahwa pemain lokal milik Persib bisa berbicara lebih. Terbukti, kala menjamu Pelita Jaya Karawang di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (6/2/2011), Daniel bereksperimen dengan memasang 11 pemain lokal, plus satu pemain “asing” yang telah dinaturalisasi Cristian Gonzales.
Hasilnya Persib mengungguli tamunya dengan skor 1-0. Gol tersebut tercipta pada babak pertama saat lapangan diisi 11 pemain lokal. Optimisme produk lokal makin menyala ketika beberapa hari sebelumnya, Daniel sempat mengatakan hanya akan menurunkan pemain-pemain yang memiliki hati dan loyal kepada Maung Bandung. Bahkan ia juga menyebut pemain lokal masih memiliki mental dan semangat tinggi.
Saat menjamu Persijap Jepara, Minggu Minggu (13/2?2011) Daniel Roekito hanya menurunkan pemain lokal, hasilnya Persib menggebuk Persijap dengan skor telak 4-1. Sebuah bukti lagi bahwa pemain lokal tak kalah kuat dengan pemain asing. "Kalau lihat seperti ini, akan kita pertahankan tim ini," ujar Daniel.
Bobotoh Persib pun mengaku tidak keberatan jika manajemen menghapus pemain asing. Namun pemain tersebut harus mempunyai kualitas tinggi dan loyal kepada Persib. Bahkan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menilai kualitas pemain lokal, termasuk hasil binaan sendiri Persib, tidak kalah dengan pemain asing yang harganya cukup tinggi. Jadi tak salah bila Persib berniat kembali memaksimalkan potensi pemain lokal. “Pada dasarnya kita siap tidak memakai pemain asing”, tegas orang nomor dua di Jabar itu.
Para pemain lokal binaan Persib akan selalu ada sekalipun tim kebanggaan warga Bandung terpuruk di dasar klasemen. Mereka mempunyai keterikatan batin lebih kuat dibanding pemain luar Bandung atau Jabar, apalagi pemain asing yang hanya bermain karena alasan profesionalisme, atau menjadi barang pemanis dan penarik bobotoh untuk datang ke stadion.
Read More »»
Setelah mendepak dua pemain asing asal Singapura Shahril Bin Ishak dan Baihakki Bin Khaizan, tim berjuluk Maung Bandung kembali mendatangkan bek jangkung asal Kamerun Abanda Herman.
Abanda masuk sebagai pemain asing ke-39 yang resmi berkostum Persib Bandung, terhitung sejak Maung Bandung kali pertama memakai jasa pemain asing di Liga Indonesia IX/2003. Kuartet Polandia, Mariusz Mucharski (kiper), Pawel Bocian (bek), Piotr Orlinski (gelandang), Maciej Dolega (striker), jadi barisan pemain asing pertama yang dikontrak Maung Bandung sekaligus menandai era baru Persib yang mulai terbuka terhadap pemain asing
Namun, dari seluruh pemain asing yang pernah membela Persib, hanya beberapa pemain asing saja yang mampu bertahan di skuad Maung Bandung lebih dari satu musim. Setelah Cristian Gonzales, striker kelahiran Uruguay yang memperkuat Persib sejak Januari 2009, resmi menjadi WNI pada November 2010, sosok Hilton Moreira berpeluang menjadi pemain asing paling lama yang bertahan mengenakan kostum biru-biru.
Hilton melewati catatan beberapa pemain asing yang pernah berkostum Persib lebih dari satu musim. Sebut saja Redouane Barkaui. Ia pertama kali berkostum Maung Bandung pada Ligina XII/2006. Kemudian Lorenzo Cabanas yang berkarier di Persib pada Ligina XIII/2007 serta LSI 2008/2009. Kiprah Barkaui dan Cabanas berakhir seusai dua musim membela Persib.
Lantas apa yang diperoleh Maung Bandung dari masuknya para pemain asing? Sejak menjuarai liga professional perdana tahun 1995 dengan mengalahkan Petrokimia 1-0 di final, tim berjuluk Maung Bandung tak pernah lagi mengecap manisnya mahkota juara. Persib hanya bisa berbangga karena diminati banyak pemain asing.
Sebagai salah satu tim yang bertabur dana plus punya nama besar, faktanya Maung Bandung memang menjadi salah satu bidikan pemain-pemain asing. Bagaimana tidak, kontrak yang bisa dikantongi para pemain asing ini mulai kisaran ratusan juta hingga miliaran rupiah seperti yang didapat Cristian Gonzales.
Sekadar untuk mengingat, Persib Bandung bisa menjadi juara Liga Indonesia (LI) pertama pada 1994/1995, dengan hanya mengandalkan pemain lokal. Sementara saat itu, hampir seluruh peserta LI menggunakan jasa pemain impor. Bahkan semua pemain Persib saat merumput berasal dari hasil pembinaan klub lokal Bandung.
Nama-nama besar seperti Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Sukowiyono, Asep Sumantri, Nandang Kurnaedi, Sutiono, Anwar Sanusi serta pemain-pemain lainnya merupakan hasil binaan klub divisi Persib. Dengan amunisi pemain murni lokal tersebut, Persib menjadi juara mengalahkan tim-tim lain yang mayoritas dihuni pemain asing. Adalah pelatih Indra Thohir yang meracik para pemain lokal tersebut menjadi kekuatan besar di kancah sepak bola nasional.
Sebelum membawa Persib Juara LI I 1994/1995, Indra Thohir pun mengantarkan Robby Darwis cs menjuarai kompetisi PSSI Perserikatan edisi terakhir tahun 1993/1994. Bahkan para pemain lokal ini pun mampu berbicara di kancah Asia. Saat mewakili Indonesia dalam Liga Champions Asia 1994/1995, Persib mampu menembus babak perempat final hingga Indra dianugerahi predikat Pelatih Terbaik Asia 1995.
Namun setelah masa kejayaan itu, Pesib malah terus dibanjiri pemain-pemain asing. Tapi pertanyaannya kemudian, apakah kehadiran pemain asing tersebut ikut membantu kemajuan prestasi Persib atau hanya sekadar pemanis dan syarat belaka?
Sampai sekarang belum ada analisa soal pemain asing di Persib. Namun, bila pertimbangan karena pemain lokal berkualitas terbatas dan sudah ada klub yang mengontrak lima pemain asing, sangat tidak rasional.
Manajemen seharusnya melakukan evaluasi secara detail adanya laporan stok pemain lokal terbatas. Parameternya harus jelas. Sebab, untuk menggolongkan pemain berkualitas atau tidak, selama ini belum ada aturan baku. Tidak semua pemain asing di Indonesia itu berkualitas prima. Bahkan hanya segelintir pemain asing yang benar-benar berkualitas.
Fenomena ini makin kentara ketika banyak juga pemain asing yang terlibat kasus kekerasan di lapangan. Pelatih-pelatih yang pernah menangani Persib sering berkilah agar tidak menyalahkan pemain asingnya, tapi melihat juga pemain lokal, apakah mereka juga punya kualitas. Tentu saja itu menjadi argumen yang aneh.
"Di Bandung saja sudah banyak yang layak untuk menjadi pemain Persib dibanding pemain luar. Banyak juga pemain asal Bandung yang pergi ke daerah lain untuk menjadi pemain profesional," ujar mantan pelatih Persib Indra Thohir.
Pelatih Daniel Roekito membuktikan bahwa pemain lokal milik Persib bisa berbicara lebih. Terbukti, kala menjamu Pelita Jaya Karawang di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (6/2/2011), Daniel bereksperimen dengan memasang 11 pemain lokal, plus satu pemain “asing” yang telah dinaturalisasi Cristian Gonzales.
Hasilnya Persib mengungguli tamunya dengan skor 1-0. Gol tersebut tercipta pada babak pertama saat lapangan diisi 11 pemain lokal. Optimisme produk lokal makin menyala ketika beberapa hari sebelumnya, Daniel sempat mengatakan hanya akan menurunkan pemain-pemain yang memiliki hati dan loyal kepada Maung Bandung. Bahkan ia juga menyebut pemain lokal masih memiliki mental dan semangat tinggi.
Saat menjamu Persijap Jepara, Minggu Minggu (13/2?2011) Daniel Roekito hanya menurunkan pemain lokal, hasilnya Persib menggebuk Persijap dengan skor telak 4-1. Sebuah bukti lagi bahwa pemain lokal tak kalah kuat dengan pemain asing. "Kalau lihat seperti ini, akan kita pertahankan tim ini," ujar Daniel.
Bobotoh Persib pun mengaku tidak keberatan jika manajemen menghapus pemain asing. Namun pemain tersebut harus mempunyai kualitas tinggi dan loyal kepada Persib. Bahkan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menilai kualitas pemain lokal, termasuk hasil binaan sendiri Persib, tidak kalah dengan pemain asing yang harganya cukup tinggi. Jadi tak salah bila Persib berniat kembali memaksimalkan potensi pemain lokal. “Pada dasarnya kita siap tidak memakai pemain asing”, tegas orang nomor dua di Jabar itu.
Para pemain lokal binaan Persib akan selalu ada sekalipun tim kebanggaan warga Bandung terpuruk di dasar klasemen. Mereka mempunyai keterikatan batin lebih kuat dibanding pemain luar Bandung atau Jabar, apalagi pemain asing yang hanya bermain karena alasan profesionalisme, atau menjadi barang pemanis dan penarik bobotoh untuk datang ke stadion.
Read More »»
Langganan:
Postingan (Atom)